
tidak mudah menyembuhkan rasa luka yang Pernah rasa sakit yang tak bisa di ucapkan oleh kata,kecewa?.mungkin dulu hati ini kecewa dengan apa yang dia lakukan jika bukan karena sikapnya mungkin luka itu masih ada, perlahan rasa sakit dan kecewa itu hilang karena ucapan dan tindakan nya.
"ko melamun neng,bosen ya?"
"iya bi,saya ingin keluar tapi tidak boleh sama mas Han, bibi tahu sendiri kan selama saya hamil dia begitu posesif"
"itu tandanya bapak sayang neng"
aku hanya tersenyum ketika orang lain pun tahu jika dia begitu sangat mencintaiku.
"emm bi,ko semalam saya mimpi di rumah ini sangat ramai tapi saya dan mas Han terlihat menyedihkan,itu kenapa ya bi"
ketika aku bercerita tentang mimpiku ku lihat wajah bibi berubah dan mulai panik
"mimpi itu bunga tidur neng,jadi tidak usah terbawa mimpi insyaallah tidak akan terjadi sesuatu "
"aamiin"
benar kata bibi,mimpi itu hanya bunga tidur Mungkin semalam aku sangat lelah jadi mimpi yang aneh-aneh.
tok..tok..tok..
"siapa yang datang di jam segini bi?"
"tidak tahu neng,mungkin temannya bapak"
"ya sudah buka pintu nya bi"
"baik neng"
aku begitu kaget dan sangat takut ketika bibi masuk dengan seseorang yang tidak aku kenal mereka berjumlah dua orang kaki ku seakan tak bisa di gerakan aku tidak bisa berbuat apa-apa ketika melihat si bibi sudah di todong dengan senjata tajam.
ku lihat bibi begitu takut,hingga ku lihat wajah pucat nya..
"bangun"salah satu dari mereka mulai mendekat dan memerintah kepada ku.
"si-siapa kalian,dan apa yang kalian ingin kan?"
tiba-tiba tanganku di tarik paksa hingga aku terjatuh di atas sofa.
bibi yang melihat aku di perlakukan kasar oleh orang -orang asing ini,berteriak dan memohon.
"hentikan...jangan .saya mohon jangan sakiti majikan saya dia sedang hamil"
"seperti nya Nene tua ini akan mengganggu kerja kita,ikat dan tutup mulutnya"
"baik bos"
"mas Han aku mohon tolong aku dan anak kita mas"batinku
"apa mau kalian"
"kami hanya melakukan tugas kami untuk membalaskan dendam orang yang sudah suami anda sakiti."
"ma.. maksud kalian?"
"kalau ingin nyawa anak yang di dalam perut anda selamat maka ikuti apa yang kami mau"
salah satu dari mereka mulai tidak sopan dengan tindakan nya tanpa ada kata tangan ku langsung mendarat di wajahnya.
"plak
"kurang ajar,jadi kamu ingin saya bertindak kasar baik lah, seperti nya orang hamil lebih terlihat menggairahkan"
"jangan coba-coba mendekat,pergi kalian"
aku berlari kemana aku bisa berlari tapi kedua penjahat itu terus mengejar hingga aku terjatuh dan tertangkap oleh mereka perut ku terasa begitu sakit karna benturan.
__ADS_1
"saya mohon lepaskan saya"
aku di paksa dan di seret ke kamar tamu..dan salah satu dari mereka sudah siap memasang kamera,apa yang sedang mereka lakukan.
"ikat kaki dan tangannya agar tidak terjadi perlawanan"
"ya Allah berikan hamba mu kekuatan hamba mohon"
sekuat tenaga aku mencoba melawan dengan sisa tenaga yang aku punya..
"bruk"
"dasar wanita sialan.."
sebuah pukulan keras menghantam perut ku dan membuat ku tak sadarkan diri
"dimana aku,mas han?"
"mama...mama..mama.."
"nak apa itu anak mama"
ku peluk begitu erat seorang anak perempuan yang begitu cantik dan memelukku begitu erat dan hangat.
"kita pulang ya nak,papa pasti ingin melihat kamu dan memeluk anaknya juga"
"tidak ma,aku harus pergi,mama harus kuat dan harus temenin papa,"
"kamu mau kemana nak?"
"aku harus pergi ma,"
"mama ikut ya"
"tidak boleh mama harus kembali dan temenin papa"
perlahan dia melepaskan kan pelukannya dan dia menatapku dengan senyuman yang begitu manis,dia semakin menjauh berlari dan terus berlari hingga bayangannya semakin tak terlihat..
aku tak mampu menahan walaupun itu sangat sakit
deru nafasku tak bisa tertumpahkan hanya sesak di dada ketika melihat dia pergi dan menjauh dari pandangan ku
sakit..sakit tapi tak bisa di obati,sakit tapi tak terlihat.walaupun darah menetes rasa sakit itu tidak bisa di rasakan
kenapa sesakit ini,aku tak bisa berlari ketika dia menjauh tak mampu menahan ketika dia mulai menghilang hanya diam menatap tak bersuara
hanya airmata dan sesak di dalam jiwa,entah rasa sakit apa itu kenapa sesakit ini.
ini sangat menyakitkan..
aku tidak mengerti dengan semua ini,lebih sakit dengan apa yang selama ini aku lalui.
Handi
hati ku tiba-tiba merasakan tidak enak,aku merasa kan kegelisahan dalam perjalanan ku ke kantor,
"ada apa pak,kenapa saya liat bapak sangat tidak tenang?
"entah lah ren,hatiku tiba-tiba teringat istriku di rumah"
krekkkk..
Rendi tiba-tiba menghentikan mobil nya secara mendadak
"ada apa ren?"
"saya lupa pa bos dokumen untuk rapat pagi ini tertinggal di ruang tamu pak bos"
__ADS_1
"kamu itu bagaimana sih ren,kita sudah setengah perjalanan,jam berapa kita rapat?"
"jam sebelah siang pa bos"
aku melihat jam tangan ku.masih satu jam lagi untuk rapat dan membahasa proyek baru
"putar balik ren,kita ambil ke rumah"
"baik pak"
dalam perjalanan aku mencoba menelpon istri ku berkali-kali aku menghubungi nya tapi tidak ada jawaban.
"ren kenapa no istriku tidak bisa di hubungi,?"
"mungkin ibu sedang di kamar mandi pak"
"entah lah,di percepat bawa mobilnya ren"
"baik pak"
tinggal satu belokan lagi aku sampai di rumah tapi rasanya sangat lambat, tiba-tiba orang rumah menghubungi ku.
"bibi?"
"ada apa pak?"
"tidak ada ada apa ren, mungkin aku terlalu khawatir sama istri ku"
"iya ada apa bi"
"pa..to..long..tolong ibu pak"
"ada apa bi,kenapa dengan ibu?"
Tut....Tut...Tut...
tidak ada Jawaban lagi, sambungan telpon terputus.hatiku semangat tak tenang setalah dapat kabar dari rumah..
setalah sampai aku segera turun dari mobil ku lihat gerbang rumah yang sudah terbuka.dan ada sebuah mobil yang tidak aku kenal..
kedua security rumah sudah terikat tak sadarkan diri ketika ku buka pintu di ruang tamu ada bibi yang sudah tak sadarkan diri dengan luka yang begitu parah di bagian kepala.
"bi..bibi..sadar bi,mana Laras bi?"
tanpa ada suara bibi hanya menunjukkan dimana istriku berada
"ren hubungi polisi"
"baik pak"
tanpa pikir panjang aku berlari ke kamar tamu yang terkunci tanpa ragu aku mendobrak pintu hingga terbuka..betapa terkejutnya aku ketika melihat istri kesayangan ku sudah berlumuran darah.dan kejamnya Meraka masih ingin menyiksa istriku dalam keadaan tak sadarkan diri.
"jangan sentuh istriku bajingan"
satu pukulan cukup untuk melumpuhkan salah satu dari mereka,
"kalian mau apakan istriku?"
ku lihat istriku sudah setengah terbuka dan laki-laki di sampingnya sudah siap menggagahi istriku yang sudah tak berdaya..
tanpa pikir panjang aku langsung menghajar kedua orang bejad yang tak punya hati itu jika polisi tak datang tepat waktu maka mereka mati di tanganku.butuh waktu lama melumpuhkan keduanya hingga tidak aku sadari satu goresan mengenai lenganku.hingga Rendi datang dan membantuku untuk melumpuhkan keduanya.
"sayang...ini mas,sadar lah sayang "
"mas Han...saya takut..mas "
"ren cepat bantu aku,antarkan aku ke rumah sakit."
__ADS_1
ku lihat darah segar keluar dari bawah sana..ku lihat wajahnya begitu pucat dia sangat dingin.
"luka nya begitu parah membuat hatiku hancur,siapapun yang sudah berani menyentuh nya aku tidak akan membiarkannya bebas dari dunia ini mereka sudah membuat ku kehilangan masa depan ku" batin handi.