
masih adegan 21+ya..tolong bijak dalam membaca.,😉
"mas hann.." desahannya begitu merdu terdengar membuat aku semakin bergairah
"sayang sekarang ya..?"
aku mencoba menahannya jujur aku takut sangat takut
"mas?"
"ehmm kenapa sayang?"
"pelan-pelan,saya takut"
"mas akan pelan-pelan dan tidak akan terasa sakit.percaya sama mas ya."
aku mulai membuka kedua kakinya agar memudahkan menjelajahi dan menyatukan cinta kami
aku menyentuh bibirnya kembali agar dia tidak tegang , dan menikmati setiap hentakan yang aku ciptakan,tanganku masih tetap meremas kedua dadanya,sesekali aku mengecupnya
"sayang tahan ya."
dia hanya mengangguk kan kepalanya.
" mas hannn sakitt"
"sebentar sayang..nanti juga tidak akan sakit tahan ya."
"tapi sakit bangat mas.."
akhirnya aku benar-benar memasukan pusaka ku sepenuhnya..ku lihat dia menitikan air mata..
"maaf kan mas sayang karna sudah membuat kamu merasa kesakitan,kita tunda saja ya jika kamu tidak tahan dengan sakitnya"
"mas lanjutkan saja,saya tidak apa-apa mas"
"kamu yakin"
"ehm.."
aku mulai mencium bibirnya kembali..
dan aku mulai memajukan punya ku..awalnya perlahan hingga aku merasakan sudah tak tahan lagi ingin segera memuntahkan benihku kedalam rahimnya..
" mas Han saya ga tahan pengen pipis,"
"keluarkan saja sayang"
satu erangan membuatku melepaskannya..kami sama-sama melepaskannya bersama. ini kah rasanya surga dunia.
__ADS_1
"makasih sayanggg"
..cup
ku tutup kembali tubuh polosnya kulihat dia begitu kelelahan..begitu buas kah aku sehingga tubuh istriku penuh dengan tanda kepemilikan.
aku hanya senyum melihatnya..
entah berapa kali aku melakukannya..aku Teresa tak puas jika satu kali..hingga adzan subuh membuatku berhenti dalam aktivitasku..tubuhnya seperti canduku..melihat nya saja aku ingin terus melakukannya.
setelah sholat subuh berjamaah..aku ingin kembali menjamahnya.tapi ku lihat dia begitu lelah.hingga niatku aku urungkan..
"mas saya leleh,boleh ga saya istirahat dulu sebentar..tubuh saya rasanya remuk mas."
"boleh sayang maafkan mas ya..membuat kamu leleh"
"hmm."
kami pun kembali tidur..terlelap dalam mimpi yang begitu indah..
di lantai bawah
"bi Han sudah pulang ya?"
"sudah bu tadi sekitar jam dua pa Han tiba di rumah.."
ga usah bi biarkan mereka menikmati bulan madunya bi.jangan ganggu biar saya cepat dapat cucu lagi.."
"si ibu bisa saja."hahahaha
sedangkan dua insan yang sedang di mabuk cinta masih tertutup rapi oleh selimut teriknya matahari pun tak sanggup mengganggu mereka..rasa cinta rasa rindu yang selama ini mereka pendam telah terbayar dengan begitu indah.
ketika mata ini terbuka aku begitu bingung entah ini mimpi atau nyata karna di sampingku ada sosok bidadari yang begitu mempesona.
ku belai lembut rambutnya menyingkirkan rambut yang menutupi kecantikannya.entah harus bagaimana lagi cara ku mensyukuri karunia-Nya.yang pasti aku tidak akan membuat dia terluka ataupun menangis.akan ku buat kau bahagia dunia akhirat..
cup..
"mas han"
kenapa seperti ini suaranya saja membuat hasrat ku terbangun.dan ingin sekali menjelajahi tubuhnya kembali..
"sayangg boleh ga.sekali lagi..?"
"kalaupun saya bilang ga boleh tetap saja mas akan melakukan nya.lagian tangan mas Han sudah menjelajah."
dan akhirnya mereka pun kembali berolahraga pagi..
setelah selesai mandi aku segera menyiapkan keperluan mas Han ya walaupun kami kesiangan mas Han tetap akan masuk kantor. kalau bos mah bebas.
__ADS_1
"kamu istirahat dulu saja di rumah ya.jangan ke kantor dulu nanti aku yang telpon bude.untuk meminta ijin."
"ga usah mas nanti saya saja yang telpon Bu Lisa "
sstttt..
"biarkan mas yang melakukannya Karna ini semua Karna ulah mas juga kan?"
"dan terimakasih sayang..sudah menjaga nya untuk mas"
cup..
"mass.sudah ahh..nanti malah ga jadi lagi ke kantornya."
"iya sayanggg..mas akan segera pergi tapi mas mau di cium dulu.."
tanpa berpikir panjang.karna aku benar-benar sangat lelah dan ngantuk aku mencium nya.
cup
"bukan dipipi sayang?"
"terus dimana mas?"
"di sini."
"hah..ayoo cepatan.katanya mau melakukan apa pun yang mas minta."
"iya..iya.."
cup
"ko begitu?itu sih namanya bukan ciuman tapi kecupan.."
aku kembali berjinjit untuk menciumnya.tapi tanpa aku duga dia malah melingkarkan tangannya di pinggang ku..dan ini semua tidak dia sia-siakan.dia ******* habis bibirku.dan aku pun mulai menikmati permainan nya..
dring..dring..dring
suara Hendpone menghentikan aktivitas kami.
"sepertinya Rendi sudah menunggu mas di bawah.mas berangkat dulu ya."
dia kembali mengusap bibirku dengan ibu jarinya..sentuhan itu begitu lembut dan mencium keningku.
bulu halus ku seakan berdiri ketika dia membisikan sesuatu di telingaku.
nanti malam kita lanjut
sekarang waktunya LIKE END VOTE🙏🙏☺️
__ADS_1