
sudah menunjukan pukul empat sore hatiku mulai tak tenang,aku meninggalkannya sendiri di sana,aku takut dia jenuh aku hanya senyum mengingat kejadian tadi..dia yang selalu membuat hatiku nyaman.dia yang selalu membuat hatiku jatuh cinta setiap detik setiap waktu.dan kesolehan nya yang membuatku terpesona.
"bagaimana pak?"
sepertinya hati sama pikiran pa bos ada di ruangan nya dari tadi senyum senyum sendiri iiihh ngeri liat si bos kaya gitu.kaya orang kesambet. batin rendi
"ehm…ehm pa bos,pa boss.?"
"ooh iya gimana sudah selesai?"
"apa nya yang selesai,pak bos aja belum menjelaskan apa-apa."
"oh iya sampai dimana tadi pembahasan kita."
"jadi gimana pa bos proyek yang di kota x?mau di ambil apa tidak?kalau itu kita ambil Minggu depan kita survei lokasinya."
"baik lah kita ambil ren siapkan berkas-berkas nya untuk di tandatangani.baiklah mungkin cukup sampai disini dulu pertemuan kita,minggu depan kita bertemu di sana.saya ucapkan terimakasih banyak Karena sudah mau bekerja sama dengan perusahaan kami.saya permisi.
ren tolong bereskan semuanya saya duluan."
"baik pa bos."
aku tak sabar ingin bertemu dengan nya padahal baru beberapa jam aku tinggal.aku langsung menuju ruangan ku,ketika ku buka pintu..alunan ayat-ayat al'quran sudah terdengar dengan indah di telingaku.ku pelankan langkahku agar tak mengganggu nya.ku lihat dia masih menggunakan mukena.
ya Allah ini kah bidadariku yang kau kirim untuk mendampingiku.lancarkan niatan hamba untuk menikahi nya ya Allah.
__ADS_1
"mas Han,mas…?"
"eeh maaf saya ganggu ya kamu ras?"
"ga apa-apa ko mas saya sudah selesai,mas Han sudah selesai rapatnya?"
"Alhamdulillah sudah selesai "
"mas Han sudah sholat?"
"belum."
"ya sudah cepat sana mumpung masih ada waktu."
"iya makasih ya sayang sudah ngingetin mas buat sholat."
aku hanya senyum mendengar penjelasan dia segitu malu nya kah dia dengan apa yang aku perbuat untuk nya.
setiap aku mengeluarkan kan kata sayang dan menatapnya dengan cinta dia selalu menghindar dari tatapan ku dan pipinya selalu merah merona membuat ku ingin segera memeluknya...
"ya sudah sana ambil wudhu dulu mas."
"iya sayangggg"
"iih apaan sih mas Han."
__ADS_1
astaghfirullah jantungku bisa keluar kalau dekat-dekat terus sama mas Han..
dengan wajah yang masih basah kemeja yang di gulung sampai siku,membuat aku diam tak berkata hanya mampu menatap penuh makna.diam seribu bahasa mengagumi ciptaan nya yang begitu menggoda.iman dan jiwa.
"ras…ras kamu kenapa?"
"astagfirullah saya ga apa-apa mas,saya tunggu di luar saja yang mas,permisi."
"hmmm kalau saja sudah halal aku tidak akan melepaskan kamu ras."aku hanya senyum melihat tingkah dia yang berlalu dari hadapanku.
setelah selesai solat aku keluar dan aku melihat dia sedang duduk di sofa sepertinya dia sedang membaca sebuah pesan.
aku mencoba mendekat..dia masih fokus ke layar hapenya.hingga aku duduk di sampingnya dia belum sadar juga.
"pesan dari siapa ras,penting bangat ya? saya sampai tak di anggap."
"astaghfirullah.iih mas Han kaya hantu saja datang tiba-tiba bikin kaget saja.duduknya jangan deket-deket mas.ga enak kalau ada yang liat kita kan belum halal."
"siapa yang berani kesini ras? disini hanya kita berdua dan saya tidak akan pernah melakukan kesalahan yang sama."
" ma..maksud mas han?"
"saya sudah kunci biar ga ada pengganggu."
"hah?"
__ADS_1
aku sangat kaget mendengar dia sudah mengunci pintu ruangannya.aku cepat-cepat bangun ingin pindah duduk tapi mas Han mencegahku dan mencengkram tanganku.akupun terjatuh dalam pangkuannya.mata kami bertemu lagi-lagi jantungku berdetak kencang.dia diam aku pun diam.tak bisa berkata...waktu seakan berhenti hanya detak jantung kami yang terdengar.
(kalau di film India mungkin sudah nyanyi ya😁)