Ku Temukan Kau Dalam Sujudku

Ku Temukan Kau Dalam Sujudku
badai sudah berlalu


__ADS_3

Handi


tubuhku benar-benar sudah tidak bisa di kendalikan lagi. bagaimana ini apakah istriku mau?


jika aku bawa mobil sendiri aku takut terjadi sesuatu dan akhirnya aku menghubungi sopir di rumah untuk menjemput setelah selesai dengan urusanku aku bergegas untuk meninggalkan rose dan Rendi..aku percaya kan semuanya kepada asisten ku.


di dalam mobil tubuh ku semakin panas tak beraturan


"pak,apa bapak baik-baik saja?" tanya Ujang


"aku baik Jang kamu lebih cepat ya bawa mobilnya tubuhku sangat panas jang"


di dalam mobil satu persatu ku lepas baju yang menempel di tubuhku hanya tersisa kaos dan celana


"Jang tolong AC nya di full kan aku sangat ke panasan"


"baik pak"


"kita pulang ke rumah mertua ku ya jang"


di tengah perjalanan orang rumah menghubungi ku.dan memberikan kabar bahwa istriku ingin pulang malam ini.


"ada apa bi?"


"maaf pak,tadi Bu Laras telpon katanya minta jemput sama mang Ujang"


"Ujang masih bersama saya bi,suruh Karno yang jemput"


"baik pak"


aku hanya senyum mendengar dia akan pulang dan kembali akhirnya Allah membukakan pintu hatinya.


tepat pukul sebelas malam aku sampai di rumah semuanya sudah sepi hanya bibi yang membukakan pintu untuk ku


"Laras dimana bi?"


"ibu sudah di atas pak"


"baik lah saya ke atas bi tutup kembali pintunya ya"

__ADS_1


"baik pak"


tanpa ada kata lagi aku masuk ke dalam kamar ku lihat dia sudah bersiap entah sengaja atau hanya kebetulan dia mengenakan lingerie yang aku belikan untuk nya dan hal itu membuat ku semakin bergairah ketika melihat tubuhnya.


ku lihat wajah nya sangat mengkhawatirkan diriku dia mulai mendekat dan bertanya ada apa dengan diriku


"mas,mas Han kenapa?"


setalah aku menjelaskan apa yang terjadi dia diam..aku meminta dia membatu ku untuk meringankan apa yang sedang aku rasakan sedangkan di bawah sana sudah ada sesuatu yang tak sabar.


sebelumnya aku menghubungi loli bertanya bahaya tidaknya jika aku melakukan nya berkali-kali..awalnya loli sangat marah dan menyebutku gila.. setelah mendengar penjelasan dari ku akhirnya loli mengijinkan nya dengan syarat harus perlahan.


tanpa menunggu lama setelah dia setuju dengan apa yang aku minta aku segara mencumbunya rasa rindu yang selama ini ku pendam akhirnya bisa tersalurkan..hingga pagi menjelang obat itu masih bereaksi entah berapa banyak dosis yang rose campurkan dalam minumanku..jika aku tidak ingat dia sedang mengandung mungkin aku sudah membuat dia pingsan malam itu.


setelah melaksanakan solat subuh kami kembali terjaga rasanya lelah sekali dan aku kembali tertidur dengan nyenyak dalam memeluk tubuhnya..


cup


"terimakasih sayang"


tepat pukul 10siang aku terbangun ketika ku sadari sudah tak ada dirinya di sampingku aku berpikir apakah semalam aku hanya mimpi


hati ini begitu bahagia.sangat bahagia ketika melihat kembali senyum yang indah.


ku peluk dirinya dari belakang dia hanya dia tanpa menolak.


"jangan cape-cape sayang, semalam kan habis cape istirahat sana, biar mas yang menyiapkan semuanya"


"tidak apa-apa mas,anggap semua ini sebagai permintaan maaf saya sama mas,karna sudah mendiamkan dan meninggalkan mas selama tiga hari kemarin"


aku membalikan badannya agar menghadapi kearah ku. lihat wajahnya yang begitu cantik entah mengapa hanya melihat nya saja aku sudah tidak tahan untuk ingin menyentuh dan ******* bibirnya.


"kenapa tidak menatap mas,apa kamu masih marah"


"Bu...bukan seperti itu mas,tapi saya malu kan mas Han melihat saya seperti itu"


aku hanya senyum mendengar apa yang dia ucapkan selama tiga hari tidak menyentuhnya membuat ku gemas akan tingkah nya.


"kita menikah sudah lama sayang bahkan mas sudah melihat semua nya"

__ADS_1


cup


aku mencium sekilas bibir merahnya yang sedari tadi sangat menggoda manis dan masih sama seperti dulu.


"mas Han nanti ada bibi,tidak enak jika dia melihatnya"


"mana, tidak ada orang hanya kita berdua,bukan kah hari ini bibi ijin pulang"


aku mengulang kembali ciuman itu dan dia hanya diam.diamnya dia membuat ku menginginkan lebih dari sekedar mencium kilas bibirnya.akhirnya aku ******* lembut bibirnya ku lihat dia memejamkan kan kedua matanya dan menikmati sentuhan ku.bahkan dia membalas nya..


"mas sudah jangan di teruskan,"


"kenapa?"


"mas Han ini di dapur,dan saya sangat lapar bayi yang ada di Perutku sudah demo minta makan"


aku hanya tertawa mendengar dia begitu kesal karena sudah lapar,


"baiklah,sini mas yang siapkan semuanya,tuan putri duduk manis saja ya"


"terimakasih suamiku"


"sama-sama istriku"


setalah sarapan bersama aku dan dia bercerita tentang masalah yang datang dalam rumah tangga kami,


"mas saya minta maaf dengan sikap saya kemarin, seharusnya saya mendengar penjelasan mas dulu,rasa cemburu saya terlalu berlebihan hingga tak mau mendengar kebenaran nya"


"harusnya mas yang minta maaf sayang,mas sudah membuat hati istri mah terluka,mas yang salah sudah membiarkan wanita itu masuk dalam keluarga kita."


aku tertunduk malu dengan apa yang sudah aku lakukan aku yang sudah menodai rumah tangga ku.hingga bidadari ku terluka.


"sudah lah semua ini pelajar untuk kita berdua sekarang kita ambil hikmahnya saja,"


"terimakasih sayang sudah mau memaafkan mas terimakasih untuk kasih sayang yang sudah kamu berikan untuk mas,kedepannya mas akan selalu menjaga istri dan anak mas dengan baik"


aku meneteskan airmata,bukan airmata sakit hati tapi airmata bahagia karna dia begitu sayang kepadaku..


badai sudah berlalu

__ADS_1


__ADS_2