Ku Temukan Kau Dalam Sujudku

Ku Temukan Kau Dalam Sujudku
Mengagumkan


__ADS_3

Laras sedang sibuk membantu bibi di dapur memasak makanan untuk makan siang. Ketika handi keluar dari kamar utama handi melihat pemandangan yang tak biasa. Di jaman sekarang sangat jarang seorang perempuan mau terjun di dapur dan memasak. Tanpa Laras ketahui diam-diam handi memperhatikannya dari belakang terlihat Laras sangat telaten dalam memasak kadang dia tertawa mendengar candaan si bibi. Ahhh rasanya aku ingin menghalalkan dia secepatnya.batin handi


"Neng pinter ya masaknya?


"ga pinter bi cuma sekedar bisa"


"Tapi tadi tau semua resepnya."


"Alhamdulillah bi karna ibu saya selalu kasih tahu semua resep makanan dan kata ibu kalau seorang perempuan itu harus bisa masak biar nanti disayang sama suaminya."


"Wah si eneng bisa saja,kalau neng sudah jadi istri si bapak saya bisa tersaingi doang." Hahahah…aku hanya senyum mendengar ucapan bibi. Karna di masih menganggap aku sebagai calon istri pak handi


"Ehm…ehm Tiba-tiba mas han datang menghampiri kami. Membuat aku gugup setengah mati.dia mendekat dan semakin dekat untung ada si bibi.


"Kayanya ada yang ngomongin saya ni?"


"eeh si bapak udah dari tadi pa?"


"dari kemarin bi.."


" Hahahah si bapak sekarang sudah bisa ngelucu ya."


"masak apa ras?"


"oh ini bibi masak sup."


"Wangi bangat masakan nya sampai tercium kedalam kamar."


"Ahh si bapak bisa saja. Eehh maaf bapak jadi saya yang jawab. "Hehehe.


Aku melihat Senyumannya begitu menenangkan hati.membuat hati ingin memiliki,apa yang dia miliki..semoga allah menjadikan dia milikku sampai di akhir nanti bidadari penyejuk hati. (batin handi)

__ADS_1


"Sudah belum masaknya ras?"


"bentar lagi mas."


"Ya udah nanti di lanjut sama bibi,kamu kan belum lihat rumah saya nanti bu lisa tanya tentang rumah saya kamu bingung lagi jawab apa,Ayoo"


"iya mas sebentar Saya cuci tangan dulu."


Ya udah neng ini semua biar bibi yang lanjutin nanti kalau neng yang masak gaji bibi bisa berkurang dong."Hehehe


"bibi bisa saja,Ya sudah saya tinggal ya bi."


"Iya neng"


Apapun ikut bersama pak han untuk melihat sekeliling rumahnya..rumah yang sangat bagus sangat jauh dengan rumah ku.. Tapi aku bersyukur masih punya rumah yang layak dan orang tua yang sayang sama diriku.


Aku hanya mendengarkan penjelasannya yang mengenalkan bagian-bagian rumahnya.kami berhenti tepat didepan kolam renang dia mengajakku duduk untuk istirahat.


"Hah…apa pak, Maaf saya tadi.."


"kamu ga usah takut ras. Saya ga akan ngapa-ngapain kamu."


Aku melihat dia sangat gugup ketika aku dekat dengannya.


"Kamu bisa berenang ras?"


"ehmm ga bisa mas, Saya ga bisa renang takut tenggelam."


"kalau kamu mau nanti saya ajarin biar bisa berenang ,"


"maksud bapak?"

__ADS_1


"eehh maf maaf bukan begitu maksudnya,Maksud saya nanti kalau kamu punya suami,Suami kamu yang ngajarin."


"ehmm. "


drinng…drinng suara handphone pun memecahkan ketegangan mereka.


"pak han anterin saya ke kantor sekarang ya.sepertinya jadwalnya berubah. Anaknya mau langsung privat setelah pulang sekolah. Kita kan belum makan ras?"


Ga apa-apa pak lain kali saja."


"tidak bisa kita harus makan dulu coba nanti aku telpon ke bude"


"tapi kan..."


"sudah kita makan dulu,setelah makan baru kita balik, sayang kamu sudah masak banyak kan"


"ehmm ya sudah saya makan dulu,tapi setelah itu langsung balik ya pak"


"solat dulu baru balik lagi"


setalah sedikit berdebat dia berlalu dan meninggalkan kan ku di tepi kolam entah apa maksud nya "


di saat aku masih berpikir dengan sikap dia tiba-tiba tangan kekar


nya sudah menggenggam tanganku dan menarik nya..


"pak...lepasin,"


"makanya jangan bengong nanti ada setan lewat,ayo kita makan dulu"


"iya tapi lepasin dulu pak"

__ADS_1


hati ini benar-benar tak karuan di buatnya sikapnya yang tiba-tiba seperti itu membuat aku takut dan tak menentu jika berlama-lama dengan dirinya bisa-bisa aku bisa khilaf.


__ADS_2