
matahari mulai menyinari bumi.bumi begitu cerah ketika matahari datang.seperti hatiku yang semalaman tak dapat tidur Karna rasa bahagia sampai pagi menjelang rasa bahagia itu masih tersisa.aku ingat kata-kata dia yang membuat hati ini bahagia dan jatuh cinta.sebelum pulang aku mengantarnya sampai depan.dan sebelum dia pergi dia mengucapkan sesuatu yang membuat ku terbang melayang.
"calon istri ku terimakasih sudah memberikan hatimu padaku..dan terimakasih sudah mau menjadi bidadari penghuni hatiku."
suara telpon membuyarkan semua lamunanku..baru saja aku memikirkan dirinya.dia sudah menghubungi ku.ehmm
"assalamualaikum?"
" walaikumussalam..ada apa mas,tumben pagi-pagi sudah telpon?"
"kangen….saya kangen sama kamu ras.?"
"mas Han pagi-pagi itu sarapan bukannya ngegombal."
"aku serius ras..emangnya ga boleh kalau aku kangen sama calon istriku bidadari penghuni hatiku?"
"mas Han apaan sih ga lucu ah."
"hehehe.hari ini kamu libur ya?"
"iya mas kenapa, bukannya kemarin saya sudah kasih tahu ya?"
"belum untuk hari ini,ikut saya ke bandara ya, jemput ibu sama adik saya.?
"hmmm ga mau!"
"kenapa?"
"ya ga mau mas."
"kalau saya sudah di depan rumah kamu,masih ga mau juga?"
"ga mau mas Han."
"saya sudah di depan rumah kamu ras saya tunggu kamu."
"iiih ko gitu..mas Han."
tut…tut…tut..
"iih nyebelin bangat."
ting sebuah pesan masuk dari Han yang membuat tak habis pikir
"saya sedang ngobrol sama bapak cepat siap-siap dandan yang cantik mau bertemu calon mertua."
"nyebelin bangat katanya nanti malam ketemunya ko malah sekarang di ajak jemput."
__ADS_1
"ras…ras "
"iya bu cepatan nak Han sudah nungguin kamu dari tadi lama bangat."
"bentar lagi Bu lagi pake kerudung."
"nah ini dia orangnya Han..di tungguin dari tadi baru keluar cantik bangat anak bapak."
"iih bapak apaan sih..lah iya benar kan nak Han anak bapak cantik."
"hmmm iya pa cantik."
"kenapa sih semua orang hari ini sangat menyebalkan" batin laras
ku lihat penampilan nya sangat berbeda,tidak seperti biasanya..dia lebih santai dan lebih muda dari usianya.
"kita berangkat sekarang ya,pak Bu kami pamit ya,saya pinjem larasnya dulu."
"ooh iya silahkan nak Han."
"hati-hati ya jangan ngebut bawa mobilnya."
"ya..siapppp pa."
ku lihat dia sangat cantik bidadariku..bisa di pandang tak bisa di sentuh.
"hmmm sebentar saya liat dulu,penampilan kamu hari ini benar-benar salah ras"
"apa yang salah mas,mas ko malah senyum-senyum?"
"kamu salah ras sudah berpenampilan cantik dan menggoda iman saya ras."
"iih mas Han nyebelin bangat sich udah ah males ngobrol sama mas Han."
"jangan marah nanti cantik nya hilang."
"ras..?"
"hmm."
"jangan marah."
"saya ga marah mas cuma kesel sama mas han"
"Sama saja ras."
pandangannya tetep fokus kedepan sesekali dia melirik ke arah ku.sepertinya dia tahu betul cara menenangkan hatiku..dia terus menggenggam tanganku dan mengelus punggung tanganku.dengan kehangatan sentuhannya amarah ku hilang begitu saja.
__ADS_1
tanpa ku sadari kami berdua sudah sampai di bandara..
"masih marah?"
tanpa menjawab aku hanya melihat ke arahnya dan memberikan senyuman yang tulus
" terimakasih ya ras sudah mau ikut sama saya,ras kita tunggu di sana ya."
"iya mas,maafin saya ya mas sudah marah tak jelas sama mas han"
"mas sudah memaafkan sebelum kamu minta maaf,malah saya senang liat kamu marah ras,"
"kenapa?"
"kalau kamu marah sama saya,saya bisa pegang tangan kamu terus tanpa ada penolakan"
"astagfirullah,ih mas han cari kesempatan ya?"
"itu namanya Rizki di pagi hari ras,"
aku hanya mengikuti kemana dia pergi..
"mas lepasin?"
"nanti kamu hilang mas juga yang susah."
" mas Han saya kan bukan anak kecil yang terus di gandeng lepasin mas malu"
"saya ga malu saya akan tunjukan pada dunia bahwa gadis cantik ini adalah milik saya"
"ter-se-rah"
sepuluh menit kami menunggu..akhirnya datang juga seorang ibu paruh baya.dengan senyum yang merekah menyambut pelukan anaknya.
"assalamualaikum?"
"walaikumussalam."
anak ibu sekarang tambah ganteng,nah ini pasti calon mantu ibu ya?"
"oh iya Bu ini kenalkan Laras,"
"ooh ibu sudah tahu han lebih cantik aslinya dari pada fotonya ya?"
aku mencium tangan ibunya.benar yang di katakan oleh mas han.ibunya sangat baik dan juga ramah.
"Han kita langsung pulang saja ya.ibu cape pengin istirahat kamu ikut ke rumah dulu ya ras.ibu mau ngobrol-ngobrol sama calon mantu ibu."
__ADS_1
aku hanya melihat ke arah mas han bingung harus jawab seperti apa,dan mas han hanya memberikan senyuman "