Legenda Pedang Naga Puspa

Legenda Pedang Naga Puspa
Sebuah Pertaruhan


__ADS_3

Ki Mahasyura masuk kedalam sebuah ruangan yang ada didalam gua. Dia melangkah ke salah satu tempat.


Tampak terlihat sebuah pedang terbungkus kain putih dan sebuah kitab didalamnya.


Dia mengambil pedang dan membuka balutan kain putih itu terdapat sebilah pedang berwarna merah bergagang kepala naga berwarna emas.


Dia memejamkan matanya mulai memusatkan berkonsentrasi. Nampak terlihat aura merah menyelimuti pedang tersebut mengeluarkan hawa panas. Mahasyura mencoba menekan hawa panas dengan tenaga dalamnya.


"Setelah sekian lama akhirnya kau berani menyentuh aku lagi Mahasyura, terimalah kekuatanku kita kembali kuasai dunia persilatan hahahaha" Terdengar suara di dalam pikiran Mahasyura.


"Hahahaha kau pikir aku seperti dulu Naga Kreshna, aku yang sekarang sudah tidak terobsesi lagi dengan kekuatan dan menjadi orang paling kuat," balas Mahasyura sambil sekuat tenaga menahan hawa panas yang keluar dari pedang tersebut.


"Kau tidak sadar apa yang kau lakukan, kekuatan lemah seperti itu tidak akan mampu menahan ku? Seandainya aku ingin sejak tadi bisa saja mengubah mu menjadi debu." Suara itu meninggi seolah sedang marah kepada Mahasyura.


Mendengar ancaman Naga Kreshna, Mahasyura hanya tersenyum kecil.


"Hahahaha kau lupa Naga Kreshna, sebesar apapun kekuatan mu kalau tanpa perantara tubuh manusia hanyalah sebilah besi karatan yang tidak berguna,"


Aura merah pada pedang naga puspa semakin membesar bersamaan hawa panas meningkat. Dengan sekuat tenaga Mahasyura menahannya.

__ADS_1


"Apa yang kau inginkan dari ku Mahasyura?" ujar Naga Khresna dingin.


Setelah dapat mengatur nafasnya kembali, Mahasyura berkata pelan,


"Aku ingin bertaruh" jawab Mahasyura.


"Apa maksud mu, kau ingin ku hancurkan menjadi abu!" ancam Naga Khresna.


Mahasyura terkekeh mendengar ancaman Naga Kreshna "Sepertinya ancaman itu sudah sering kau ucapkan sejak dulu, namun kenyataannya kau tidak mau melakukannya, biar aku tebak bahwa kau masih membutuhkan aku bukan," ucapnya.


"Kau ..."


"Segel cahaya malam, Mahasyura mengalirkan tenaga dalam ke tangan kanannya.


Tampak cahaya biru masuk kedalam pedang naga puspa kemudian menyelimuti hampir seluruh bagian pedang. Naga Kreshna terkejut dengan apa yang dilakukan pria sepuh itu.


"Bagaimana bisa kau menguasai jurus ini Mahasyura?" ujar Naga Khresna.


"Kau pikir aku tidak melakukan apa-apa selama ini, aku sudah mempersiapkannya sebelum berani menyentuh mu kembali, kekuatan mu telah aku segel dalam pedang ini, kau tidak bisa merasuki pengguna mu seenaknya lagi" balas Mahasyura.

__ADS_1


Hawa panas pedang naga puspa semakin meningkat membuat Mahasyura seperti meleleh, dia melepaskan genggaman tangannya pada pedang itu dan mundur beberapa langkah menjauh.


"Kekuatan Naga Kreshna sangat mengerikan, bahkan segel cahaya malam hanya dapat menahan separuh dari kekuatannya" gumam Mahasyura dalam hati.


"Pemilik ilmu segel cahaya malam telah mati ratusan tahun tahun lalu, bagaimana kau bisa menguasainya?" Naga kreshna masih tidak percaya Mahasyura mampu menguasai jurus yang sudah menghilang itu.


"Aku harus merelakan barang berharga yang aku miliki demi mendapatkan jurus ini, bahkan aku membutuhkan dua puluh tahun untuk bisa menguasainya, namun sebanding dengan hasilnya," ucap Mahasyura sambil tertawa.


"Apa yang sedang kau rencanakan Mahasyura?" ucap Naga Khresna.


Ki Mahasyura menarik nafas kemudian berkata,"Aku ingin bertaruh kepada seseorang pemuda, aku berharap dia tidak melakukan kesalahan seperti aku dulu, semoga dia mampu membawa kedamaian untuk dunia persilatan" ucapnya.


Naga Kreshna terkekeh, "Kau terlalu berharap Mahasyura, hawa nafsu seseorang akan semakin besar seiring dengan bertambah kekuatan besar yang dimilikinya. Semua penggunaku terdahulu memiliki nasib yang sama yaitu jatuh ke dalam nafsunya sendiri," jawab Naga Kreshna.


Mahasyura bangkit dan memegang pedang naga puspa siap menyarungkan kembali ke kain putih.


"Aku yakin kau akan menyukainya karena dia sangat berbeda"


"Lakukan sesukamu Mahasyura"

__ADS_1


Perlahan hawa panas pedang naga puspa menyusut. Mahasyura memasukkannya kembali kepada kain putih.


__ADS_2