Legenda Pedang Naga Puspa

Legenda Pedang Naga Puspa
Sakawuni


__ADS_3

Ketika matahari masih malu-malu menampakkan sinarnya. Di jalan terlihat sesosok gadis cantik sedang bertarung dengan beberapa pendekar bertubuh kekar.


Gerakan pedang yang ditunjukkan gadis itu menunjukkan ilmu kanuragannya lumayan tinggi.


"Hanya ini kemampuan pendekar Lentera Merah? aku benar-benar kecewa," ucap gadis itu penuh percaya diri.


Dia berputar memainkan pedangnya dengan lincah. Namun tubuhnya tergolong mungil namun gadis itu dapat menutupi dengan kecepatannya.


"Tak kusangka cucu tua bangka itu hebat juga," ucap Ranajaya kagum.


Sebagai murid paling berbakat Perguruan Lentera Merah yang merupakan salah satu perguruan terbesar di tanah Jawata, tidak mudah bagi Ranajaya untuk kagum pada kemampuan seseorang.


Ranajaya masih belum bergerak dari tempatnya, dia terus mengamati jurus tarian pedang iblis milik Perguruan Iblis Hitam yang diperagakan oleh Sakawuni.


Perguruan Lentera Merah dan Perguruan Iblis Hitam dua perguruan terbesar di tanah Jawata. Dua perguruan yang mewakili masing-masing aliran ini sudah lama terlibat konflik.


Ranajaya menggelengkan kepalanya melihat semua muridnya tidak berkutik dihadapan jurus tarian pedang iblis.


"Kalian harus aku didik dengan lebih keras," Ranajaya mengeluarkan aura kuning untuk menekan Sakawuni sebelum mencabut pedangnya

__ADS_1


"Bersiap lah nona cantik"


pria itu tersenyum dingin sebelum menyerang Sakawuni.


"Sial aku dalam masalah besar," Sakawuni tersenyum kecut saat melihat Ranajaya bergerak cepat ke arahnya. Dia tau betul seberapa tinggi ilmu kanuragan murid terbaik Lentera Merah yang sudah menguasai ilmu pedang pemusnah raga di usia yang sangat muda.


Saat pedang keduanya beradu di udara, puluhan murid lentera merah mundur bersamaan, mereka tidak ingin terkena efek jurus pedang Ranajaya yang sangat mematikan.


Hanya dalam beberapa tarikan nafas Ranajaya sudah berhasil mendesak Sakawuni mundur, bahkan dia mempermainkan gadis itu dengan menyerang kesatu titik untuk merusak wajah gadis tersebut.


Sakawuni mulai kehabisan tenaga terlihat kesal karena Ranajaya selalu mengarahkan serangan ke wajahnya.


Saat Ranajaya sudah berhasil mendekati gadis tersebut, dia memutar tubuhnya dan mengayunkan pedangnya tepat ke arah wajah Sakawuni.


Sakawuni yang tidak siap menerima serangan ini terpaksa melindungi wajahnya dengan kedua tangannya yang telah dialiri tenaga dalam


Sakawuni terpental mundur dengan luka dikedua tangannya.


"Kau sepertinya terlalu sayang dengan wajahmu ya? hal itu semakin membuat kuingin merusaknya," Ranajaya melangkah mendekati Sakawuni yang terlihat ketakutan.

__ADS_1


Sakawuni yang sudah berputus asa berniat melakukan serangan terakhirnya.


Kalaupun dia harus mati hari ini maka Ranajaya pun harus ikut mati.


"Kau masih belum menyerah ya?" Ranajaya tersenyum sinis melihat Sakawuni merapal jurusnya.


Saat keduanya hampir kembali bertarung puluhan orang tiba-tiba muncul dan mendekati mereka.


"Hei! apa yang kalian lakukan?" Salah satu dari mereka berseru dengan lantang.


"Sial! Aku lupa bahwa ini wilayah Perguruan Naga Puspa." Ranajaya memberi tanda muridnya untuk bersiap menyerang.


Kelengahan Ranajaya dimanfaatkan Sakawuni untuk melarikan diri. Dia menggunakan sisa-sisa tenaga dalamnya untuk melesat secepat mungkin.


Raut wajah Ranajaya berubah buruk saat mengetahui Sakawuni melarikan diri. Dia bisa saja mengejarnya namun muridnya sedang bertempur melawan pendekar naga puspa.


"Soma, bawa dua orang untuk mengejar gadis itu! biar aku yang menghadapi para penghianat ini." Ranajaya mengeluarkan pedang pusakanya dan mulai menyerang.


"Baik Kakang," Soma diikuti dua murid lainnya memisahkan diri dari rombongan dan mengejar Sakawuni.

__ADS_1


__ADS_2