
di dalam mobil aku hanya mendengarkan mas Han dan ibunya bicara.sebenarnya aku tidak enak hati duduk di depan sedangkan ibunya di belakang bersama adik dan keponakannya..tadinya aku minta di belakang bersama adik dan keponakannya.tapi ibu melarangnya alih alih ibu tidak terbiasa duduk di depan.
kadang terdengar candaan meraka.yang membuat aku senyum melihat ketiganya.
"om an mau unya Isti ya?"
"iya sayang ini istri Om ada di sini."
"ante angan au ma om an om an cuka tium-tium tio anti ante di tium-tium Agi."hahahaha……tawa dari semua nya pecah ketika anak kecil yang bicaranya belum jelas mengungkapkan isi hatinya tentang omnya sendiri.
aku hanya senyum mendengar celotehan tio.di baru berusia tiga tahun bicaranya sedikit cadel.membuat kami yang berada di dalam mobil jadi tertawa mendengar nya.
"ga apa-apa sayang Tante sama kamu itu beda kalau kamu dicium marah,kalau Tante di cium om minta lagi."
sontak aku menatap ke arah mas han.karna bicara sembarangan.apa lagi depan anak kecil dan ibunya membuat ku malu setangah mati.
"au…au…au.ma…maaf ras aku hanya bercanda."
"tapi ga lucu mas."
"teyus ante teyus Ukul om an.yeahh om an ayah..ante Tio antu Ukul om an ya."
"mama aku au uduk Ama ante,oyeh ya mam?"
"sini Tio duduk sama Tante biar omnya ga nakal lagi."
di dalam perjalanan kami sudah tidak bersuara lagi mungkin ibu dan adiknya lelah.ku lihat ke belakang untuk memastikan.ternyata benar ibu sama adiknya mas Han tertidur.aku hanya melirik ke arah mas han.tanpa dia menoleh ke arahku.Dia menjawab lirikanku.
"biarkan ibu sama Dila tidur mungkin mereka lelah dan mungkin juga Meraka ingin kita berduan."
aku tak lagi berkata hanya menatapnya dengan penuh rasa kesal.tapi yang di tatap malah tersenyum.
"Tio tidur ya mba,ko ga kedengaran lagi suara bawelnya..ku lihat ternyata benar Tio tidur di pelukan ku..mas Han hanya melirik dan melempar senyum ke arahku.
"sudah bangun kamu Dil?"
"sudah mas.aku cape bangat mas.semalaman Tio rewel bangat Karna mau ketemu mas han"
"tumben dia cepat akrab ya mas.padahal dia kalau baru bertemu sama orang kadang susah buat deketnya tapi sama mba laras belum juga sehari udah lengket banget."
aku hanya senyum mendengar Dila bicara..
"jangan kan anak kecil Dil,mas mu saja baru ketemu sudah minta di nikahin sama laras."
ibuuuu jangan di buka rahasia kita dong bu.ada orangnya di depan ini."
hahahaha.
__ADS_1
lagi lagi aku hanya diam..aku penasaran sejauhmana mas Han menceritakan aku kepada ibu dan keluarga nya.
"ras ibu sangat berterima kasih sama kamu.karna kamu anak ibu sudah kembali seperti dulu."
aku hanya diam mencerna apa yang ibu mas Han bicarakan.maksudnya mas Han dulu tidak seperti sekarang.atau gimana ahh.aku tidak mau tahu tentang masa lalu dia.karna menurut ku masa lalu itu ada tapi bukan untuk di kenang.masa lalu hanya menjadi pelajaran untuk kedapannya.
"Alhamdulillah kita sudah sampi bu."
"ini rumah kamu yang baru Han"
" iya Bu."
"tio masih tidur ya mba?"
"iya seperti nya dia sangat lelah"
"mas Han tolong gendong Tio dong aku mau bawa barang-barang aku dan ibu.kasihan mba Laras dari tadi gendong tio. takut pegal tangan nya mas."
"ga apa-apa biar saya gendong nanti tidurnya keganggu kalau mas yang gendong."
"benar ga apa-apa ni mba?"
"iya ga apa-apa."
"ya sudah kalau begitu saya duluan turun ya mas,mba"
hanya aku Tio dan mas Han yang masih dalam mobil.tiba-tiba mas mendekat ke arahku
dia hanya senyum dan terus mendekat..
"mas Han jangan dekat-dekat cepatan turun."
trek…saya hanya buka sabuk pengaman kamu ras."blusss wajahku terasa panas..
"saya pikir,maaf.."
"saya akan sabar sampai kita halal ras..bentar ya saya bukain pintu mobilnya."
ku lihat mas Han melakah dan membukaan pintu untuk ku.
"sini Tio saya gendong dulu."
dalam situasi seperti ini jarak kami sangat dekat.nafasnya begitu terasa menyapu wajahku.deg…deg…deg.ooh jantungku..
"sini saya yang gendong tio ras?"
" ja…ja…jangan mas nanti Dia bangun."
__ADS_1
"ga apa-apa dia ga akan bangun tenang saja saya kan udah terlatih."
"pelan-pelan mas."
dia hanya senyum dan melihatku.tak perlu lama Tio sudah berpindah tangan ke tangan mas han..
"ga bangun kan?saya ini sudah siap jadi seoarang ayah ras.nanti kalau kita punya anak sudah terbiasa."hehehe
"iih apaan sih mas han.ga lucu tahu!"
aku mengikuti langkahnya dari belakang dan duk..
"aww sakit mas..kenapa berhenti mendadak sih"
"maaf maaf..mas sengaja"
"iih mas han nyebeliin bangat."
"lagian kamu kenapa di belakang saya kamu itu calon istri saya harusnya jalannya di samping saya.karna kamu pendamping hidup saya.bukan di belakang"
"ih mas Han nyebelin banget."
"dudah itu bibir ga usah di maju-majuin jadi buat saya gemes aja kamu kalau lagi marah lucu bangat sih,sini dekat saya"
"ga mau!"
aku masih diam di tempatku sesekali aku mengusap keningku yang terasa sakit. dan dia menarik tanganku.
"mas han?"
"apa?"
"lepasin nanti di liat ibu ga enak."
dia hanya diam tanpa membalas.dia menatapku begitu dalam.seperti terhipnotis oleh tatapan nya aku diam ketika dia menggenggam tanganku.
"ya Allah si neng ma bapak udah Cocok bangat dah..bibi Ampe iri liatnya."
"mas lepasin malu di liat si bibi."
"ga apa-apa..udah nikmatin saja,kedepannya bibi akan melihat lebih dari ini"
"bi ibu sama Dila sudah di antar ke kamar?"
"sudah pa..sini pa saya bawa den Tio ke kamar Bu Dila."
"oh iya Bi hati-hati ya.jangan sampai dia terbangun."
__ADS_1
"siapp pa."
hanya tinggal aku berdua melihat tangannya yang selalu menggenggam tanganku dengan penuh sayang membuatku semakin yakin jika dia lah yang terbaik.