Legenda Pedang Naga Puspa

Legenda Pedang Naga Puspa
Arya vs Soma


__ADS_3

"Sepertinya kita kedatangan tamu yang tidak diundang" ucap Arya tiba-tiba.


Sakawuni mengernyitkan dahi sebelumnya dia hanya menganggap pemuda tersebut merupakan pemuda biasa. Bukan karena tanpa alasan dia telah menguasai jurus tarian pedang iblis merupakan jurus terkuat perguruan iblis hitam. Hal ini memungkinkan dirinya bisa merasakan tenaga dalam seseorang namun sejak pertama kali bertemu pemuda itu dia tidak dapat merasakan sama sekali tenaga dalam ditubuh Arya.


Kenapa masih bengong ... apa kau tidak mau ikut menyambutnya?" Teriakan Arya Geni membuyarkan lamunan Sakawuni


"Apa dia menyembunyikan kemampuannya dariku?" gumam Sakawuni sebelum berjalan mengikuti Arya Geni yang telah lebih dulu keluar.


Puluhan pendekar Lentera merah sudah berjajar mengepung gua yang ditempati Arya Geni dan Sakawuni.


"Sebaiknya kau menyerah nona aku berjanji akan melepaskan kekasih mu tanpa kekurangan apapun!" seru Soma dengan lantang memandang rendah pemuda yang berada didekat Sakawuni.


Arya Geni menyipitkan matanya mengukur kemampuan orang yang berkata lantang tersebut."Dia memiliki kemampuan lebih tinggi," batinnya.


"Kau tau apa akibat dari perbuatan kalian ini!" Sakawuni berkata dingin dia menyadari dengan pendekar sebanyak ini belum tentu dia bisa selamat.


"Hahahaha siapa peduli ... dengan membunuh putri dari ketua aliran hitam merupakan prestasi bagi aliran putih," ujar Soma memandang sinis dia sendiri bukan tidak tahu akibat perbuatannya akan menimbulkan perang antara aliran putih dan hitam.


"Kau ..." Wajah Sakawuni memerah nampak emosinya sudah tidak terbendung lagi.


"Aku tidak paham apa yang kau bicarakan, dan darimana kau mendapatkan pandangan seperti itu tuan?" tanya Arya Geni santai menatap pria itu.


"Hahahaha aku tidak meminta dirimu untuk mengerti anak muda, karena ini urusan dunia persilatan" ujar Soma berkata tanpa melihat.


"Urusan dunia persilatan katamu? sepertinya apakah paman sedang bergurau tertawa?" Arya Geni tertawa mengejek.


"Hei bocah lemah jangan coba untuk memancing emosiku, sekarang aku beri kesempatan kepadamu untuk pergi sebelum aku berubah pikiran," ucap Soma sambil menatap dingin Arya Geni. Dia sengaja mengeluarkan aura kekuatan bermaksud memberikan peringatan.


Namun Soma terkejut ketika pemuda dihadapannya tersebut tidak bergeming sama sekali dengan aura kekuatan yang dimilikinya.

__ADS_1


"Pendekar yang mampu menyembunyikan kemampuan di dunia persilatan dapat dihitung dengan jari," Soma tersenyum kecut setelah apa yang dilakukannya tidak membuat Arya Geni bergeming. Membuat dirinya merasa penasaran dengan Arya Geni.


"Sekarang paman mengerti kalau aku tidak memiliki alasan untuk pergi bukan" ucap Arya Geni tersenyum sinis.


"Cukup menarik, aku ingin melihat sejauh mana kemampuan yang kau miliki" Soma tersenyum kecut sambil memberi tanda kepada pasukannya untuk menyerang.


"Tangkap mereka!" Soma berseru lantang.


Belasan pendekar lentera merah langsung berlari menyerang ke arah Arya Geni dan Sakawuni.


"Akan ku perlihatkan bahwa aku tidak selemah yang ada dipikiranmu" ucap Arya Geni menoleh Sakawuni sebelum bergerak menyambut serangan.


"Kau?" Sakawuni terkejut.


"Tunjukkan kemampuan kalian" Arya Geni sambil tersenyum menyambut serangan para pendekar lentera merah.


Arya bergerak lincah kecepatan yang dimilikinya tidak mampu diimbangi para pendekar kelas satu lentera merah. Dia belum melakukan serangan karena ingin melihat sejauh mana kemampuan para pendekar tersebut. Meskipun tidak melakukan serangan tidak ada satupun pendekar yang berhasil menyentuhnya sama sekali.


"Sudah cukup aku bermain-main dengan kalian"


Selesai berkata demikian tiba-tiba tubuh pemuda tersebut mengeluarkan aura panas. Membuat para pendekar lentera merah tersentak.


"Jurus pedang naga puspa tingkat 3"


Arya Geni mengayunkan pedangnya bersamaan lima pendekar lentera merah langsung jatuh roboh ketanah. Tidak hanya disitu dia bergerak sangat cepat memainkan pedangnya sangat lincah variasi dan pola serangan yang sulit ditebak membuat para pendekar lentera merah tidak mampu menahannya satu demi satu para pendekar lentera merah berjatuhan ketanah dengan beberapa luka. Memang sengaja Arya Geni tidak mengeluarkan pedang naga puspa dari warangkanya karena dia hanya ingin membuat mereka pelajaran saja.


"Jurus pedang naga puspa? bagaimana dia bisa menguasai jurus itu" Soma yang menyaksikan pertarungan tersebut, tersentak setelah melihat Arya Geni memperagakan jurus milik perguruan naga puspa.


Bukan hanya Soma yang terkejut, Sakawuni yang dari tadi berdiri menyaksikan pertarungan itu juga terkejut, bukan karena Arya Geni bisa menguasai jurus tersebut karena sebelumnya pemuda itu mengatakan bahwa dia berasal dari perguruan tersebut, namun yang membuatnya kagum adalah Arya Geni bisa menguasai jurus tersebut sangat lihai.

__ADS_1


"Dengan kemampuan yang ditunjukkan kenapa namanya belum pernah aku dengar di dunia persilatan" Soma memandang serius pemuda tersebut.


Kau ...." Soma menelan ludah melihat pemuda itu berdiri diantara para pendekar lentera merah yang sudah terbaring ditanah sambil memandang ke arahnya tersenyum.


Soma tersenyum kecut setelah melihat pemuda yang sebelumnya dianggap tidak memiliki kemampuan itu ternyata sangat kuat.


"Mari kita bermain-main anak muda!" Setelah berkata demikian Soma bergerak melakukan serangan.


Duarrrr


Terdengar suara ledakan ketika kedua senjata keduanya berbenturan.


Dalam waktu singkat keduanya sudah berada dalam sebuah pertarungan yang sangat sengit.


"Cepat sekali anak ini, aku harus berhati-hati" Raut wajah Soma berubah setelah bertukar belasan jurus dia menyadari kemampuan yang dimiliki Arya Geni jauh lebih tinggi dari perkiraannya. Terbukti dirinya belum bisa menyentuh anak muda tersebut.


"Bahkan jurus pedang bayangan tidak bisa menyentuhnya" batin Soma.


Raut wajah Soma semakin buruk karena dia sudah mengeluarkan seluruh kemampuan yang dimilikinya jangankan memberikan luka menyentuh bajunya saja tidak mampu.


"Sekarang kau harus belajar menghargai orang lain paman?" ucap Arya Geni tersenyum penuh kemenangan. Sambil terus menambah kecepatannya.


Soma semakin kewalahan ketika Arya Geni menambah kecepatannya. Dia mencoba menjaga jarak dengan Arya Geni sambil sesekali mencoba menyerang.


"Kecepatan anak ini semakin meningkat, kurang ajar ternyata kemampuannya tinggi sekali. Aku harus meminta bantuan kakang Ranajaya" Soma terlihat beberapa kali menoleh ke beberapa tempat untuk mencari keberadaan kakak seperguruannya.


"Jangan alihkan pandanganmu saat bertarung" Arya Geni meleset cepat ke arah Soma.


"Jurus pedang naga puspa tingkat 4" Gerakan pedang Arya Geni kembali berubah dengan cepat membuat Soma tidak siap menerima serangan tersebut.

__ADS_1


Pedang naga Puspa mendarat ditubuhnya membuat Soma terpental beberapa meter.


Soma terhunyung memegangi pundaknya yang terasa sakit akibat sebuah sabetan pedang Arya Geni. Membuat seluruh tubuhnya bergetar tidak bisa bergerak.


__ADS_2