Ku Temukan Kau Dalam Sujudku

Ku Temukan Kau Dalam Sujudku
egois kah aku


__ADS_3

"assalamualaikum pak bos?"


"waalaikumsalam,"


"maaf pak saya telat,saya sudah membawa bukti-bukti kejahatan rose"


"telat ren,Laras kembali terluka dan dia memintaku menjauh"


"maksud pak bos"


"rose kembali berulah,dia mengirim foto mesra ku bersama ke Laras,dan Laras kembali salah faham."


"pak bos tidak menjelaskan kejadian yang sebenarnya dalam foto itu?"


"percuma ren,saat ini dia sedang emosi dan di penuhi rasa cemburu yang ada akan semakin terluka hatinya"


"terus sekarang apa yang harus kita lakukan pak bos?"


"entah lah"


saat ini aku tidak punya tujuan karna separuh tujuan ku menjauh dari kehidupan ku


"pak,apa perlu kita laporkan ke polisi dengan tuduhan pencemaran nama baik"


"jangan ren,aku akan bermain dengan permainan ku,dia yang memulai maka aku yang akan mengakhiri permainan nya."


"maksud pak bos?"


"aku akan membuat dia berlutut dan meminta maaf kepada istri atas apa yang sudah dia lakukan"


"aku akan masuk dalam permainan dia,dan dia akan terjebak dengan permainan nya sendiri"


"atur pertemuan ku dengan nya ren,"


"baik pak"


bersabarlah sayang semuanya akan baik-baik saja aku yakin kita bisa bersama kembali dan hidup bahagia bersama anak kita kelak


setelah kepergian Rendi Han mencoba memejamkan matanya tapi tidak bisa rasanya hidup ini hampa tanpa dirinya.


"sedang apa kamu di sana sayang,tidak kah kau merindukan suami ini?"


****Laras****


setelah kepergian dia entah berapa lama aku tertidur dalam kesedihan rasanya mata ini begitu berat dan kepala ku terasa pusing.


"Bu,mas sudah pulang?"


"eh anak ibu sudah bangun,kamu baik-baik saja kan ras?"


"baik Bu,tapi kelapa saya aga sedikit pusing,mungkin terlalu banyak nangis ya bu"


"kamu itu sama Han kenapa sayang?"


ketika ibu bertanya airmata ini kembali tumpah mengingat semua kejadian dua hari yang lalu


"jangan nangis terus nak,kasihan bagi yang sedang kamu kandung jika mamanya menangis nanti dia juga menangis, sekarang kamu makan dulu ya kasihan bayimu itu belum makan "

__ADS_1


"iya bu,mas belum kesini lagi bu?"


"ehmm Laras..Laras kalau sayang tu harus percaya apapun orang bilang tetap kita percaya sama suami kita"


"tapi Bu saya melihat dengan mata saya sendiri mas melakukan nya dengan mantanya itu Bu,katanya mas Han di jebak karna masalah bisnis Laras percaya akan hal itu bu.tapi kemarin mantanya itu mengirimkan foto mesranya hancur hati saya bu"


"sabar sayang dalam rumah tangga akan selalu ada saja cobaannya semua pasti ada hikmahnya"


aku hanya mendengarkan kan perkataan ibu airmata ini terus-menerus mengalir, Karena saat ini bukan hanya aku yang merasakan sakit akan hal ini,mas Han juga merasakannya.


egosi kah aku?


"Bu,,boleh untuk sementara boleh kan Laras tinggal di sini dulu?"


"boleh nak,tapi ingat jangan lama-lama ya ga baik meninggalkan suami terlalu lama"


"iya Bu,saya hanya butuh waktu untuk sendiri saja bu"


mata ini tidak bisa terpejam walaupun langit sudah tak terang lagi,mata ini ingin terpejam tapi hati ini enggan.


tak cukup dengan sebuah kata untuk mengembalikan semuanya tak cukup dengan hal manis untuk kembali sempurna.apakah aku egois dengan sikapku kepadanya?


tidak..aku pikir ini lah jalan yang terbaik waktu untuk berpisah sementara menenangkan jiwa hati dan pikiran untuk apa yang sedang terjadi antara kami.


hingga pagi menjelang mata ini masih terjaga menangis pun tak guna dan tak akan menyelesaikan semuanya lebih baik bermunajat kepada sang pencipta agar di tenangkan jiwa yang terluka.


handi


hingga matahari terbit matahari terbit posisiku masih sama termenung dalam doa


tok..tok..tok..


"pak Han,ada pak Rendi di bawah pak"


"iya bi suruh tunggu sebentar ya saya rapi-rapi dulu"


tak ada suara manja dia lagi dan tak ada sentuhan hangat di pagi hari lagi.


"bagaimana ren sudah kamu atur semuanya?"


"sudah pak nanti malam dia akan menemui bapak di cafe tempat biasa bapak sama dia dulu,tapi saya minta hati-hati pak,rose wanita licik taku pak terjebak lebh jauh oleh permainan nya"


"tenang saja ren,kali ini saya tidak akan membiarkan dia menghancurkan segalanya, sekarang waktunya saya menghancurkan kehidupan nya."


"baik lah sekarang kita berangkat pak"


"siapkan semuanya sesuai rencana ren"


"baik pak"


sebelum aku menemui rose,aku menemui istriku terlebih dahulu untuk memastikan kondisinya saat ini


"assalamualaikum bu?"


"waalaikumsalam,eh nak Han,sudah sarapan han?"


"sudah Bu,Bu bagaimana keadaan istri saya.?"

__ADS_1


"seperti nya dia masih betah di dalam kamar Han,tadi sarapan sama ibu dan bapak tapi perutnya tidak menerima semua yang masuk keluar semua"


"boleh saya masuk bu?"


"masuk saja nak,mungkin calon anak kalian ingin di Deket bapak nya"


aku hanya tersenyum mendengar ibu mertua


tapi sedikit khawatir dengan kondisinya saat ini


tok..tok..tok...


"ras ini mas,boleh mas masuk?"


tidak ada suara ku pikir mungkin dia sudah tidak mau bertemu dengan ku lagi setalah apa yang dia liat..aku sedikit ragu kakiku mulai melangkah manjauh dari pintu kamar yang tertutup rapat.


tapi tiba-tiba pintu itu bergeser dan memperlihatkan sosok yang dua hari ini aku rindu.wajahnya begitu pucat tidak ada senyum dan tidak ada suara manja dia lagi


hati ini begitu hancur ketika istri kesayangan ku begitu terluka nya.


tanpa suara dia kembali masuk dan membuka pintu kamar itu terbuka.ku langkahkan kaki ku mendekatinya.


"mas tahu kamu masih marah,tapi mas kesini ingin melihat kondisi kamu dan calon anak kita,kata ibu dia pagi ini sangat rewel ya?"


masih diam


aku mendekat dan mengusap perut yang masih rata.ku coba menyentuh nya walaupun dia tidak menatapku dengan cinta


"sayang jangan rewel ya kasihan mama nak.baik-baik di dalam sana ya nak,doa kan ayah biar mama sayang lagi sama ayah"


ku peluk perut nya ku rasakan betapa rindunya aku pada mu tapi keadaan yang tak memungkinkan dirinya membalas pelukankan.


cup


"terimakasih ya sudah mengijinkannya mas memeluk calon anak kita,mas pamit ya ras"


laras


mungkin ini hanya sekedar bawaan bayi,ketika di datang hatiku tiba-tiba bahagia bahkan sangat bahagia..


tapi kebahagian itu sirna tak kala aku mengingat kejadian yang sudah terjadi.


dia mencoba menemui dan hati ini sesungguhnya sangat rindu


ketika dia ingin melangkah menjauh dari kamarku aku mencoba berdamai dengan hati ku.


ku lihat wajah yang selama ini aku rindu senyuman hangat nya masih sama seperti dulu menghangatkan hati ku.


aku masih diam,tak mampu mengucapkan kata dan tak sanggup untuk menatapnya.


ketika dia memeluk bayi dalam kandungan ku ingin rasanya aku menyentuhmu mas,tapi aku urungkan niatku aku tak mau menyentuh nya hingga dia memelukku begitu erat begitu hangat


ingin aku membalas pelukannya tapi hati ini masih sakit karena ulahnya


ada rasa tak rela ketika dia meninggalkan ku ketika dia mulai menjauh air mata ini pun jatuh sakit rasanya melihat orang yang kita sayang pergi.


maafkan mamah nak,mamah terlalu egosi ???

__ADS_1


__ADS_2