Ku Temukan Kau Dalam Sujudku

Ku Temukan Kau Dalam Sujudku
perkenalan keluarga


__ADS_3

"assalamualaikum?"


kami mengucapkan salam bersamaan.


"waalaikumsalam..sini ndo duduk"


seorang wanita lebih tua dari ibunya mas Han memanggil aku untuk duduk bersamanya..


aku menyalami satu persatu keluarga besar mas Han..


mereka begitu baik dan perhatian,mereka bercanda tertawa bersama..


Han gimana buat acara besok Han apa sudah siap.?"


"sudah bude sudah semua."


"Alhamdulillah..akhirnya anak ibu menemukan jodohnya kiraan ibu kamu ga mau nikah dan hidup sendiri terus"


" ya engga lah saya juga masih normal bude."


tring…tring…"bentar ya ras saya angkat telpon dulu."


"iya mas"


aku sedikit canggung dengan keluarga mas Han apa lagi aku baru bertemu mereka semua aku kira hanya ada ibu dan adiknya saja ternyata mereka datang semua aku hanya diam memperhatikan mereka mengobrol entah apa yang mereka bicara kan karena semuanya berbahasa Jawa.


"ras nanti kalau sudah jadi istri Handi .kamu harus banyak -banyak sabar ya..dia usianya saja tua tapi kelakuan nya manja kaya anak kecil."


aku hanya senyum mendengarnya karna ada tidak menyangka seorang yang terlihat tegas dan dewasa punya sifat seperti itu.


"ndo apa kamu sudah tahu apa saja yang si Handi suka dan tidak suka?"


aku hanya menggelengkan kepala..Karna aku benar-benar tidak tahu.kenal saja baru satu bulan.


"ya wis nanti kamu tanya sama orangnya langsung ya ndo biar nanti kamu jadi istri yang di sayang."


"iya bude."


"Han beruntung dapat kamu ndo udah cantik Solehah lagi."


"makasih bude" aku hanya senyum mendengar pujian dari salah satu budenya mas han.tidak lama mas Han datang dengan membawa senyum yang begitu manis.


"telpon dari siapa mas?"


"dari Rendi dia sudah mempersiapkan segalanya buat acara kita besok.termasuk data-data kita buat ke KUA.semuanya sudah rapi."


aku hanya menatap mas Han kami hanya saling menatap tanpa ada kata..kami melupakan mereka.yang duduk diantara kami..


"ehm…ehm… pandang terus sampai lupa ada kami disini serasa dunia milik berdua."ujar Dila.hahaha..


aku hanya tertunduk dan tersenyum.


"kenapa han?"


"itu Bu tadi Rendi telpon buat acara lamaran besok sudah di siapkan terus tanggal berapa menikahnya han?"


"tiga hari setalah lamaran kita langsung nikah bu."


"alhamdulilah."serentak mereka menjawab.


tiga hari setelah lamaran,kenapa secepat itu,aku menatap ke arahnya meminta penjelasan kenapa semuanya begitu cepat tidak kan dia bertanya dulu akan keputusan nya.


"ya sudah..karna sudah waktunya makan siang sebaiknya kita makan dulu."


"Han,ajak laras nya dong."


"laras ga mau makan katanya bu."


"loh ko begitu,kenapa ras..?"


"ngga bu.saya tidak bicara seperti itu."

__ADS_1


"han?"


"iya benar Bu dia ga mau makan tapi maunya di makan."heheh


"waduhh ada-ada saja kamu Han,itu mah maunya kamu,ya sudah ibu duluan nanti kalian nyusul ya."


"iya Bu".


"aw…aw…aw.sakit ras..iya iya saya minta maaf"


"lagian jail bangat sih mas kan malu,"


"iya mas minta maaf kita makan dulu ya."


"mas,kenapa tidak bilang dulu jika pernikahan kita sebentar lagi,apa mas han sudah bilang sama bapak dan ibu saya?"


"maaf ya ras,saya tidak minta persetujuan kamu dulu,pikir saya jika ibu dan bapak sudah setuju maka kamu juga akan setuju"


"jadi bapak sama ibu sudah tahu mas"


"iya..justru bapak yang menyarankan akan pernikahan kita di percepat,"


"apa kamu tidak mau kita menikah lebih cepat ?"


"bu..bukan seperti Bu itu mas, saya senang ko mas han mempercepat semuanya karna itu lebih baik dan kita terhindar dari perbuatan yg tidak diinginkan kan,tapi saya.."


"mas tahu apa yang kamu khawatir kan,mas tidak akan meminta hak mas sebagai suami jika kamu belum siap,dan mas tidak mau kamu takut akan hal itu ras"


"mas han"


"jangan di pikirkan lagi semuanya akan baik-baik saja selama kita di jalan yang benar,ayo kita makan dulu tidak enak sudah di tunggu yang lain"


kami berdua pun menyusul yang lain kemeja makan untuk makan bersama.


"makan yang banyak ras?"


"ga mas terimakasih."


bulu halusku sampai merinding ketika dia berbisik di telingaku.


yang banyak juga"


sontak aku mencubit tangan mas Han..


"awww…"


"jangan macam-macam mas."


".saya hanya bercanda ras."


"kalian tu kenapa senang bangat cuekin orang disini ada kami loh tapi kami tak di anggap.yu wis di lanjut makannya.."


tidak ada lagi suara.yang terdengar hanya suara sendok dan garpu


satu persatu meninggal kan meja makan. Hanya kami bertiga dengan si bibi.


"bi saya bantu bereskan ya."


"ga usah neng biar bibi aja."


"ga apa-apa bi..bibi ngerjain yang lain saja biar saya yang mencuci piring."


"waduh saya jadi ga enak ini neng."


"udah bi enak -enakin saja biar Laras,saya yang bantu."


"tapi pa."


"udah sana."


"mas Han ga usah ikut-ikutan nanti malah ga kelar-kelar,mas Han duduk di situ saja."

__ADS_1


"ya sudah kalau begitu mas liat dari sini saja ya."


"ras ?"


"ehmm?"


"i love you."


"iih apa sih mas Han lebay bangat."


"ras?"


"hmm apa lagi mas"


" i.love you."


"iih mas Han."


"jawab dong ras,masa dari tadi belum di jawab"


ku lihat dia dengan wajah yang tak semangat karena aku tidak menjawab apa yang dia katakan


"apa cuma saya saja yang sayang sama kamu ya ras,apa kamu tidak sayang sama saya?"


terdengar dia bangkit dari duduknya hendak pergi dari dapur aku segera berbalik dan mendekat ke arahnya.


"love you to mas Handi wijaya"


ku lihat senyum yang begitu manis dari wajah nya ketika ku ucapkan perasaan ku kepadanya


"coba ulangi saya tidak mendengar nya"


"ga mau "


aku berbalik dan menjauh dari nya tapi dia menarik tangan ku hingga tak ada jarak antara kami berdua


"mas lepasin nanti di liat ibu ga enak mas"


"ulangin lagi ucapan kamu baru saya lepaskan"


"mas Han tolong.."


tak ada pergerakan bahkan dia semakin mendekat


"stop mas jangan seperti ini,"


bukannya berhenti tapi dia semakin dekat bahkan hembusan nafasnya begitu terasa menyapu wajahku


ku pejamkan kedua mataku karna tak sanggup melihat tatapannya.


"saya sayang sama mas Han love you too mas han"


perlahan pelukannya di lepaskan dan ku lihat dia tersenyum penuh dengan ke menangan.


pluk..merasa kali ini aku sudah masuk dalam permainan nya ku pukul dada bidang nya


"puas"


ku tinggalkan dia berlalu dan melanjutkan pekerjaan yang tadi sempat tertunda oleh ulah konyolnya


kami berdua pun selesai mencuci piring..


"mas han antar saya pulang ya."


"nanti aja pulang nya sekarang masih siang."


"ga mau mas saya mau pulang sekarang."


"iya iya saya antar...jangan di majuin begitu dong bibirnya."


"kenapa,jelek ya mas"

__ADS_1


(kalau kamu terus begitu..saya bisa khilaf lagi ras")


"tidak usah di pikirkan,ya sudah ayo kita kedepan dulu"


__ADS_2