Legenda Pedang Naga Puspa

Legenda Pedang Naga Puspa
Wanita Berpakaian Putih


__ADS_3

Sebuah hamparan bekas reruntuhan rumah perkampungan yang sudah hancur nampak sudah ditumbuhi pepohonan dan rumput-rumput liar yang membuat Desa Kumintir sudah menjadi hutan belantara.


Terlihat seorang pemuda berdiri di bawah pohon menatap reruntuhan bekas perkampungan tersebut.


Ini merupakan untuk pertama kalinya setelah lima belas tahun Arya meninggalkan desa tempat dimana dia bertemu dengan Ki Ranubaya dan memutuskan untuk ikut bersama gurunya itu.


Arya melangkah pergi menuju salah satu tempat dimana dulu dia terbangun untuk pertama kalinya.


Dia hanya menghela napas melihat rumah itu sudah tidak nampak dan sudah hancur.


"Sudah aku duga memang tidak ada harapan lagi" gumam Arya kemudian membalikkan badannya untuk kembali melanjutkan perjalanannya.


Arya bermaksud untuk kembali melanjutkan perjalanan namun tiba-tiba dia dikejutkan dengan sekelebat bayangan putih melesat meninggalkan tempat tersebut.


Tanpa berpikir panjang dia langsung melesat mengejar bayangan putih tersebut.


"Kena kau" Arya berhasil mengejar dan sudah berdiri didepan.


Nampak terlihat seorang wanita berpakaian putih dan memakai penutup wajah berwarna putih pula.

__ADS_1


Wanita itu seketika terkejut dan langsung berhenti setelah melihat seseorang telah berdiri menghalangi perjalanannya.


"Pergilah aku tidak memiliki urusan denganmu" ujar wanita itu dengan suara sedikit meninggi.


"Maaf nona jika aku menghalangi perjalananmu, tapi aku hanya penasaran kenapa kau berada di hutan belantara seperti ini sendirian" Balas Arya dengan ramah.


"Apakah tuan punya hak untuk mengetahui semua urusan orang lain" ujar wanita itu seraya memegang gagang pedangnya.


Arya hanya tersenyum dengan tenang dia berkata, "Aku tidak bermaksud begitu nona, mungkin saja nona berasal dari tempat ini"


"Darimana aku berasal bukan urusanmu dan aku sedang tidak ingin mengotori pedangku sebaiknya tuan segera memberikan jalan" balas wanita itu dengan tatapan tajam.


"Baiklah silahkan Nona" Arya mempersilahkan memberi jalan.


Dengan satu hentakan wanita berpakaian putih itu langsung melesat meninggalkan Arya.


#####


"Mau lari kemana kau cantik, jangan buang tenaga untuk terus berlari karena pasti kami akan menangkapmu" Teriakan salah seorang diikuti gelak tawa beberapa pendekar yang sedang mengejar seorang wanita.

__ADS_1


Wanita tersebut berlari sekuat tenaganya, matanya meneteskan air mata. Dia berlari seperti kesetanan tanpa melihat kebelakang. Dia sadar jika para pendekar tersebut berhasil menangkapnya maka itu akhir hidupnya.


Tak terbayangkan seandainya dia berhasil tertangkap oleh mereka.


Makin lama jarak antara dirinya dengan para pendekar yang mengejarnya semakin dekat. Dia merasa putus asa dan ingin menangis sekeras-kerasnya.


Saat harapannya hampir sirna dia melihat seseorang pemuda sedang duduk dibawah pohon. Muncul kembali semangatnya yang sempat hilang.


Dia berlari sekuat tenaga ke arah pemuda tersebut. Arya Geni yang sedang istirahat menyadari kedatangan wanita tersebut.


Arya Geni langsung berdiri dia mengernyitkan dahinya melihat beberapa pendekar sedang mengejar wanita tersebut.


"Tuan tolong bantulah aku" Wanita tersebut bersembunyi dibelakang Arya.


"Siapa mereka nona? Arya masih bersikap tenang. Belum sempat wanita tersebut menjawab para pengejar sudah berada dihadapan Arya. Mereka tersenyum mengejek.


"Pergilah nak tidak usah ikut campur, serahkan wanita itu kepada kami"


Belum selesai pendekar tersebut bicara tubuh Arya sudah ada dihadapannya.

__ADS_1


Sebuah pukulan keras membuat tubuh pendekar tersebut terpental mundur dan langsung terjatuh sambil memegang perutnya yang terasa sakit dan mual.


__ADS_2