Legenda Pedang Naga Puspa

Legenda Pedang Naga Puspa
Arya Geni vs Pendekar Jalak Hitam


__ADS_3

Arya nampak tersenyum menatap pintu gerbang Perguruan jalak hitam yang ada dihadapannya.


Tak berselang lama muncul beberapa pendekar yang menghadangnya dengan tatapan tak bersahabat.


"Siapa kau? berani masuk ke wilayah kami" Bentak salah satu pendekar.


Arya tersenyum sinis tangannya bergerak memegang pedangnya.


"Sebut saja aku malaikat pencabut nyawa" Tepat setelah Arya berbicara dia bergerak menyerang dengan kecepatan yang tidak bisa diikuti mata.


Para pendekar penjaga gerbang berusaha mundur untuk menghindari serangan cepat Arya namun terlambat gerakan Arya benar-benar cepat seolah menghilang dari pandangan para pendekar tersebut sudah tumbang bersimbah darah.


Arya masuk kedalam padepokan dengan melangkah pelan. Namun puluhan pendekar Jalak Hitam kembali menghadangnya.


"Lancang, berani sekali kau masuk kedalam padepokan kami!"


Namun Arya tidak menghiraukan teriakan tersebut. Dia kembali menyerang dengan cepat ke arah para pendekar yang menghadangnya.


"Tarian Naga Puspa" Arya menghilang dari pandangan, tubuhnya melesat cepat kearah kerumunan para pendekar. Pedang Naga Puspa kembali diselimuti aura merah membuat efek serangan Arya lebih besar.


Puluhan pendekar tumbang hanya dalam beberapa gerakan jurus saja. Semua menatap Arya dengan perasaan takut, mereka menyadari orang yang dihadapannya memiliki ilmu sangat tinggi.

__ADS_1


"Apakah ini kekuatan manusia? Siapa sebenarnya dia?" Gumam salah satu pendekar bergidik ngeri.


"Kau datang ketempat yang salah anak muda" Cokro muncul dengan tatapan dingin.


Arya menatap ke arah Cokro "Siapa peduli tua Bangka"


Arya bergerak maju menyerang Cokro, pedangnya kembali mengeluarkan aura merah membuat Cokro melompat mundur berusaha menghindari.


"Aku harus berhati-hati dengan aura merah itu"


Tubuh Arya menghilang dari pandangan Cokro "Tarian Naga Puspa" Arya muncul dibelakang Cokro.


"Apa kau sudah mengerti sebuah perbedaan"


Arya kembali menyerang kali ini dia meningkatkan kecepatannya beberapa tingkat.


"Jangan sombong anak muda" Cokro terlihat merapal sebuah jurus untuk menangkis serangan Arya.


"Jurus Pedang Setan" Cokro melesat cepat ke arah Arya mematahkan serangan yang terarah padannya. Kecepatan Cokro kini setingkat di atas Arya memaksa Arya mundur beberapa langkah.


Bagaimana kecepatannya bisa meningkat dengan cepat, ternyata jalak hitam memiliki jurus yang menarik.

__ADS_1


Arya bergerak cepat mundur setelah Cokro tiba-tiba muncul dihadapannya. Tebasan pedang Cokro hanya mengenai baju yang dikenakan Arya.


"Hampir saja, tak kusangka kau bisa secepat itu"


"Bagaimana dia masih sesantai itu ketika beberapa saat yang lalu kepalanya hampir terlepas dari tubuhnya" Cokro sedikit siaga, dia yakin Arya masih menyimpan kemampuannya dia masih sesantai itu.


Dugaan Cokro tidak salah tiba-tiba tubuh Arya diselimuti aura merah menyala terang.


Cokro langsung menyerang Arya, dia paham ini tidak baik buat dirinya. Namun kali ini serangan cepat Cokro mampu dipatahkan Arya dengan mudah.


Cokro kembali meningkat kecepatannya, namun Arya dengan mudah menghindar. Tiba-tiba tubuh Arya menghilang dari pandangan Cokro membuatnya mundur beberapa langkah kebelakang.


Tubuh Arya muncul dari atas dengan pedang menghunus ke arah Cokro.


"Tarian Naga Puspa" Arya menyerang dengan sekuat tenaga.


"Duarrrrr" Serangan Arya menciptakan kawah yang besar dan cukup dalam di tanah. Nampak terlihat tubuh Cokro tergeletak tak bernyawa didalam kawah tersebut.


Arya turun perlahan kemudian menyarungkan kembali pedangnya.


"Kali ini kalian tidak akan aku ampuni setelah apa yang kalian lakukan kepada penduduk desa" Arya berjalan ke pintu aula utama.

__ADS_1


__ADS_2