
sehari setalah lamaran di adakan.aku sudah cuti tidak mengajar dan Bu Lisa memberikan aku cuti dua minggu.tidak ada kabar dari dirinya.aku seperti orang yang sedang menunggu rembulan jatuh.(laras)
apa seperti ini rasanya di pingit.??masa cuma kirim pesan saja tidak boleh..ku hembuskan nafasku mencoba menghindar dari rasa rindu.tapi rindu ini semakin menggebu.(handi)
"ren tolong keruangan saya."
"iya pa bos."
tok..tok..tok."masuk ren"
"hmn ada yang bisa saya bantu pak?
"gimana semua persiapan pernikahan saya sudah kelar ren?"
"sudah pak, semuanya sudah rapi pa bos hari Sabtu besok tinggal duduk dan mengucapkan ijab Kabul saja, dan malamnya pak bos bisa langsung.."
belum sempat Rendi melanjutkan pembicaraan tapi sebuah benda sudah melayang "duk" "astaghfirullah pa bos untung ga kena kepala saya,coba kalau kena bisa hilang ingatan saya."
"makanya kalau ngomong di jaga."
"iyaaa maaf pa bos."
"terus gimana pemberangkatan kita hari Minggu ke kota x.sudah siap?"
"sudah dong pa bos.. tapi bapak yakin mau berangkat?pa bos kan baru menikah."
"hmm sebenarnya saya tidak yakin ren,apa lagi sehari setelah menikah.tapi ya mau gimana lagi kita sudah janji sama perusahaan x.untuk meninjau lokasi."
"apa Bu Laras tahu tentang masalah ini pak?"
"saya belum bicara masalah ini sama Laras ren.takut dia kecewa."
"kenapa ga di ajak saja Bu larasnya pa?"
"ga lah ren,ini kan masalah kerjaan.bukan jalan-jalan ada waktunya nanti saya bawa dia jalan-jalan dan bulan madu."
"ren boleh saya pinjem hendpone kamu?"
"buat apa pa,pak bos kan punya masa pinjem."
__ADS_1
"punya saya di sita ren katanya lagi di pingit tidak boleh ketemu atau telpon."
"sini hendpone kamu saya mau mendengar suara calon istri saya."
"tapi pa bos?"
"kenapa lagi?kamu pelit bangat ren mau saya potong gaji kamu.?"
"buā¦bukan itu maksud saya pa bos."
"ya makanya sini."
dengan berat hati aku meminjamkan henponku.š
"assalamualaikum?ras ini saya handi"
ting suara pesan masuk membuatku terbangun dari lamunanku.ya selama aku di pingit kegiatanku hanya di kamar..dan menunggu kabar darinya.
"mas Han?"
ko nomernya ganti!!aku tidak membalas pesan darinya.kenapa baru sekarang kasih kabar..
tin
"jangan Vidio call"
dringā¦dringdringā¦
baru aku angkat panggilan darinya.dia sudah menanyakan apa saja.
"kenapa ga di angkat,apa kamu baik-baik saja.ras?"
"ehmm mas Han ucapkan salam dulu.satu-satu kasih pertanyaannya."
"iya maaf saya hanya khawatir ras,kamu ga balas pesan saya."
"lagian mas Han kenapa baru sekarang kasih kabar.kemarin-kematin kemana saja?"
"aku hanya senyum mendengar penjelasan dan pertanyaan darinya.ternyata bukan aku saja yang merasakan rindu."
__ADS_1
"mas jawab dong.ko diam saja?"
"kamu kenapa,kangen ya sama mas,nungguin kabar dari mas ya?"
"ngga"
"rasā¦rasā¦ras bilang saja kalau kamu nunggu telpon dari saya.jujur saja kalau kamu kangen sama saya."
"ngga sama sekali."
"ya sudah lah kalau tidak mau jujur,yang pasti saya sangat merindukanmu ras.."
"iih gombal bangat.kalau mas kangen sama saya,terus kemarin kemana saja.kenapa baru sekarang telpon saya??"
bukannya menjawab dia hanya tertawa di sebrang sana.
"kenapa tertawa memangnya ada yang lucu?"
"ga ada yang lucu tapi pertanyaan kamu itu membuktikan kalau kamu rindu berat sama saya ras."hahahaha
"hmmm mas han?"
"iya iya.kita kan lagi di pingit hendpone saya di sita sama ibuŲini saja pinjem sama rendi.tapi tenang saja besok malam kita sudah sah menjadi suami istri."
"ko diam ras??kenapa apa yang salah.ucapan saya benar kan ras..besok kamu sudah menjadi milik saya seutuhnya."
blusss..
iihh mas Han bisa-bisanya dia bicara seperti itu.
"ras,kamu masih di situ kan,kenapa diam lagi?"
"mas Han sudah dulu ya kan kita lagi di pingit,asssalamualikum"
ā¦tutā¦tutā¦
"hahaha ko di matiin.aku yakin pipinya sudah merah seperti tomat."
kenapa sangat sulit bilang" iya mas aku juga kangen sama mas Han.."
__ADS_1
jika sebuah rindu datang,kenapa harus di persulit,sudahi semuanya dengan pengakuan maka rasa rindu itu akan hilang.