Ku Temukan Kau Dalam Sujudku

Ku Temukan Kau Dalam Sujudku
Penasaran


__ADS_3

"Astagfirullah ternyata masih ada sosok bidadari di dunia ini, Kenapa jantungku berdecak kencang sekali setahuku aku tidak mempunyai riwayat jantung(batin handi)"..


"Bu lantai atas sudah rapi, Lantai bawah juga sudah kita jadi tidak banknya?"


suara asih membuat ku kaget ya maklum lah asih sangat cerewet dan cempreng.


" Jadi sih tapi nunggu bu amel datang dulu ya!" "Ya sudah bu saya tunggu di depan ya".


"Iya."


Asih sangat cuek dia tidak peduli duduk dengan siapa.


tiba-tiba suara berat dari sebelah nya membuat dia tersenyum


" Maaf mba kerja di sini?"


"Oh iya pak,saya disini tukang bersih bersih. bapak ini keponakan nya bu lisa ya?"


"iya ko kamu tau.?"


"iya tadi bu Laras yang bilang ke saya".


"bu Laras siapa bu Laras.?


"lah itu pak yang tadi angkat telpon yang pake mukena yang orangnya cantik luar dalam pak".( Oohh namanya Laras.) batin han.


"dia yang ngajar di sini?"


"iya pak bu Laras mah orangnya baik, solehah lagi."


"Asihhhhhh..aku mendengarnya." teriak Laras karna mendengar namanya sedang di bicarakan Laras langsung berteriak.


"Eehh iya bu maaf keceplosan."

__ADS_1


" Asihhhh"


" iya bu maaf..maaf ya pa saya takut bu Laras marah,Nanti kenalan sendiri saja."


Aku hanya senyum mendengar pernyataan asih. Ternyata dia tidak pendiam selain cantik dia juga solehah .


Rasa Penasaran semakin menjadi dikepalaku banyak sekali pertanyaan tapi aku butuh waktu untuk semua itu.


hingga suara telpon menyadarkanku dari lamunan. Tring.. Tring.. Langkahnya terdengar di telingaku, ya dia datang lagi. Tapi kenapa jantungku berdebar tak menentu Sekian lama aku baru merasakan nya lagi. rasa yang pernah hilang kini hadir kembali.


Dia menerima telpon dengan senyumanan yang sangat manis, mungkin dari salah satu muridnya.


rasanya mataku tidak ingin lepas dari dirinya gaya bicaranya senyumnya membuat hatiku luluh begitu saja.


Tapi sepertinya dia melihatku yang sedang memperhatikannya tatapan mata kami pun bertemu. Dia langsung berpaling..terlihat dia sangat gugup dan menghindar dari tatapanku. Dia menutup telponnya. Dan langsung masuk lagi ke dalam ruangannya. Ahh gadis itu sudah mencuri hatiku semoga saja dia lah jodohku.


"Assalamualaikum"..


"Waalaikumsalam"


" Ras..laras". Bude memanggilnya. dan tak lama dia keluar dan langsung menyalamin Bude. Dia begitu sopan sungguh sangat calon istri idaman. Bagaimanapun caranya aku harus mendapatkannya,dia harus jadi milikku.(batin handi)


" Ras kamu sudah kenal belum sama han?Sini aku kenalin dulu, Dia masih sendiri loh ras dan Di sedang cari istri,"


Dia hanya tersenyum dan tersipu malu.aku langsung memperkenalkan diriku. Dan mengulurkan tanganku. Tapi dia tidak menerima uluran tanganku. Ya aku mengerti dia gadis terhormat dari penampilannya saja sudah terlihat dia tidak akan menyentuh yang bukan muhrimnnya.ku tarik lagi tanganku,Dengan senyuman.


" Perkenalkan aku handi wijaya."


"Laras"..akhirnya rasa Penasaran ku sudah terjawab.


"han"panggil bude."ahh iya bude maaf."


"Tidak apa -apa aku mengerti han."

__ADS_1


" Bu saya ke kelas dulu ya."


" Oh iya ras."


" Bu Laras gimana jadi ga ke bank nya."


" Oh iya nanti saja sih Bu amelnya belum datang dan sebentar lagi aku ada jadwal."


"Ya sudah kalau begitu saya pulang ya."


" iya..hati-hati sih. !"


"Permisi bu.."


" Oh iya silahkan ras."


"han gimana kamu sudah cocok dengan rumah barumu?"


"Alhamdulilah bude sudah mulai cocok,sepertinya saya akan menetap di daerah sini."


" Ya sudah alhamdulillah Tinggal mencari calon istrinya ya han."


"ehm bude bisa saja" Aku merasa malu dengan ucapan bude sepertinya bude tahu arah pembicaraanku.


"oh iya bude,Gimana hari ini jadi kan bude melihat rumah baru saya?".


"Jadi dong aku mau lihat semewah apa rumah seorang pengusaha muda yang sukses"


"ya sudah kita berangkat sekarang bude!"


"Tapi sebentar bude saya kasih kabar ke sekretaris saya dulu, buat menghendel jadwal Saya hari ini"


"enaknya jadi bos ya han tinggal nyuruh-nyuruh kerjaan rapi bosnya yang banyak duit"

__ADS_1


"ya begitulah lah bude"


__ADS_2