
"ada apa pak bos??aku..aku sudah membuat istriku terluka ren..aku sudah membuat dia menangis.."
"tenang bos coba ceritakan pelan-pelan bos."
"rose tadi datang ren dia mengingatkan ku ke masa lalu dan bodohnya aku aku terbuai dengan sentuhannya.sehingga aku khilaf ren."
"dan ternyata dia hanya membalas dendam kepadaku ren Karna perusahaan kita sudah membuat suaminya hancur."
"ketika aku sedang bercumbu dengannya Laras melihat semuanya ren."
"apa yang harus aku lakukan ren..?"
"pa bos..sebaiknya pa bos jelaskan ke Bu Laras apa yang sebenarnya terjadi.jika pa bos bersalah maka minta maaf lah dengan tulus."
"aku tidak yakin dia memaafkan ku ren."
"berusaha lah bos.. sekarang pa bos pulang dan lihat lah kondisinya.saya takut terjadi sesuatu.masalah perusahaan biarkan saya tangani."
"astaghfirullah aku melupakan hal itu ren.terima kasih.kau memang sahabatku.dan satu lagi tugas untuk mu..cari dan selidiki rose dan suaminya.buat dia bangkrut sebangkrutnya.dan dia harus meminta maaf kepada istriku."
"siap bos.."
"aku pergi dulu.."
dia perjalanan
aku begitu gugup entah apa lagi yang harus aku jelaskan..semuanya sudah terlihat nyata olehnya..aku takut dia pergi meninggalkanku.
dring..dring..dring
"hallo ada apa bi?"
" pak,bapak dimana?"
"kenapa bi?"
"neng Laras pa,neng Laras mengurung diri di kamar mandi saya takut terjadi sesuatu pa."
"bi dengarkan saya bibi jangan panik dan bibi jangan pergi dari kamar saya.panggil mang ujang.bibi ketuk terus pintunya Bi.tunggu saya..sebentar lagi saya sampai rumah."
"baik pa."
__ADS_1
aku seperti orang gila..ketika mendengar sesuatu terjadi pada istriku..aku sudah tidak menghiraukan keselamatan ku..
setibanya di rumah aku segera berlari dan masuk ke dalam kamar ku lihat si bibi dan mang Ujang sudah gelisah.
"pa..ibu dari tadi tidak menyahut panggilan saya."
"bibi minggir dulu ya.mang Ujang bantu saya."
dalam tiga hentakan pintu pun terbuka..ku lihat dia sudah tak sadarkan diri.kulitnya sudah pucat hatiku begitu sakit melihat kondisinya.senyuman nya tak terlihat lagi di bibirnya badannya begitu dingin.
"mang Ujang bantu saya telpon dokter bibi buat kan minuman hangat..pa baik"
dia menggigil dan suhu tubuhnya yang begitu tinggi..
"sayang ini mas.."
dia masih diam..aku ..aku begitu jahat sudah membuat bidadari ku terluka.
aku tertunduk menyesali apa yang sudah aku perbuat..
ku genggam tangannya yang begitu dingin dan rasa bersalah ku pun semakin besar..maaf maafkan aku sayang.
"permisi.. pak Han.?"
"permisi saya periksa dulu Bu Laras ya pa."
setelah pemeriksaan oleh dokter aku begitu cemas dengan kondisinya saat ini.
"ehmm jangan khawatir pa Bu Laras hanya sedikit kelelahan dan sepertinya dia terlalu lama di dalam air."
"dan satu lagi pa.tolong di jaga pola makan dan jangan buat dia stres.karna saat ini istri bapak sedang hamil."
degg..
aku benar-benar sangat terkejut dengan apa yang dokter itu katakan..istriku..dia hamil dan aku akan menjadi seorang ayah.tapi aku sudah menyakitinya.
"selamat ya pak.."
" terimakasih dok.."
"untuk lebih lanjut nanti di bawa ke dokter kandungan saja ya biar lebih jelas usia kandungan nya."
__ADS_1
"baik dok.."
"saya kira sudah cukup pa Han..ini resep obat yang harus di beli ya pa"
"mang ujang?"
"iya pa"
" tolong pergi ke apotik dan beli obat sesuai resep yang di berikan pa dokter."
" baik pa."
"baiklah kalau begitu saya permisi pa han,semoga Bu Laras cepat sembuh"
"aminn terimakasih dok"
setelah..kepergian dokter..hati ku begitu bahagia mendengar apa yang di sampaikan dokter..
ku genggam tangan dinginnya.dan kusentuh perut yang masih rata..
"ayah minta maaf ya nak sudah buat mama menangis."
tanpa terasa butiran bening jatuh mengenai tangan putih nya..
ada gerakan kecil kurasakan dalam genggaman tangan ku.kulihat dia sudah membuka matanya
"sayang..kamu sudah bangun..?"
kulihat dia tidak merespon pertanyaan ku dia hanya meneteskan air matanya tanpa melihat .dia berpaling dari pandanganku
dan perlahan dia melepaskan genggaman ku.
sakit..hatiku benar-benar sakit.terluka tapi tak berdarah sakit tapi tak terlihat.
"mas minta maaf sayang..mas tidak bermaksud seperti itu mas hanya..."
"kamu jahat mas..saya tidak mau melihat kamu tolong tinggalkan saya sendiri mas.saya butuh waktu."
"jika itu membuat kamu tenang mas akan pergi.."
dia hanya diam..diam seribu bahasa tanpa membalas dengan kata..mungkin untuk saat ini diam lebih baik baginya.
__ADS_1
hatiku begitu hancur se hancur-hancurnya mendengar permintaan darinya.
"dan permintaanku saat ini vote like end comen."🙏😁