
"telpon dari siapa mas,mas..mas Han..?"
"ehm telpon dari Rendi .mas harus berangkat malam ini ke kota x.maafin mas ya..malam pertama kita jadi tertunda."
"mas..saya tidak apa-apa ko..kalau itu penting saya iklas..lagian mas kan di sana kerja..
tapi.."
"aku menggantung kata-kata ku dan tidak melanjutkan perkataanku..karna aku takut akan jadi beban dirinya."
"tapi apa sayang.?"
ku lihat wajahnya tidak seceria tadi.aku bisa merasakan kesedihannya..sebenarnya jika aku belum mengambil proyek ini akan akan membatalkannya..
"sayang kenapa?"tanpa menjawab dia menghampur dalam pelukankan nya.
ku rasakan getaran bahunya dan ya dia menangis.
"sayang jangan menangis.."
ku peluk dirinya agar dia lebih tenang lagi.
perlahan dia meregangkan pelukannya dan mulai melihatku.
"saya iklas mas pergi tapi jangan lama-lama perginya.."
aku hanya tersenyum melihat tingkahnya.kenapa kamu jadi menggemeskan begini sih ras..
"mas,mas Han dengar tidak?"
" iya mas dengar"
"terus kalau dengar kenapa mas ga jawab malah senyum-senyum sendiri."
"istriku yang cantik mas baru tahu kalau kamu begitu manja dan bikin gemes.."
awww.."sakit mas.."
"makanya jangan buat mas gemes."
"mas janji ga akan lama..mas akan cepat menyelesaikan pekerjaan mas,kamu ga apa-apa kan mas tinggal.kan ada ibu yang nemenin kamu.ada bibi juga."
cup.."iiihh mas Han"
"makanya punya bibir tu ga usah di maju majuin."
"iiihhh mas Han.."
AW..AW..AW.."iya iya mas minta maaf.."
"ras..?"
"ehmm "
__ADS_1
seperdetik mata kami bertemu entah kenapa tatapannya begitu menusuk dalam kalbu..sehingga aku tak mampu untuk berkata..ketika tangannya menyentuh kedua pipiku.ada rasa yang berbeda entah rasa apa itu..
sungguh aku tak mampu..tubuh ini seakan lumpuh.
"ras lihat mas."
aku hanya menggeleng kan kepala tak mampu berkata-kata.
"kenapa sayang,mas kan suami kamu."
"maluu."
perlahan dia mengangkat daguku mataku tetap tak mau menatapnya.hingga satu kecupan yang begitu lembut membuat mataku menatapnya.
cup.."mas.."
cup.
aku hanya diam menatapnya ku lihat matanya meminta lebih..kupejamkan mata ini.ketika dia kembali menyentuh bibirku.
ku biarkan dia ******* dan menghisap bibirku..aku tidak bisa berbuat apa-apa karna ini adalah yang pertama bagiku.pertama kali seorang pria menyentuh ku.pria itu adalah suamiku.
semakin lama ******* itu semakin panas.dia mengigit bibir bawahku agar bisa leluasa lidahnya bermain disana.
"masss."
dia melepaskan lumatannya.dan kembali menatapku.
"kenapa?"
hingga satu ketukan menyadarkan kami untuk melepaskannya..dia menyentuh bibirku dengan ibu jarinya.sentuhan yang begitu lembut..
"maaf ya..bibir kamu jadi bengkak..kamu di sini saja.mas buka pintu dulu."
ahhh pipiku begitu panas..ada rasa malu mengingat apa yang tadi aku lakukan..
ahhh bibirku...
"ras..ehmm..mas harus berangkat sekarang..kamu tidak usah anter mas ke bandara karna sudah larut malam."
"tapi mas saya belum menyiapkan barang barang mas Han.."
"tidak perlu sayang..semuanya sudah di siapkan oleh Rendi.."
"mas..ehmm."
"iya sini mas peluk duluu.."
"uuuhhhkk kesayangan mas..jangan nakal di rumah ya..makan yang banyak..jaga kesehatan nanti kalau mas pulang bisa langsung tempur."
plukk.."iih mas Han."
"baik baik di rumah sayang,nanti kalau ada apa-apa telpon mas."
__ADS_1
"mas..ehmm jangan lama-lama."
"iya sayanggggkuu."
"yu anter mas kedepan.kasihan Rendi sudah nunggu dari tadi.."
kami pun keluar kamar bersama dia menggenggam tanganku..
"mas.."
"ehmm"
"ga apa-apa.."
dia hanya senyum.senyuman yang begitu indah..
setibanya di bawah sudah ada ibu dan Rendi yang menunggu..
"ampun deh pengantin baru sibuk bangat belum juga sehari menikah.istrinya sudah di tinggal.".
"iya Bu Han juga maunya di rumah bersama istri tercinta.tapi Han sudah terlanjur membuat janji Bu.."
"ya sudah yang penting istri kamu menijinkan.dan Pastikan dia tidak sakit hati."
"insyaallah saya ga apa-apa Bu..sini sayang sama ibu.."
"jangan dulu dong Bu saya kan belum pergi.."
hahaha.."Han Han..ibu juga ga akan ambil istri kamu.yang sudah sana ras anter suami kamu sampai depan."
"ya Bu..saya pamit ya bu.dan saya titip istri saya."
"iya.hati-hati ya nak..smga sukses."aminn
ren kamu duluan ke mobil.."
"siap bos.."
"mas tinggal dulu ya yang.. hati-hati di rumah."
."mas..ehmm"
aku sangat benci dengan situasi seperti ini.ketika berpisah dengan orang yang kita sayangi. air mata ini lolos jatuh membasahi pipiku.
"jangan nangis..mas kan ga lama.."
dia memeluk ku dengan begitu erat..dan aku begitu egois karna tidak mau melepaskan pelukannya..
"nanti mas terlambat sayang.."
perlahan aku melepaskan pelukannya..jangan nangis lagi..
hmmm..cup diam mencium keningku begitu lama seperti menyalurkan kekuatan cinta.
__ADS_1
aku mencium tangannya perlahan dia meninggalkan
ku lihat dia pergi.. hingga tak terlihat sosok yang aku cintai.