Legenda Pedang Naga Puspa

Legenda Pedang Naga Puspa
Dewi Nawang Wulan


__ADS_3

"Selamat datang untuk sahabat-sahabat ku," ucap pria paruh baya menyambut kedatangan rombongan Ki Ranubaya.


"Aswatama, Ada apa dengan rambutmu?" ucap Ki Segoro Laksa seraya menatap ke arah rambut pria setengah baya itu tampak sudah memutih.


"Apa kau tidak sadar pada dirimu," ujar Ki Aswatama kembali menatap dingin.


Sontak keduanya saling bertatapan tajam tiba-tiba udara disekitar menjadi padat akibat aura yang keluar dari dua pendekar sakti ini. Kejadian itu terjadi beberapa saat sebelum keadaan sekitar kembali normal seperti biasa setelah kedua orang tersebut menarik aura kekuatannya.


Setelah itu mereka tertawa dan berpelukan.


"Sudah lama kita tak berlatih tanding aku merindukan nya" Ki Aswatama berbisik.


"Apa kau yakin bisa mengalahkan ku kali ini" jawab Ki Segoro Laksa.


"Kita akan lihat nanti" balasnya dan langsung mengalihkan perhatian kepada Ki Ranubaya.


"Selamat datang ketua sepertinya wajahmu sudah mengalami perubahan saat terakhir kali kita bertemu!" ucapnya tertawa mengejek.

__ADS_1


"Kau seperti biasanya tidak sopan kepada yang lebih tua" balas Ki Ranubaya.


"Hahahaha karena aku yakin anda tidak akan bisa marah kepadaku" katanya sambil memberikan penghormatan.


Setelah selesai mengobrol akhirnya Ki Aswatama mengajak dua sahabatnya dan memerintahkan Soma dan anak buahnya untuk mempersiapkan tempat istirahat untuk Arya Geni dan Lingga.


####


Nampak terlihat dua orang sedang berjalan di sebuah taman yang berada di sekitar perguruan Rajawali Putih. Dua pemuda tersebut yang tidak lain adalah Arya Geni dan Lingga.


Keduanya memutuskan untuk berkeliling melihat-lihat keadaan sambil menunggu pertemuan para pendekar usai.


Tiba-tiba langkah kaki keduanya terhenti tatkala mendengar suara ada orang sedang berlatih. Karena penasaran keduanya melangkah mencari sumber suara tersebut.


Keduanya mematung ketika melihat seorang gadis muda yang begitu cantik laksana seorang bidadari dari khayangan. Sedang asik memainkan pedang gerakannya cepat dan lihai selaras dengan gerakan tubuh seolah menyaksikan seorang gadis muda sedang menari.


"Dia adalah cucu kesayangan ketua Perguruan Rajawali Putih, selain memiliki bakat murni ternyata kecantikan laksana bidadari dari khayangan bukan berita bohong semata," gumam Lingga mengagumi sosok tersebut.

__ADS_1


Sementara Arya Geni merasakan ada sesuatu yang masuk kedalam jiwanya sebuah perasaan namun tidak mengetahui perasaan apa itu yang membuat tubuh nya bergetar dadanya sesak jantungnya berdetak kencang. Namun dia tersadar dari lamunan tatkala pundaknya dipukul oleh Lingga.


"Kenapa wajahmu memerah!" ucap Lingga melihat ada perubahan warna pada wajah sahabat barunya itu.


"Ahh tidak ..." Arya Geni terlihat gugup dan menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


Tanpa dijelaskan pun Lingga mengetahui bahwa Arya Geni telah terpikat dengan gadis muda cantik itu karena terlihat dari perubahan wajahnya.


Dia tidak mempermasalahkannya karena siapapun akan jatuh cinta bila melihat gadis muda itu.


Keduanya bermaksud untuk melihat lagi nona cantik yang sedang berlatih namun keduanya terkejut karena gadis muda itu telah menghilang entah kemana.


Tiba-tiba terdengar suara dari arah belakang.


"Siapa kalian berani mencuri lihat latihan?" katanya tegas namun tetap suaranya terdengar indah dan merdu.


Sontak keduanya menoleh kearah datangnya suara tersebut dan menemukan gadis muda itu tengah berdiri menatap tajam dengan menodongkan pedang ke arah mereka berdua.

__ADS_1


Lingga buru-buru menanggapi "Maaf nona kami berdua hanya kebetulan lewat tidak bermaksud mencuri lihat latihan nona" katanya sambil memberi hormat.


__ADS_2