
Setelah beberapa hari beristirahat kondisi tubuh Arya Geni mulai pulih. Meskipun merasa bahwa luka dalamnya masih belum sembuh.
"Ah, Kakek sudah kembali," ucap Arya Geni ketika melihat pria paruh baya itu kembali dengan dua ekor ayam hutan ditangannya.
"Bantu aku memasak ayam hutan ini," balas Mahasyura
Pria paruh baya itu meletakkan dua ekor ayam hutan di atas batu, dan mulai membuat perapian. Arya Geni mengikuti perintah kakek tua, dia membersihkan ayam hutan yang dibawa tadi agar siap dibakar.
Setelah mereka menyantap habis ayam hutan yang telah dibakar tadi, Pria paruh baya duduk dan memanggil Arya Geni.
"Bukankah kau ingin keluar, ikutlah denganku" ucapnya sebelum berdiri kemudian melangkah keluar gua.
"Baik Kek," balas Arya Geni antusias karena dia akan segera keluar dari tempat itu, mengikuti kakek tua itu keluar.
Setelah berada diluar pria tua itu mendongak ke atas.
"Kau lihat jalan satu-satunya untuk keluar dari tempat ini adalah melompat ke atas sana" Mahasyura menunjuk ke atas.
Pemuda itu menelan ludah setelah melihat ke atas, sebuah jurang yang tinggi terpampang di depannya, melihat kondisi tingginya jurang tersebut sangat mustahil bagi seseorang yang terjatuh akan selamat.
Seketika harapannya keluar dari jurang tanpa dasar hilang.
__ADS_1
Seperti mengetahui pikiran pemuda itu pria tua itu tersenyum sebelum berkata, "Sebenernya bagi seorang yang memiliki ilmu meringankan tubuh lompat ke atas sana bukan suatu mustahil"
Pemuda itu menyetujui perkataan tersebut karena dia sering mendengarnya, ada beberapa pendekar yang kepandaian berada dipuncak akan mampu melayang ke udara.
Melihat pemuda itu tidak merespon, pria tua itu kembali berkata, "Kalau kau mau aku bisa mengajarkan ilmu meringankan tubuh kepada mu"
"Bukannya aku menolak Kek, tapi ..."
Belum sempat Arya Geni melanjutkan ucapannya sudah langsung dipotong oleh pria paruh baya itu.
"Maksud luka dalam mu?" tanya pria paruh baya itu.
Arya Geni mengangguk.
Seketika Arya Geni terkejut apa mungkin luka dalamnya bisa sembuh setelah dua tokoh persilatan tidak mampu menyembuhkannya.
"Jika luka dalam ku bisa sembuh, aku bersedia mengikuti semua persyaratannya, Kek" balas Arya Geni
Setelah berada didalam gua lelaki tua itu duduk, kemudian memanggil Arya Geni.
"Kemari lah, syarat yang harus kau penuhi cukup mudah, yaitu kau harus mau jadi muridku," ucap kakek tua itu pelan.
__ADS_1
Arya Geni tersentak baru kali ini dia mendengar persyaratan yang aneh. Syarat yang tidak sulit malah menguntungkan.
Namun belum sempat pemuda membalas. Kakek tua itu tiba-tiba menotok beberapa bagian tubuh Arya Geni. Tak lama berselang setelah totokan tersebut Arya Geni merasakan ada aliran hangat menjalar ke seluruh tubuhnya.
"Pejamkan matamu dan rasakan aliran hangat tersebut" ucap pria itu.
Arya Geni tidak membantah dia mengikuti semua yang diperintahkan.
Suhu ruangan berangsur-angsur berubah hangat. Pria tua itu tersenyum sambil menatap Arya Geni.
"Buka matamu, dan bagaimana keadaan mu sekarang" ucap Mahasyura.
Arya Geni membuka matanya.
Dia merasakan tubuhnya lebih baik bahkan rasa sakit akibat luka dalam sudah tidak terasa lagi.
Kakek tua itu tersenyum melihat reaksi Arya Geni sambil menotok bagian tubuh lainnya, "Luka dalam mu akan segera sembuh, berlatihlah untuk meningkatkan tenaga dalam mu beberapa hari ini, aku akan menuntun mu. Setelah tenaga dalam mu cukup aku akan mulai mengajarkanmu ilmu kanuragan," Pria paruh baya itu kemudian menempelkan telapak tangan ke punggung Arya Geni.
Dia mengalirkan tenaga dalamnya ke tubuh pemuda itu, terlihat keringat bercucuran dari tubuhnya karena suhu ruangan terus meningkat dengan cepat.
"Beberapa titik aliran darah mu masih tersumbat, aku akan membantu membukanya. Pusatkan tenaga dalam diperut mu kemudian alirkan secara bersamaan ke seluruh sendi tubuhmu."
__ADS_1
Pria paruh baya itu kembali menotok beberapa bagian tubuh Arya Geni. Dia sedikit terkejut karena merasakan aliran tenaga dalam yang besar di tubuhnya.
Arya Geni duduk bersila dan kembali bermeditasi, dia merasakan tubuhnya sangat ringan, dia belum pernah merasakan tubuhnya seringan ini.