
hingga tak terasa kami sudah sampai di rumah
ibu.
aku langsung memeluk ibu begitu erat.ingin rasanya aku mengatakannya langsung hatiku sangat hancur.
"eeh anak ibu kenapa ko nangis?"
"Han Laras kenapa?"
"saya ga kenapa-kenapa bu.saya kangen sama ibu dan bapak."
"ya Allah nak kirain kenapa..duduk dulu sini sayang.."
"kamu ga ngantor han?engga Bu saya sedang libur dulu habis nemenin istri kedokter."
"kedokter?"
"kamu sakit ras?"
"saya ga sakit bu,tapi sebentar lagi ibu dan bapak akan punya cucu baru."
"Alhamdulillah...kamu hamil ras?"
"iya Bu.."
aku melihat ibu begitu bahagia.sama seperti diriku pertama kali mendengar dia hamil..
"bu?"
"ehmm apa nak?"
"apa boleh saya tinggal di sini dulu?"
"han?"
"Bu Laras mau tinggal di sini dulu"
"nak Han juga akan tinggal di sini?"
"tidak Bu Laras aja mas biar kan pulang saja,saya masuk dulu ya bu"
"biarkan Bu,mungkin Laras butuh waktu"
"ada apa sebenarnya ini Han,apa kalian ada masalah?"
"hanya salah faham Bu,"
__ADS_1
"selesai lah nak jangan berlarut-larut,untuk sekarang biarkan Laras tinggal di sini dulu nanti kalau hatinya sudah membaik jemput dia kembali ya"
"baik Bu,boleh saya masuk Bu saya mau pamit dulu "
"silahkan nak han"
ku kira dia sudah sepenuhnya percaya kepada ku tapi dia masih ragu akan ucapanku.ini semua salahku sudah membiarkan permasalahan hadir di antara kami
tok..tok..tok..
"sayang,aku masuk ya"
ku lihat dia tidak merespon kedatang ku seperti nya kehadiran ku tak di harapkan
" mas pulang dulu ya,jika kamu ingin pulang hubungi mas ya nanti mas jemput,"
masih membisu tanpa kata
"kalau kamu benci sama mas atau sakit hati tolong kamu makan dan minum obatnya ya jangan siksa anak kita"
"mas pulang dulu"
cup
hanya airmata yang mengalir ketika ku pergi tanpa kata tanpa senyuman kebahagiaan ku hilang begitu saja
airmata ini tumpah ketika semuanya kembali terbayang dalam ingatan.. kepercayaan ku runtuh dalam sekejap
"kenapa mas,kenapa seperti ini?"
jika berpisah lebih baik aku iklas tapi bagaimana dengan bayi dalam perutku
aku terus menangis mengingat kenangan ku bersama.
hingga dia masuk dan merelakan ku dan dia berpisah sementara hatiku hancur sangat hancur,
ketika dia keluar dengan gontai,ku jatuhkan tubuh ini di atas kasur airmata ini tumpah melepaskan rasa sesak di dada..
mungkin dia juga merasakan apa yang aku rasakan saat ini sakit hati ini terlalu sakit
handi
aku menyeka airmata ku yang tumpah di pipi,aku begitu jahat kepada istriku hingga dia tak ingin melihatku lagi.kenapa di saat aku dan dia harus bahagia dia kembali hadir dalam kehidupan kami.
aku mengutuk kebodohan ku sendiri karna sudah masuk dalam permainan wanita licik itu
semuanya akan baik-baik saja,aku akan selesai kan semuanya dan aku pastikan wanita itu akan berlutut di kaki istriku
__ADS_1
"Bu saya titip Laras dulu ya Bu,tolong ingatkan dia agar menjaga bayi yang ada di dalam kandungannya"
"yang sabar ya nak,semuanya akan baik-baik saja kalian berdua hanya butuh waktu saja"
"iya saya akan selesai secepat nya,saya pamit pulang ya bu"
"baiklah nak Han, hati-hati ya jangan ngebut "
"iya bu"
dalam perjalanan aku terus memikirkan kondisi istriku betapa hancur nya dia ketika melihat foto mesra ku dengan rose.
aku harus segera menyingkirkan wanita itu dari kehidupan kami
"halo ren,"
"iya pak bos ada apa?"
"aku ada sedikit masalah tolong kamu ke rumah sekarang dan bawa semua bukti kelicikan wanita sialan itu"
"baik pak saya kesana segera"
hati ini begitu tak bergairah ketika kembali ke rumah tak bersama bidadari ku tercinta.
"sudah pulang pak,loh bu larasnya kemana pak?"
aku tak menjawab hanya terus melangkah dan terduduk lemas entah apa yang harus aku lakukan saat ini.
"pak minum dulu teh hangatnya mungkin ini bisa membuat pak Han tenang"
"bi...hati saya sakit bi,sakit bi melihat orang yang saya sayang tersiksa oleh ulah saya bi"
"maksud nak han?"
"kemarin rose datang ke kantor saya bi dan Laras melihat saya dan rose sedang bercumbu,semalam Laras sudah mengerti tujuan wanita itu datang dan menggoda saya,tapi tadi setelah dari dokter rose mengirim foto saya dan dia sedang bermesraan di atas ranjang bi"
"astagfirullah...pak Han,sabar pak,mungkin ini ujian dalam rumah tangga bapak dan Bu Laras,dan semua ini pelajar buat pak Han juga"
"iya bi.saya sangat bodoh ya bi sudah punya istri cantik,baik dan Soleh masih saja tergoda oleh wanita jahat itu"
"bibi tinggal dulu ke dapur ya pak"
"iya bi "
aku saja jiji dengan diriku sendiri yang sudah mencumbu wanita lain selain istriku apa lagi istriku..
maafkan aku istriku karna diriku terluka untuk kedua kalinya.
__ADS_1
dan ayoo kita like vote n comen bersama😉