
"sore pak bos?"
"Sore ren..gimana sudah siap?"
"sudah pa bos.hai Bu Laras?"
"jangan liat-liat punya saya ren,kalau tidak?
"iya iya pa bos saya kan hanya menyapa."
"ya sudah sana ayo ras?"
"kemana?"
"ya keruangan saya,kamu tunggu di sana saja."
"sama siapa mas?"
"sendiri ga apa-apa kan?"
"iya ga apa-apa mas,lebih baik sendiri dari pada bedua sama mas Han.itu lebih menakutkan"
"hemm saya tidak semenakutkan itu sayang"
"ih apaan sih mas"
"nah ini ruang kerja saya ras nanti kalau kamu mau istirahat di sebelah sana ada kamar saya."
"ruang kerja nya udah kaya hotel aja mas."
"iya buat saya istirahat kalau sedang males pulang saya tidur di sini."
aku memperhatikan sekeliling ruangan nya mewah,nyaman,dan aku melihat sebuah tulisan CEO.hah..mas Han seorang ceo??apa kah aku pantas menjadi pendampingnya?
"ras ehm kamu kenapa?"
"ga apa-apa mas."
"sepertinya dia tahu apa yang aku rasakan.rasa tak percaya akan siapa dirinya.hingga aku tak sadar dia sudah ada didepan mata..
"mas?"
__ADS_1
"ehm kenapa?"
"apa saya pantas mendampingi dan menjadi istri mas han?mas han seorang CEO.dan saya hanya"
dia menempelkan tangannya di bibirku..
"sssssttt.jangan bicara seperti itu..Allah sudah menentukan kita hidup dengan siapa dan sudah mentakdirkan kita dan bukan manusia yang yang mengaturnya dan apa yang saya punya semuanya hanya titipan.jadi kamu tidak usah berpikiran pantas atau tidak pantas.karna saya sudah memilih kamu"
dia mengangkat daguku perlahan, agar aku menatapnya tapi aku tak sanggung melihatnya ku tundukan mataku..untuk menghindari tatapannya.
"lihat saya ras!"
"ga mauuuu mas"
"kenapa?"
"iya ga mau mas"
aku hanya menatapnya dengan dalam..rasanya aku ingin sekali memeluknya.melihat dirinya seperti itu membuat aku merasa gemes.
"lucu bangat sih calon istri mas!"
"sini mas peluk."
"nah gitu doang kalau sedang bicara liat wajah orangnya jangan nunduk terus."
"ya kan malu mas."
aku hanya senyum melihat tingkah malu dan manjanya..
"boleh ya mas peluk?"
baru saja aku mau memeluknya tiba-tiba datang si pengganggu rendi
"ma…ma…maaf bos saya kira……?
"ada apa ren?"
"semunya sudah siapa pa..saya tunggu di luar!" ehm
kuhembuskan nafas..aku sangat takut.takut benar mas Han akan memelukku.hampir saja..untuk mas Rendi datang kalau ngga.. astaghfirullah..
__ADS_1
aku hanya diam tak mampu berkata.
"saya hanya bercanda ras,saya tidak akan melakukan hal itu.karna saya tahu batasan-batasan saya."
"saya tinggal sebentar ya,ga apa-apa kan?
"iya mas ga apa-apa tapi"
"tapi apa?"
" tapi jangan lama-lama ya."
"iyaaa sayang,mas tinggal dulu ya"
aku hanya senyum ketika dia memanggil ku sayang
tidak aku sangka dia adalah seorang CEO. sedangkan aku hanya seorang guru privat.
pantaskah aku mendampingi Nya?entahlah aku hanya mengikuti jalan yang sudah Allah tunjukan.
aku berjalan ke meja kebesaran dia..tertata rapi.tapi ketika aku mendekat aku melihat fotoku terpasang di meja kerjanya.aku hanya senyum melihat fotoku sendiri.
ku lihat di sebelah fotoku ada fotonya..dia begitu tampan.
"permisi Bu."
"oh iya mba silahkan."
"saya bawakan minuman dan makanan ringan bu,sesuai yang bapak pesan."
"makasih ya mba."
"iya Bu sama-sama."
"pak Han masih lama ya?"
"kurang tahu bu,biasanya lama.tapi kalau sekarang kurang tahu tuh bu."
"oh ya sudah terimakasih banyak ya mba."
"iya Bu sama-sama saya permisi."
__ADS_1
aku merasa lelah,sudah satu jam mas han belum datang juga.aku lihat jam sudah waktunya sholat asar.aku masuk kedalam kamar yang tadi dia tunjukan untuk melaksanakan sholat terlebih dahulu.