
dia berbalik kembalik mendekat
"ras..maaf ya…tadi saya ga sengaja tangan saya replex."
aku hanya diam dan menunduk aku malu..sangat malu..
"jangan takut saya akan bertanggung jawab dan menjelaskan yang sebenarnya terjadi antara kita, sekali lagi saya minta maaf.saya kedepan dulu ya"
ahh senyum itu kembali muncul di bibirnya..
aku melihat dia hanya tertunduk tanpa kata,tapi aku senang melihat dia begitu malu.itu berarti aku orang pertama..
"bude..tadi tidak seperti yang bude lihat
saya sama Laras hanya"…
"hanya apa han?sudah kamu jawab jujur saja pertanyaan aku..kenapa tiba-tiba kamu kesini dan makan siang bersama laras?"
"ehmm…saya kesini."
aku hanya diam…aku bingung harus jawab apa. bude sepertinya sudah tahu apa tujuan aku datang kesini.
"han…?kenapa? dengan kamu diam bude sudah dapat jawabannya dan bude sudah tahu semuanya jadi kapan kamu akan menikah dengan laras?sesuatu yang baik tidak boleh di tunda han.lebih cepat lebih baik.laras itu anak yang baik han.dia juga solehah.aku yakin dia akan menjadi istri yang baik buat kamu dan menjadi ibu dari anak-anak kamu kelak."
aku terdiam dengan ucapan bude, ada rasa senang di hati kecilku.ternyata keluargaku merestui kalau bude sudah merestui maka ibu pun akan merestui.tapi aku juga ada rasa takut,takut Laras tidak mau menerimaku menjadi suaminya.
"han…?"
__ADS_1
"iya bude saya akan secepatnya menikahi laras! itu pun jika dia menerima saya"
"terus bagaimana perasaan kamu sama dia han?"
"dari awal saya bertemu dengan dia hati saya sudah yakin kalau dia jodoh saya bude.tapi saya tidak tahu perasaan dia terhadap saya bude.saya takut cinta saya tidak terbalas."
"Han..kamu itu laki-laki jangan patah semangat.yakin kalau Allah sudah mengatur semuanya."
"sebentar ya.aku panggil laras dulu."
"ras…laras…ras!"
" iya Bu."
"kesini sebentar"
"ga usah takut ras.emang kamu sama han sudah melakukan apa?cuma makan siang doang kan?"
aku hanya menganggukan kepala.
"ehmm ya sudah sana..ga usah takut palingan kamu di" tangkap nikah..
"mbaaa ko begitu saya tambah takut saja."
sudah sana nanti Bu Lisa keburu marah."
"ya sudah saya kedepan ya mba."
__ADS_1
"duduk sini ras..ga usah takut ras aku ga akan marahin kamu ko.
".iya Bu."
hatiku bener-benar takut aku sangat gugup dengan kondisi seperti ini.aku duduk di sampingnya aku seperti pencuri yang sedang tertangkap basah oleh polisi.ehmm dengan rasa ragu aku memberanikan diri untuk bertanya.
"ada apa ya bu?"
"ras aku mau bertanya tapi kamu jawab jujur ya..jangan di tutup tutupi."
"iya bu!"
"ras apa kamu punya pacar? "
aku hanya menggerakan leherku kekiri dan ke kanan bertanda aku tidak punya.karna aku tidak pernah ingin pacaran.ku lihat Bu Lisa hanya senyum dengan jawabanku.dan dia melirik ke sebelahku.
"han selesaikan secepatnya aku serahkan semuanya sama kamu.aku tinggal dulu.jangan macam-macam lagi loh han?"
"iya budeeee"
"ras…boleh aku jujur?"aku hanya terdiam dan tertunduk.tanpa mengeluarkan kata.
"ras aku sudah yakin akan hatiku.dari pertama aku bertemu dengan kamu aku sudah yakin kalau kamu adalah jodoh yang dikirim Allah untuk ku.jadi sekarang……ehmm apa kamu mau menjadi istriku?"
deg……aku sangat terkejut dengan pengakuan dan permintaannya aku mencoba memberanikan diri untuk menatapnya. mata kami saling bertemu, saling menatap saling mencari jawaban,dan kejujuran.
aku masih bingung harus menjawab apa,karna pertemuan ku dengan nya begitu cepat butuh waktu untuk menyakinkan hati ini menerima dia sebagai pendamping ku.
__ADS_1