
dring…dring…"hallo siapa ni?masih pagi nanti saja telponnya."
ooh begitu ya sudah.saya tutup telponnya tapi bulan ini gaji kamu saya potong."
"siapa??hah?pa bos???? ma…ma…maaf bos saya siap membatu pa bos."
"cepatan bangun anter saya kerumah laras, saya mau ketemu orangtuanya."
"sepagi ini?"
"ini sudah siang ren.cepetan saya tunggu 30menit lagi.lewat dari 30menit saya benar-benar akan memotong gajimu bulan ini."telpon pun di tutup
"ya Allah begini nie kelakuan si bos.kalau pengen apa-apa tu harus dapat.bos han…bos Han."
"lama banget kamu ren..sudah lebih 30menit
jadi gaji kamu saya potong."
"ya ampun bos cuma telat lima menit saja Ampe di potong,ya sudah kalau begitu saya ga kasih tahu alamanya ni!"
"ooh kamu sudah berani ngancam saya?"
"ng…ngga bos.tadi cuma bercanda.heheh"
"habis dari rumah laras.kita langsung k kantor ya."
ok pa bos.kita jalan ni?"
" iya lah.."
berangkatttt……
"pa bos dari tadi senyum-senyum sendiri saja.saya jadi ngeri liatnya."
"kenapa ?kamu pikir,saya gila?"
"bukan begitu pa,ga biasanya pa bos sebahagia ini.apa lagi kemarin-kemarin pa bos galau terus."
"iya kamu benar ren,hari ini saya bahagia bangat.sangat bahagia.karna Laras mau menerima saya jadi suaminya."
__ADS_1
"hah??yang benar pa?kalau begitu saya ikut bahagia pa.akhirnya pa bosku menikah juga."
"nah pa bos ini rumahnya."
"yang mana ren?"
inikah pa depan kita."
"kamu ga salah alamat kan ren?"
"ya nggak lah pa.semua informasi yang saya dapat.itu semua benar.rendi Gito loh.."
"ya sudah aku turun.kamu mau di sini apa ikut turun ren?"
"saya ikut bapa saja.takut bapa pingsan kalau di tolak sama orangtuanya Bu laras."
"ga ada alasan mereka menolak saya ren,anaknya saja sudah siap menikah sama saya.mang kamu yang selalu di tolak."
"pa bos bisa saja.ya sudah ayo kita turun"
"siap pa bos.."
"assalamualaikum…assalamualaikum… belum di jawab pa..apa ga ada orangnya ya pa? sekali lagi ya pa bos."
assalamualaikum"
"walaikumussalam..eeh ada tamu dari tadi ya.maaf ya ga kedengaran, ibu tadi lagi di belakang"
"ayoo duduk, dulu "
"oh iya makasih Bu."
ayo…ayo duduk sini.maaf ya rumahnya jelek."
"ga apa-apa ko Bu ini juga bagus."
"maaf mau cari siapa ya pa?"
"ehmm jangan panggil saya pak bu! panggil saja saya Han.
__ADS_1
"sudah terima saja, emang pa bos sudah pantes di panggil bapak hehehe"
"diemmmm kamu,sekali lagi kamu komentar saya benaran potong gaji kamu."
"ma…ma…maaf pa bos."
"ooh nak han.kalau satu lagi ini siapa?"
ooh saya Rendi bu.asistennya pa han."
" oh,mau ketemu siapa nak?
"ehmm saya temannya Laras Bu."
"lebih tepatnya calon suami Bu Laras bu."
"rennn.."
"iya maaf pa keceplosan."
"ooh ini yang tadi pagi Laras ceritain sama ibu..ganteng ya."
aku hanya senyum mendengar ucapan ibunya Laras.
"maaf Bu ko sepi larasnya kemana?
"Laras belum pulang palingan masih lari-lari di sekitar komplek.tunggu saja bentar lagi juga pulang."
"maksud ibu lari pagi??iya..katanya biar langsing."
"kalau bapak kemana bu?"
"bapak sedang di kamar mandi.bentar lagi juga selesai."
"bentar ya ibu buatin minum dulu."
"ga usah bu.ga usah repot-repot."
"ga repot ko nak orang cuma minum. ya udah ibu tinggal dulu ya."
__ADS_1
"oh iya Bu silahkan."
"ehm biar langsing,,kamu gendut saja aku akan tetap suka ras" batin handi