
dring…dring…dring…"ahhh ko mas Han telpon??aku harus jawab apa."
untuk ketiga kalinya telponku berbunyi.aku bingung harus menjelaskan apa lagi..aku kirim pesan lagi saja.agar mas Han tidak telpon
." jangan telpon, saya malu"
"kenapa malu?"
tidak ada balasan darinya..kami tidak saling bertatap.tapi ada rasa yang tidak bisa di ungkapkan dengan kata-kata..
"jangan telpon"
"iya kenapa mas ga boleh telpon"
"pokoknya jangan telpon"
aku hanya senyum-senyum sendiri rasanya seperti anak remaja yang baru merasakan jatuh cinta.ahhh aku telpon saja.aku sangat senang ketika menggoda dia.aku bayangkan ekspresi wajahnya ketika aku menelponnya.hahaha
"iiihh di bilang jangan telpon,masih saja telpon."
untuk sekian kalinya mas Han menelponku.sepertinya dia tidak akan menyerah,sebelum aku menjawab telpon darinya.
"assalamualaikum?"
"walaikumussalam..kenapa telpon?"
"mas hanya ingin mendengar langsung jawaban kamu ras."
"jawaban apa?"
"pesan yang tadi kamu kirim ke mas!"
"yang mana?"
"ras??"
aku hanya diam bingung harus memulai dari mana.
"ras,coba jelaskan apa isi pesan yang kamu kirim tadi,apa harus saya bacakan?"
__ADS_1
" apa?"
"ya sudah mas ulangin pertanyaan mas seminggu yang lalu."
"rasanya..mas ingin kamu jadi istri mas.apa
kamu bersedia jadi istri mas?"
"iiih kan tadi udah saya kirim jawabannya"
"iya tapi mas ingin mendengar langsung dari mulut kamu."
"ga mau!!"
"kenapa?"
"ya ga mau mas."
rasanya??????"
"saya bersedia menjadi istri mas Hannnnnn."
laraspun…laras…cuma bilang begitu saja susah bangat."
ahhh malu bangat……kenapa juga harus telpon...tak lama aku menutup telpon dari mas Han adzan subuh pun berkumandang.aku melaksanakan sholat subuh..setalah selesai sholat seperti biasa aku membantu ibu mengerjakan tugas rumah.
"kamu kenapa ras senyum-senyum sendiri?kesambet?"
ga Bu lagi bahagia aja."
"bahagia kenapa?"
"nanti juga ibu tahu."
".ooh mau main rahasia-rahasiaan sama ibu ceritanya ni?"
"ga ko Bu."
".terus kamu kenapa bahagia bangat. ga biasanya pagi-pagi sudah senyum-senyum."
__ADS_1
"ehmm bu?"
" apa ras?"
"Bu bagaimana kalau ada yang mau menikah sama saya?"
"ibu sih ga apa-apa ras..yang penting kuliah kamu selesai,terus laki-lakinya sayang sama kamu.tapi yang lebih penting agamanya ras."
"wahh jangan-jangan anak ibu mau nikah ya?"
"ahh ibu"
"loh kenapa?ko kamu jadi merah begitu mukanya? jadi bener ya?anak ibu mau menikah?" aku tidak menjawab hanya mengangguk kan kepala.
"kamu sudah yakin dia pilihan Allah untuk menjadi imam kamu?"
"insyallah yakin bu!sudah satu Minggu saya minta petunjuk dari allah.dan hari ini hati saya sudah benar-benar yakin.yakin kalau dia jodoh yang saya pinta di setiap doa saya."
"anak ibu udah gede ya??ibu sama ayah tidak bisa melarang kamu, kami sebagai orang tua hanya bisa mendoakan semoga anak bungsu ibu sama ayah selalu bahagia."
"makasih Bu."
aku pun dan ibu saling berpelukan tanpa terasa air mata kami membasahi pipi kami berdua..
"jangan nangis sayang!"
"ibu nya nangis.aku jadi ikut nangis"
"sudah jangan nangis lagi nanti cantiknya hilang."kami berduapun tertawa bersama.
Udah katanya mau lari pagi.udah sana nanti keburu siang."
"astaghfirullah saya lupa bu.ya udah saya berangkat ya Bu."
"hati-hati."
"iya Bu."
aku tidak akan menunggu lagi.aku akan segera menikahimu secepatnya.
__ADS_1
pagi-pagi sekali aku sudah siap kerumah laras.tidak aneh jika aku tahu semua tentang Laras bahkan latar belakang keluarganya aku sudah tahu.karna aku sudah menyuruh Rendi untuk mencari informasi tentang keluarganya.