
"mas Han saya mau pulang"
"iya sayang saya anter..sebentar ya saya ganti baju dulu."
"ya sudah sana cepatan ganti bajunya"
kulihat dia semakin jauh dari pandanganku.hingga tak terlihat lagi.ku hembuskan nafas perlahan..mengingat kejadian tadi aku hanyut dalam perlakuan nya hingga aku tak sadar sudah dalam pelukannya.
"ayo ras saya sudah siap."
"lama bangat mas"
"masa sih..baru juga saya tinggal sebantar jangan-jangan kamu sudah kangen ya?"
aku tak menjawab pertanyaan nya.aku hanya membuang muka..agar tidak menatap matanya.
"kita pamit dulu ke ibu ya mas?"
"iya..sebentar saya panggil dulu."
aku sudah siap-siap untuk pulang kerumah..aku menunggu mas Han dan ibunya..
"mau kemana ras ini masih siang loh ras,jangan-jangan kamu di apa-apain ya sama han.jadi ga betah lama-lama di sini."
"ohhh ga ko Bu mang sudah waktunya saya pamit pulang"
"ya sudah kalau begitu sampaikan salam ibu ke ibu kamu ya."
"iya Bu nanti saya sampaikan."
"ya sudah hati-hati di jalan ya."
"iya Bu"
"mana Han nya ras sebentar ibu panggil dulu,han..handi ini Laras sudah nunggu."
"iya Bu sebentar saya cari kunci."
"itu kunci Han"
"bukan kunci mobil Bu, kunci motor saya."
"kamu mau antar Laras pakai motor han?"
__ADS_1
"iya Bu biar lebih romantis."
"ahh kamu Han ada-ada saja ingat jangan macam-macam belum halal."
"iya buuu!"
"ga apa-apa kan ras kita pake motor?"
iya ga apa-apa mas,saya sudah terbiasa namun k motor"
"sebentar ya saya ambil motornya dulu."
sepertinya aku sudah salah mengiyakan ajakan dia naik motor..aku kira motor biasa yang biasa aku pakai.ternyata motor gede..kalau seperti itu gimana naiknya..
"ras ayoo ko malah bengong"
"ko motor kaya gitu mas?"
"ya mau kaya gimana lagi.saya cuma punya motor kaya gini.."
"ayo cepatan."
hmmm sini saya pakaikan helm nya."
enak saja mau mencari kesempatan dalam kesempitan. batin laras
"mas han?"
"hmm apa sayang…?"
"gimana naiknya.?"
ckckck."ya naik seperti biasa kamu naik."
"saya kan pake gamis mas."
"kamu pegangan ke bahu saya baru naik." hmmm ku hembuskan nafas.mau tidak mau aku harus mengikuti apa yang dia suruh
"sudah?"
"sudah."
"pegangan ras..nanti jatuh."
__ADS_1
"tidak mau,"
"ya sudah jangan salahkan saya kalau kamu jatuh ya"
sepertinya dia sengaja membawa motor dengan kecepatan tinggi..
"mas pelan-pelan."
"ya makanya kamu pegangan nanti jatuh"
"aww sakit ras..makanya jangan minta apa saja."
"akhirnya dia memelankan motornya.aku hanya senyum melihat dia..
"mas Han liat kedepan jangan kebelakang terus."
"iya sayangggg"
"mas lepasin."
aku sangat terkejut dengan apa yang dia lakukan.dia menarik kedua tanganku dan melingkarkan nya di pinggang dia.."mas"
"akut jatuh ras, bagaimana pun kamu saat ini tanggung jawab saya"
lemah hati ini dengan perlakuanmu terhadapku
andai kau mengerti akan hati ini yang begitu malu akan perlakuanmu.rasa ini begitu sulit aku ungkapkan kepadamu.aku terlalu malu untuk jujur mengungkapnya.sayang aku sangat sayang kepadamu Handi wijaya.(laras)
kulihat dia hanya diam saja tidak ada penolakan dari ku.aku hanya senyum melihatnya..hanya Allah yang tahu seperti apa perasaanmu kepadaku.aku hanya manusia yang bisa merasakan rasa itu.(handi)
tanpa aku sadari kami sudah sampai di rumah.jujur aku merasa kaget melihat halaman rumahku.tadi pagi masih biasa-biasa saja.kenapa sekarang sudah berubah.hiasan yang begitu indah di pandu dengan warna biru muda indah..itu lah yang ada di pikiranku.
"ko bengong,kenapa?"
"mas Han ini semua?"
"iya ini semua sesuai selera kamu.semasih saya mampu saya akan memberikan yang terbaik buat kamu ras."
"tapi ini sangat berlebihan mas."kita kan cuma acara lamaran."
"tidak apa-apa ras ini belum apa-apa.nanti akan di tambah dekorasi nya sekalian buat acara akad kita.."
entah aku harus berkata apa dengan apa yang sekarang aku dapat,Allah memberikan orang yang saat menghargai ku dan menjadikan aku ratu di hatinya
__ADS_1