
"ehm…ehm.."
kami berdua pun sontak melihat kearah suara itu berasal.
"mas sama mba Laras di panggil ibu."
"iya sebentar lagi mas kesana."
kami berdua pun menghampiri ibu..
"sini nak duduk sama ibu."
"iya Bu."
aku duduk di samping ibu dan mas Han di samping sebelahnya lagi..ibu menggenggam tangan kami berdua.
dan ibu menatap kami bergantian..
"Han ibu cuma mau pesan sama kamu dan laras.jika kita mau punya niatan baik akan selalu ada cobaan nya.kalian harus bisa menghadapi cobaan itu.kamu Han sebagai suami harus bisa menghargai istri kamu dan kamu ras sebagai istri harus menghormati suami kamu."
"satu sama lain harus saling mengisi kekurangan kalian masing-masing..jika ada masalah dalam rumah tangga.cukup kalian saja yang tahu.selesaikan bersama."
"ras..ibu titip anak ibu sama kamu.ibu yakin kamu adalah istri yang baik buat anak saya dan buat cucu saya nanti."
"dan kamu Han..ibu minta kamu jangan pernah sakiti istri kamu.kamu pernah di sakiti kan?dan tahu bagaimana rasanya?jadi ibu minta sayangi istri kamu sepenuh hati kamu."
aku hanya diam mas Han juga diam..kami mendengarkan pesan ibu.aku langsung memeluknya.
"makasih Bu,terimakasih sudah mau menerima saya dan merestui kami."
__ADS_1
"ibu menciumku dan memelukku...aku sangat terharu dengan perlakuannya..
"Bu udah dong peluk-peluknya..gantian aku juga mau di peluk sama Laras bu."
pluk..."awww..ko malah di pukul sich Bu?"
"kamu tu..gatal bangat han belum halal udah pengen peluk-peluk saja."
hehehe..aku menggaruk kepala ku yang tak gatal..
"besok acaranya jam berapa han?"
"sekitar jam delapan malam Bu."
"apa semuanya sudah rapi han?"
"sudah Bu nanti sore saya akan memastikan dan mengecek langsung ke rumah Laras sekalian antar Laras pulang"
"ya udah ibu mau cek buat besok takut ada yang kurang."
"iya Bu"
"ga apa-apa kan ibu tinggal dulu."
"saya ikut ibu saja."
"ya udah ayoo.."
"jangan…bu kalau Laras ikut nanti dia tahu apa saja yang mau kita bawa dong."
__ADS_1
"ooh iya juga ya."
"ya udah ras kamu di sini saja sama Han."
"tapi bu?"
"ga apa-apa ras ibu percaya ko sama anak ibu kalau dia macam-macam pukul saja,ya udah ibu tinggal dulu ya."
bisa-bisa nya dia seperti itu...menggoda aku di depan ibunya.ehmmm.
"ras..?"
"hmm.. pernikahan seperti apa yang kamu mau?"
"yang biasa-biasa saja mas sederhana..yang penting sah Dimata hukum dan agama."
"ehmm..ras kamu ga mau acara resepsi yang mewah..seperti orang-orang?"
aku berbalik menghadap dirinya untuk memastikan sebuah jawaban.."hmm
mas Han dengarkan saya itu mereka bukan saya kita tidak usah buang-buang uang untuk semua itu mas,yang di nanti itu akad nya.bukan pestanya."
"saya tidak minta apapun dari mas han saya hanya ingin pernikahan kita lancar di ridhoi Allah..sampai rumah tangga kita nantinya bahagia dunia akhirat."
dia menggenggam tanganku dan membelai lembut kepalaku..
"terimakasih sudah menerima saya apa adanya"
ku hembuskan nafasku ketika dia memperlakukan ku seperti itu..perlakuan sederhana tapi mampu menusuk kedalam jiwa.tatapan yang biasa tapi mampu membuat hati terbias dalam Sebuah cinta.
__ADS_1
cinta yang tumbuh dengan rasa yang iklas akan membuahkan cinta yang suci. tanpa ada kata yang mampu terlontar dalam sebuah ungkapan.hanya rasa yang ingin di rasakan..rasa yang begitu dalam..aku mencintaimu mas Handi wijaya.