
setelah aku merenung dan memikirkannya tidak baik jika aku menjauh dari suami,aku harus bisa memaafkan nya
setalah selesai Sholat maggrib ku lihat pesan yang di kirimkan Rendi, sekretaris dari suamiku..dia mengirim kan semua bukti kejahatan rose dan dia menjelaskan semuanya termasuk rencana Handi.
airmata ku kembali mengalir jika mengingat betapa jahatnya aku kepada suamiku hingga tak percaya akan ucapan nya.
"maafkan aku mas"
setelah selesai sholat isya aku ijin pamit pulang kepada kedua orangtua ku.awalnya mereka tidak mengijinkan ku pulang malam hari,tapi aku tetep ingin pulang dan ingin segera bertemu dengan suamiku.
akhirnya mereka mengijinkan ku pulang malam hari dengan syarat di jemput oleh supir.
aku menelepon ke rumah kebetulan bibi yang menerima panggilan dari ku..
"assalamualaikum?"
"waalaikumsalam bi,ini saya Laras,mang ujangnya ada bi?"
"oh neng Laras,apa kabar neng bibi kangen,kapan pulang?"
"kalau ada mang Ujang malam ini saya minta jemput bi,saya mau pulang "
"Alhamdulillah akhirnya nya kebahagiaan rumah ini kembali,tapi mang ujangnya sedang pergi jemput bapak neng,ada juga mang Karno"
"ya sudah bi siapa saja yang penting malam ini saya pulang"
"baik lah neng saya suruh Karno buat jemput neng Laras ya"
"iya bi saya tunggu ya bi.jangan lama-lama "
"baik neng"
setelah aku minta jemput aku merapihkan segala keperluan ku untuk kembali pulang dan menemui suamiku.
"nak kita pulang ya,kamu pasti kangen kan sama ayah kamu,mamah juga kangen sama ayah kamu"
__ADS_1
seulas senyum kebahagiaan ku ketika akan bertemu suamiku tercinta..
lemah hati ini jika kau tak bersamaku
aku tak sanggup hidup jauh darimu hanya ke salah fahaman aku menjauhi mu dan itu sangat membuat ku tersiksa.
tok..tok..tok..
"ras yang jemput kamu sudah datang,ayo cepatan katanya mau pulang "
"iya bu"
setalah aku berpamitan kepada kedua orang tuaku aku segera pulang ke rumah di perjalanan pak Karno bercerita tentang Han,selama aku tinggalkan dia kembali dingin dan tak pernah tersenyum kembali.
"aku hanya menyesali tindakanku,tidak seharusnya aku menjauhi dia seharusnya aku percaya akan kata-kata nya.
setibanya aku di rumah sudah ada bibi yang menyambutku dengan senyuman..
"neng Laras bibi Ampe kangen,sehat neng?"
"belum neng,ayo kita masuk dulu tidak baik orang hamil malam-malam di luar pamali"
"iya bi"
baru tiga hari aku meninggalkan kan rumah ini tapi rasanya seperti sudah lama aku merindukan semuanya.
"bi saya langsung ke kamar saja ya"
"baik neng selamat istirahat"
"makasih bi"
aku langsung menuju kamar ku dan mas Han di sana lah tempat ternyaman ku ketika bersamanya aku hanya senyum mengingat ketika pertama kali aku masuk kamar kami penuh cinta canda serta tawa.
setelah membersihkan diri aku segera mengganti baju ku..entah mengapa semenjak aku hamil subuh tubuhku begitu panas,dan nyaman dengan baju-baju tipis apa lagi ketika malam hari.
__ADS_1
"sudah pukul sebelas tapi dia belum juga kembali,aku takut terjadi sesuatu kepadanya.hingga aku belum bisa tenang
hingga sebuah suara membuatku bergetar sosok yang aku rindukan terlihat berantakan apa yang terjadi padanya.?
"mas Han,apa yang terjadi mas?"
"sayang mas sangat tersiksa rose mencampurkan sesuatu kedalam minuman mas,mas perlu bantuan kamu ras"
"bantuan apa mas,apa yang harus saya lakukan?"
"sebelum nya mas minta maaf sayang karena mungkin ini akan berdurasi lama."
"tidak apa-apa mas,jadi apa yang harus saya lakukan?"
perlahan dia melepaskan semua baju yang dia kenakan hingga tubuh atletis nya terlihat tubuh yang selama ini aku rindukan..perlahan aku menjauh karena aku tahu apa yang akan dia lakukan.
"mas ..?"
"tolong ras bantu mas,mas sudah tidak tahan lagi"
tanpa ada kata lagi dia langsung mencumbu ku dengan rakusnya perlahan tapi pasti obat itu membuat kami menyatu kembali..perlahan dia kembali normal dan sadar
"mas saya sudah lelah,,kasihan anak kita dalam kandungan jika mas Han tidak berhenti"
tepat pukul dua pagi dia baru berhenti menjamah setiap tubuhku rasanya tubuh ku seperti remuk di hantam oleh senjatanya.berkali-kali dia menyerang ku walaupun di lakukan dengan perlahan tetap saja dia melakukan nya berkali-kali.
"maaf kan mas ya,mas juga tidak tahu berapa dosis yang di berikan wanita itu hingga mas menjadi meng gila seperti ini"
tanpa bersuara aku hanya memeluk nya aroma ini yang selalu ku rindukan selama tiga hari yang selalu nyaman sekali jika tidur dalam pelukannya.
"terimakasih sayang"
cup
kami pun terlelap dalam mimpi yang indah..
__ADS_1