Ku Temukan Kau Dalam Sujudku

Ku Temukan Kau Dalam Sujudku
kecewa


__ADS_3

hembusan nafasnya begitu terasa meresap ke relung jiwa.seakan tersengat listrik tubuh ini menegang ketika satu kecupan mendarat di leherku.aku hanya memejamkan mata.


"masss……?"


"hmmm..kenapa?"


perlahan dia memutar tubuhku menghadap dirinya.sungguh rasa apa ini..sekujur tubuh terasa kaku.panas dingin,itu yang aku rasakan saat ini.


dia mengangkat daguku agar menatapnya tapi aku tetap tak mampu.jarak kami semakin dekat sangat dekat..entah apa yang harus aku lakukan saat ini..jika aku menolak akan sentuhan nya.maka aku akan berdosa kepada suamiku.


aku hanya mengikuti apa yang dia inginkan.


aku merasa kaget ketika dia sudah menjatuhkan bibirnya.aku meremas kemeja nya dengan kuat.. untuk mengatasi rasa gugupku,jujur ini adalah yang pertama bagiku.aku tidak mengerti harus berbuat apa.


dengan lembut dia menyentuhku.sentuhan itu berubah menjadi ******* yang semakin dalam..dia membantu ku agar mengikuti pergerakan bibirnya.dia mengigit bibir bawahku dan dia bisa memainkannya dengan leluasa menyecap dan meresap bagian mulutku. aku terpejam merasakan rasa yang belum pernah aku rasakan.di menarikku dalam pelukannya dan ciuman kami semakin dalam dan menuntut lebih.


aku hanya bermaksud untuk memeluknya tidak lebih.tapi ketika aku mencium tengkuk lehernya hasratku begitu menggebu untuk minta lebih..


aku menyentuh bibirnya manis dan kenyal itu yang ku rasakan melihat ekspresi wajahnya aku tahu ini yang pertama baginya.kulihat tidak ada penolakan darinya.aku hanya senyum melihat wajahnya yang begitu pasrah dengan apa yang aku lakukan.


sentuhan itu membuatku meminta lebih.lebih dari sekedar sentuhan.aku ******* bibirnya dengan perlahan aku tahu ini adalah yang pertama baginya.jadi harus memperlakukannya dengan lembut.


sentuhan itu membuatku menggila.aku makin di kuasai nafsuku.. sehingga ******* itu semakin dalam..ku lihat dia menikmati permainanku..hingga terdengar suara ******* yang menggoda.


tanganku mulai berkelana menjelajah mencari apa yang ku inginkan..ciuman itu sudah mendarat di leher dan turun semakin bawah. ku lihat dia semakin dalam menikmatinya


"massss…… jangan."


ketika aku akan melepaskan kancing baju miliknya..suara ketukan pintu membuat kami tersadar..dan menghentikan aktifitas kami.


tok…tok…tok…"


ras, Han..ada Rendi di depan."

__ADS_1


"iya Bu sebentar...ku lihat dia diam..dan tertunduk


"maaf ya.. kegiatan kita harus tertunda."


"iiihh mas Han apaan sih?"


" mas kedepan dulu."


"ya udah sana.."


setelah kepergiannya aku hanya berdiam diri.memegang bibirku yang terasa bengkak Karena ulahnya.untung ada Rendi kalau tidak aku benar-benar bisa di makan di siang bolong seperti ini.


ku lihat dirinya sudah berganti pakaian.semua nya seperti mimpi pertemuan yang begitu cepat..dan di pertemukan dalam waktu yang tepat.


"ras?"


"astaghfirullah mas Han ngagetin saja..kenapa datangnya tiba-tiba?"


"hmm kamu nya yang ngelamun suaminya masuk saja tidak tahu..kenapa?"


"iihh apaan sih mas jangan ngaco deh"


"ko ngaco..ya sudah kalau ga mau.tapi mas mau lagi "


"ga mas."


"lagi"


"ngga"


"lagi!"


" mas han?"

__ADS_1


"kenapa, dosa loh ras nolak suami?"


iya tahu mas tapi kan masih siang."


ooh kalau malam boleh ya."


awww.."sakit ras."


"lagian mas Han ko jadi genit sih?"


"genit sama istri sendiri ga apa-apa ras"


"ras?"


"ehmm..besok mas mau keluar kota,ada kerjaan yang ga bisa mas gantikan..kamu ga apa-apa kan mas tinggal?"


aku menatapnya dengan penuh kecewa.baru saja menikah belum juga sehari menjadi suami istri sudah mau di tinggal.hati ku benar-benar tidak iklas.


tanpa aku sadari butiran bening sudah lolos dari kedua mataku..tanpa ada kata yang terucap hanya kecewa yang tersirat.


dia menggenggam kedua tanganku..dan menghapus air mataku.


"ko nangis?"


"maafin mas sayang,bukan maksud mas seperti ini..sebelum kita menikah mas sudah menandatangani kontrak dengan perusahan x..saya harap kamu mengerti."


aku masih diam..ingin rasanya aku mengeluarkan kekecewaan ku terhadapnya.tapi apa daya aku tak mampu yang ada air mata ini semakin deras."


"sayangggg maafkan mas..jangan nangis dong mas kan ga lama cuma satu minggu.kalau kerjaannya sebentar mas bisa pulang lebih cepat.mas janji setelah ini mas tidak akan meninggalkan kamu lagi."


dia membawaku dalam pelukannya dan mencium keningku begitu dalam sehingga rasa kecewaku padanya hilang begitu saja.


"satu Minggu itu lama mas,"

__ADS_1


"mas akan mempercepat kerjaan di sana "


hening tanpa kata ketika hati sedang kecewa, mengeluarkan kata-kata pun percuma hanya cukup dengan airmata seseorang yang tulus mencintai kita akan mengerti kegundahan dalam dada.


__ADS_2