
tanpa aku sadari dia membawaku dalam pelukannya..pelukan yang begitu nyaman.
"jangan nangis..kan belum mas apa-apain?"
aku hanya tak bicara aku semakin mempererat pelukanku..
dring…dring…dring… "sebentar ya,ada telpon."
"dari siapa mas?"
"Rendi dia sudah siap.kita pulang ke rumah kita sekarang ya?"
"mas…?"
"hmm apa sayang ku kita pulang sekarang ya
ibu sudah menunggu di sana.ga apa-apa kan kita langsung pindah."
"tapi mas..?"
"tenang saja ras.kamu boleh main k rumah ini sesuka hati kamu.saya mengijinkannya,ibu sama bapak juga kalau mau main atau nginep di rumah kita mas ga keberatan."
"makasih mas"
"iya sayangg, ya sudah kamu siapkan barang-barang yang mau di bawa.mas mau keluar dan minta ijin Sama bapak dan ibu."
setelah selesai merapikan baju-baju ku,aku keluar menemui ibu dan bapak..keadaan rumah sudah sepi.para tamu atau pun undangan sudah meninggalkan rumah kami..
"mas?"
"hmm.sudah selesai?"sudah mas..
"pa, Bu saya minta ijin untuk membawa istri saya tinggal di rumah kami..saya harap bapak sama ibu mengijinkan."
aku hanya melihat rawat kesedihan di wajah kedua orangtuaku..aku tak mampu menghadapi situasi seperti ini..
"nak Han bapak sama ibu sudah mengikhlaskan istri kamu..bapak hanya pesan kepada nak han.jaga istri kamu sayangi dia..jangan buat dia menangis ya nak."
"ras kamu juga jadi istri yang baik.layani suami kamu dengan iklas.karna tanggung jawab bapak sudah selesai.sekarang kamu tanggung jawab suami kamu."
"dan kalian sebagai suami istri harus saling menjaga dan percaya.harus saling melengkapi kekuranganan masing-masing."
"nak Han ibu titip Laras ya,dia suka manja anaknya.yang sabar ngehadapi dia ya nak."
__ADS_1
"ibuuuu "kami pun perpelukan untuk perpisahan..
"sudah jangan nangis turus malu dong ma suami kamu tu ngeliatin terus.."
"biarin...Bu nanti boleh kan Laras main dan nginep di sini?"
"boleh dong sayangg pintu rumah ini selalu terbuka buat kamu dan suami kamu.tapi ingat kalau mau main kesini ijin dulu sama suami kamu."
"makasih ya Bu pak.."
"sudah sini peluk sama mas aja."
".iihh mas hann."
kami pun berpamitan setalah acara peluk pelukan dan menangis..aku pulang. bersama mas Han kerumah mas han.dalam perjalan aku hanya diam.hati ini masih berat meninggalkan kedua orangtuaku.
"ras sudah dong jangan sedih lagi..nanti orang mengira kamu mas siksa lagi..senyum dong."
aku melihat dirinya.dan tersenyum dengan terpaksa..
"ko senyumnya ga iklas bangat..senyum itu ibadah ras.apa lagi sama suami."
"nah gitu dong..kan tambah cantik kalau senyum."
"iya iya.."
"mas saya ngantuk!"
ya sudah tidur dulu nanti kalau sudah sampai mas bangunin."
setelah menempu perjalan kami pun sampai di rumah.yang dulu pernah aku datangi.
"sayang bangun kita sudah sampai di rumah.."
dalam perjalanan pulang aku merasa lelah.dan akhirnya aku tertidur
"sudah sampai ya mas?"
"sudah sayang..kamu cape ya..maaf ya?"
"untuk?"
"untuk semuanya"
__ADS_1
"sekarang kita istirahat di kamar ya?"
"ehmm"
ketika kami keluar dari mobil dan ingin masuk kedalam rumah, wanita paruh Bayu dengan senyum yang merona menyambut kedatangan kami.
"Alhamdulillah anak mantu ibu sudah datang..
"assalamualaikum bu? "
"waalaikumsalam sayang.kamu cape ya..ya sudah kalian istrirahat saja di kamar ya.han ajak istri kamu kedalam."
"ya Bu..kami ke kamar dulu ya."
kamipun melangkah bersama menuju kamar..
"ras..mas mandi dulu ya."
"ya mas.."
"mas?"
"hmm ada apa sayang?"
di mendekatiku aku melangkah ke belakang hingga tubuhku membentur tembok.
"mas mau ngapain?"
"mas mau minta hak mas sebagai suami."
"mas jangan sekarang saya belum siap."
tapi dia terus melangkahkan kakinya dan mendekatiku sampai tak ada jarak antara kami.
deg……aku memejamkan mata ku dan meremas bajuku aku benar-benar belum siap..cup..
"jangan takut saya tidak akan memaksa kamu kalau kamu belum siap."
ku hembuskan nafasku..dia hanya mencium keningku.
"mas ga akan melakukannya sekarang.mas akan tunggu kamu Sampai kamu iklas memberikan semuanya mas mandi dulu ya.nanti kita sholat isya berjamaah.."
aku tak menjawabnya hanya menggerakan kepala menyetujui ajakannya.
__ADS_1