
aku kalah dari tatapan nya..ku lihat dia hanya senyum.aku tak mampu memandangnya terlalu lama.aku hanya mampu tertunduk.
"mas Han lepasin…!"
sepertinya mas Han enggan melepaskan pelukannya..tubuhku tiba-tiba bergetar ketika dia semakin dekat dan semakin erat.hati ku menolak tapi tidak dengan tubuh ini.yang menerima sentuhannya.
"mas han……jangan!"
dia tidak menghiraukan permohonan ku dia semakin dekat.dan mendekatkan keningnya.hingga kami bersentuhan..
deg..tanganku begitu kuat menggenggam kemeja yang dia pakai.aku semakin takut..takut dia melakukannya.
ku coba memejamkan mataku untuk mengusir rasa takutku.aku semakin kuat meremas kemeja yang dia pakai.nafasnya begitu dekat aroma mint dari mulutnya begitu terasa..aku tersadar ketika dia menyentuh pipiku.
"boleh tidak?"
aku hanya menggelengkan kepala tak mampu berkata..
kami hanya diam..dia terus melihat ku dalam jarak yang begitu dekat..hingga Bunyi telpon menyadarkan kami.
tringg…tring……tring……."mas lepasin..?"
akhirnya dia melepaskan genggamannya..tapi tangannya masih menyentuh pipiku.
"maaf ya.mas angkat telpon dulu?"
ku hembuskan nafas melepaskan rasa takut yang aku rasakan..
dia kembali duduk di sampingku..
"mas han?"
"hmm kenapa ras?"
" saya mau pulang!"
"ras,maafin mas ya mas minta maaf kejadian tadi sebaiknya kita harus mempercepat pernikahan kita.besok ibu dan keluarga besar saya datang dari Surabaya.mungkin lusanya langsung ke rumah kamu..mereka akan membicarakan pernikahan kita."
__ADS_1
"besok malam mas jemput kamu ya..ibu mau ketemu..!"
"tapi mas saya belum siap kenapa semuanya di percepat?"
"ehmm kalau tidak di percepat saya takut khilaf ras,dan saya tidak yakin bisa menahannya lagi apa kamu mau saya menyentuh kamu sebelum halal?"
"tapi saya takut mas,?"
" ga usah takut ras..ibu itu orangnya baik dia ga akan gigit kamu."
"iihh mas han bukan itu?"
"terus kenapa?"
"saya belum siap mas,takut ibunya mas han ga suka sama saya."
dia kembali menyentuh pipiku.dan mengusapnya dengan penuh sayang..
"dengerin saya ras, ibu sudah tahu semaunya tentang kamu dari Bu lisa.dan ibu sudah merestui kita.bahkan ibu yang ingin cepat kita menikah jadi kamu tidak usah takut lagi"
"mas?"
"ayo pulang"
"iya sebentar ya.mas ambil jas sama tas dulu."
kami bergegas pulang ketika membuka pintu ternyata sudah sepi..hanya ada OB dan security.
"eehh pa handi, kirain saya bapak sudah pulang..?"
"tolong di bersihkan ruangan saya ya.
"baik pa,"
kami pun kembali berdua dalam mobil mengingat kejadian tadi aku menjadi risih..hampir saja..bibir suciku tersentuh olehnya..
sampai kami tiba di rumah aku hanya diam.
__ADS_1
"makasih ya mas..?"
"ras?"
"ehmm.?"
"maafin mas ya.mas tadi khilaf mas benar-benar tidak bermaksud seperti itu."
ku lihat matanya mencari kebenaran.aku melihat dia begitu tulus meminta maaf.
"tidak apa-apa mas,saya juga salah sudah membiarkan semuanya."
"ga ras ini semua salah saya."
kami berdua kembali dalam keheningan.
"mas akan secepatnya menghalalkan kamu agar tidak terjadi hal seperti tadi."
aku tak mampu berkata lagi..aku hanya senyum melihat dia begitu menyesal dengan apa yang tadi dia lakukan.
"saya sudah memaafkan mas Han ko, yang penting kita tidak mengulanginya lagi sampai kita halal menjadi suami istri."
"ya sudah saya turun ya mas ga enak juga kalau kita terlalu lama di dalam mobil. mas Han ga turun dulu?"
ku lihat dia tersenyum..begitu tampan senyuman itu membuat hatiku luluh..
"oh iya mas turun.sekalian mau kasih tahu bapak.kalau lusa keluarga mas mau berkunjung dan akan membicarakan pernikahan kita"
"ya sudah ayo mas."
kami berdua pun turun dari mobil..dan mengucapkan salam bersama.
aku begitu terkejut ketika kami mau masuk aku melihat Bu Lisa sudah berada di rumahku.
kami hanya saling pandang karna terkejut dengan kedatangan Bu lisa.kami menyapa semua yang ada..
"ini calon penggantinya sudah datang di tunggu dari tadi baru datang."
__ADS_1
kejutan apa lagi ini..aku melirik mas Han tapi sepertinya dia tidak tahu apa-apa.dia pun sama terkejutnya seperti diriku