
Sudah satu minggu pertemuanku dengannya. Rasanya aku ingin sekali bertemu lagi dengan dirinya dengan sosok yang begitu menyejukan jiwa..sosok yang membuatku yakin kalau dia tercipta untuk mendampingiku.aku yakin jodoh tak akan kemana.
Tok…tok…tok…
"masuk.. Ada apa ren?"
"maaf bos hari ini ada jadwal meeting dengan perusahaan XX"
"Jam berapa ren?"
"jam dua siang bos."
" Baiklah nanti kita makan siang diluar saja sekalian aku mau ke bank dulu. "
"Siappppp bos ku."
" Ya udah sana keluar."
"Ok saya permisi bos.."
Aku pun pergi bersama rendi untuk makan siang bersama setelah itu bertemu dengan rekan bisnisku.
"Ren berhenti di bank X ya!"
"siap bos."
"ayo ren ikut aku."
"Kita ngapain kesini dulu si bos?"
"udah ikut saja jangan banyak bertanya."
"Bukan begitu bos ga biasanya bos ke bank biasanya juga nyuruh saya."
"Ga tahu ren hati saya ingin ke bank."
"Waduh si bos jangan-jangan hatinya di tabung disini makanya belum punya istri ampe sekarang(batin rendi)"
"kamu kenapa senyum-senyum sendiri ren? nanti kesambet baru tau rasa?"
"hehe ga bos ga apa-apa."
Deg…kakiku tiba-tiba tidak bisa melangkah lagi. aku melihat dia ya dia..sosok yang membuatku galau tak menentu.. Dug.. "Maaf maaf bos, Saya tidak sengaja bos berhenti mendadak jadi saya nabrak Bos"(wah jangan-jangan si bos kesambet)
"ohh iya ga apa-apa ren, Tadi kenapa?
"saya tanya bapak kenapa?"
__ADS_1
"Ooh sebentar ya kamu tunggu disini saya ada perlu sebentar. "Siappp bos"
ini akibat lama membujang di tanya apa jawabnya apa, orang kaya mah bebas(batin rendi)
Sepertinya dia tidak melihat keberadaanku pandangannya fokus ke satu arah.. "Assalamualaikum."
"Waalikumsalam."
Dia mengangkat kepalanya dan mata kami pun beradu pandang..
"Laras apa kabar?
"eehh pak han,alhamdulillah baik pak."
"boleh saya duduk?
"ooh silahkan pak Duduk saja."
dia menggeser duduk nya sedikit memberi jarak antara kami berdua.
"Kamu sama siapa ras?"
"saya sama asih pak"
"loh Asihnya mana ras?"
"saya sama sekretaris saya, sebentar ya. Saya panggil dia dulu,"
"ren…rendi. Kesini!"
"Oh iya bos."
" Ras kenalin ini sekretaris saya. namanya Rendi"Rendi mengulurkan tangan nya tapi dia hanya mengangkat kedua tangannya.
"Dia ga akan Menerima ularan tangan kamu ren. Jadi turunin tuh tangan kasihan tangan kamu cape gantung terus."
"Ah pak bos bisa saja"
" Maaf ya pak."
"Ga apa-apa ras aku ngerti ko."
"Ren tolong kamu urus dulu atmku kemarin hilang,Aku tunggu disini."
" Siap bos."
Aku melihat dia tidak seperti pertemuan pertamaku dia lebih santai dan tidak gugup lagi..
__ADS_1
"Ras?"
"iya kenapa pak?
"kamu sudah makan?"
"ehm belum pak"
"ooh…ya udah nanti kita makan bareng ya. ?
"maaf pak saya belum bisa, setelah ini saya masih ada keperluan kantor.. Kebetulan hari ini bu lisa ga masuk jadi saya yang menghendel semuanya."
"Loh bude kenapa ras??ga kenapa-napa pak ibu mungkin lagi ingin istirahat saja di rumah.
"Oohh.. Kirain bude sakit."
"Bu…bu Laras Udah ini saya ga ngerti"
"ya sebentar"
"Saya tinggal dulu ya pak,permisi."
"iya silahkan." (aduhhh senyumanmu menggetarkan hatiku."handi")
"eehh si bapak ketemu lagi.. Apa kabar pa?lagi nabung juga.?
" Asih!!.. Baik sih. Saya lagi ada keperluan lain sih."
" Main lagi kesana pa!".
"Insyaallah nanti saya main sih. Sekarang saya lagi banyak kerjaan sih jadi belum sempat.
"Eeh tu bu Laras datang, Udah bu?"
"sudah... Ayo sih. Kita kembali ke asal kita"
"pak saya duluan ya."
"ooh iya ras, Eeh tunggu ras kamu naik apa kesini?"
"saya pake motor pak, kenapa?
"Oohh ga apa-apa.ya udah hati-hati ya,Jangan ngebut"
"iya pak Ya sudah saya tinggal ya pa. "Assalamualaikum"
"waalikumsalam"
__ADS_1