
"Tuan pendekar mohon bantu kami? lelaki tua itu memohon.
Arya Geni mengangguk pelan, dia menjelaskan kepada lelaki itu untuk tidak menceritakan kepada siapapun tentang niat dia untuk membantunya. Arya Geni akan mempelajari dulu situasinya dan menyusun strategi yang tepat untuk menyelesaikan masalah.
Arya Geni kembali ke kamarnya untuk meningkatkan tenaga dalamnya. Dia berfikir dia harus segera kuat karena tidak tahu kemampuan lawan yang akan dihadapinya. Setinggi apapun lawan yang akan dihadapinya tidak menyurutkan niatnya untuk menghentikan kejahatan para perampok itu.
Badai sungguh datang, hujan turun dengan deras disertai angin kencang dan petir. Badai berlangsung selama dua hari tanpa henti, keuntungan dari badai ini adalah para perampok Lembah Tengkorak belum menampakkan diri, pasti sulit bagi mereka berpergian dalam cuaca seburuk ini.
Arya Geni memusatkan perhatiannya dengan meditasi untuk meningkatkan tenaga dalam yang dimilikinya. Selain keluar untuk membersihkan diri dan makan, Arya Geni mengurung diri di dalam kamarnya.
__ADS_1
Pada hari ke tiga Arya Geni berada di desa ini, badai mulai mereda. Meskipun hujan masih turun dengan lebatnya namun sudah tidak ada lagi petir.
Biasanya ketika badai berlalu, semua orang akan dipenuhi kegembiraan karena bisa beraktivitas lagi seperti semula namun penduduk desa ini justru sedih dan merasa terancam.
Selama beberapa hari ini badai melindungi mereka dari kedatangan para perampok lembah tengkorak yang berniat mengambil anak-anak gadis mereka serta membunuh mereka yang tersisa. Tida ada satupun warga yang bisa tenang menghadapi masalah yang datang, para penjaga desa jua menjadi lesu karena sebentar lagi nyawa mereka tidak akan bertahan lama lagi.
"Tuan pendekar, mereka telah datang!" Suara dari luar membuka mata Arya Geni yang sedang meditasi.
"Para perampok ini terlalu percaya diri..." Arya Geni menggelengkan kepala.
__ADS_1
Dia memandang pedang naga puspa sejenak, "Hari ini sang naga akan kembali ke dunia persilatan," Katanya sebelum mengambilnya. Kemudian pergi menuju pintu gerbang desa.
Pada gerbang desa nampak terlihat sekitar tiga puluh penjaga sedang berkumpul dengan senjata lengkap, ada juga puluhan warga yang bersenjata seadanya. Mereka sudah tidak sanggup memenuhi permintaan para perampok lembah tengkorak, berpikir para perampok itu akan membunuh mereka juga pada akhirnya, para penduduk memilih untuk melakukan perlawanan. Setidaknya tidak mati sia-sia.
Kedatangan Arya Geni menarik perhatian para warga desa dan penjaga, salah satu penjaga mengenali dirinya.
"Jika tuan muda ingin meninggalkan desa sekarang sudah terlambat, dalam waktu beberapa menit lagi para perampok akan tiba di desa ini dan tidak akan membiarkan siapapun lolos," ucap penjaga itu pada Arya Geni.
"Aku datang kemari untuk menghadapi para perampok ini, sudah diketahui jumlah mereka?" tanya Arya Geni.
__ADS_1
Ketika Arya Geni berkata ingin membantu, Para penjaga baru menyadari bahwa Arya Geni membawa sebuah pedang bersamanya. Mendapat bantuan dari seorang pendekar tidaklah buruk, namun tidak sedikit dari mereka meragukannya karena usia dirinya yang masih terlalu muda.
Menurut para penjaga sudah melihat gerakan lembah tengkorak dari orang yang diutus untuk mengawasi para perampok, mereka datang dengan menunggangi kuda. Jumlah para perampok ini sekitar sepuluh sampai seratus lima puluh orang. Kecepatan mereka tidak terlalu cepat akibat tanah yang masih bergenang air dan lebatnya hujan.