Legenda Pedang Naga Puspa

Legenda Pedang Naga Puspa
Kemarahan Arya Geni


__ADS_3

"Cepat sekali" salah satu temannya mengambil sikap siaga melihat gerakan cepat Arya.


"Serang dia!" perintah pendekar itu. Mereka bergerak bersama mengepung Arya.


Arya memegang pedangnya, tiba-tiba tubuhnya menghilang dari hadapan para pendekar yang sedang mengepungnya.


"Pedang Langit: Naga Langit Murka" tiba-tiba tubuh para pendekar tersebut roboh seketika. Mereka tak sadarkan diri terkena hantaman sarung pedang Arya.


"Anda baik-baik saja nona? Siapa mereka?" Ujar Arya sambil melangkah mendekati wanita yang tidak jauh darinya.


####


"Kelompok Lembah Tengkorak"


Wanita tersebut mengangguk pelan.


Dia masih mengeluarkan air matanya menceritakan kejadian yang dialami desanya.


Tiga hari lalu desanya diserang kelompok lembah tengkorak, semua wanita yang ada di desa tersebut dibawa oleh mereka. Hanya Arum yang berhasil melarikan diri. Namun tempat persembunyiannya ditemukan dan dikejar sampai Arya menyelamatkannya.


"Aku mohon tuan bantulah desa kami, ku lihat kemampuan pendekar sangat tinggi" Arum berlutut memohon.

__ADS_1


"Baiklah nona aku akan coba membantumu, seberapa jauh letak desamu dari sini?"


"Setengah hari perjalanan tuan" Wajah Arum berbinar mendengar Arya bersedia membantunya.


"Mari tunjukkan jalannya nona" Arya mempersilahkan Arum menunjukan jalan ke desanya.


Mata Arya tak berkedip melihat kengerian yang ada dihadapannya. Rumah-rumah terbakar habis hanya menyisakan kepulan asap tebal, beberapa tubuh bergelimpangan tak bernyawa disepanjang jalan. Kejadian ini kembali mengingatkan Arya pada tujuh belas tahun lalu ketika ia terbangun menemukan sebuah desa yang sudah hancur dengan banyak tubuh terbaring tak bernyawa bergelimpangan dimana-mana.


Arum mematung melihat tempatnya dilahirkan dan dibesarkan sudah hancur oleh kekejaman Lembah Tengkorak. Air matanya kembali menetes dari sudut matanya.


"Ayo kita periksa dan kuburkan mereka dengan layak" " Arya berjalan pelan, tangannya mengepal tanda dia menahan emosi.


Tiba-tiba Arum menjerit membuat Arya bersikap siaga, Arya segera berlari ke arah Arum menjerit. Terlihat dua kepala tanpa tubuh tertancap di pohon bambu.


Arya melangkah mendekati pohon bambu dan memindahkan kepala tersebut. Dia menggali tanah dengan pedangnya kemudian menguburkan dengan layak.


Suasana menjadi hening. Wajah Arya mengeras menahan emosinya keinginan untuk melenyapkan Lembah Tengkorak sampai habis kembali muncul.


"Pergi kalian!!! Kalian hanya menimbulkan masalah disini"


Beberapa orang keluar dari persembunyiannya wajah putus asa terpancar jelas.

__ADS_1


Mereka menatap Arum tajam, salah satu pria berteriak keras.


"Ini semua gara-gara kamu!!! Mereka menjadi marah dan melampiaskannya pada kami" Pria tersebut tiba-tiba maju menyerang Arum. Arya bergerak maju memukul mundur pria tersebut.


"Sebaiknya anda tenang tuan, aku tidak ingin melukai siapapun" Arya menatap dingin pria tersebut.


Sadar kemampuan Arya jauh diatasnya, pria tersebut perlahan mundur.


"Siapa yang melakukan ini?" Arya bertanya pelan.


"Lembah Tengkorak" jawab pria yang menyerang tadi tanpa menatap Arya, pandangan masih ke arah Arum.


"Kalian jangan ikut campur, pergilah!" Sikap tidak bersahabat masih ditunjukkan pria tersebut.


"Ternyata kau datang sendiri kemari nona, apa kau sudah putus asa nona?"


Terlihat 30 orang pendekar muncul dari arah kebelakang. Wajah mereka menyerangai menatap Arum.


"Kalian akan membayar apa yang sudah kalian lakukan kepada kedua orang tuaku" Arum siap menyerang menggunakan ranting ditangannya.


"Mundur" Suara dingin Arya menghentikan langkah Arum. Membuat wanita tersebut perlahan mundur.

__ADS_1


Arya tiba-tiba menghilang dari tempatnya sendiri membuat para pendekar Lembah Tengkorak bersikap waspada.


__ADS_2