
"Apa kau benar-benar Arya"
Ki Ageng memeluk erat Arya Geni penuh haru setelah lama berpisah bahkan dirinya sebelumnya telah menganggap bahwa pemuda dihadapannya itu telah tiada dalam peristiwa mengerikan dua belas purnama lalu.
"Benar aku Arya Geni paman" balas Arya Geni terbata-bata dia juga ikut terharu.
Dapat dimaklumi karena dia sudah menganggap Ki Ageng adalah orang tuanya sendiri yang telah merawatnya sedari kecil. Jadi cukup beralasan setelah beberapa lama terpisah akhirnya mereka bertemu kembali membuat keduanya terharu.
"Maafkan paman mengenai kakek..." ucapan Ki Ageng menggantung tak kuasa menceritakan kondisi Ki Ranubaya.
"Paman Ranajaya telah menceritakan semuanya" Ucap Arya Geni.
"Syukurlah kalau kamu sudah mengetahuinya" balas Ki Ageng lega.
Kemudian Ki Ageng mengajak Arya pergi ke sebuah ruangan dimana Ki Ranubaya terbaring tidak sadarkan diri.
Arya Geni segera bersujud beberapa kali memberikan penghormatan dia sangat terpukul dengan kondisi kakeknya yang sangat mengkhawatirkan.
"Maafkan aku kek" lirihnya.
Ki Ageng hanya terdiam dia dapat memahami penyesalan Arya. Untuk itu dia berpamitan untuk membiarkan Arya Geni menenangkan diri.
__ADS_1
"Tapak Segoro Geni ya" Tiba-tiba terdengar suara wanita yang dikenalnya.
Arya Geni menoleh ke arah suara dan terlihat Sakawuni sedang berjalan ke arahnya.
"Apa maksudmu mengikuti kami" Arya Geni menatap tajam wanita muda tersebut penuh selidik.
"Apa kau tidak bisa bersikap biasa saja" balas Sakawuni kecut melihat tatapan tajam Arya kepadanya.
Arya Geni menarik nafas dalam-dalam kemudian berkata pelan,"Baiklah, Apa kau mengetahui tentang jurus yang melukai kakekku?"
"Tidak terlalu, namun aku pernah mendengar kakekku pernah membahas jurus kuno itu bersama para tetua perguruan" ucap Sakawuni sambil memeriksa Ki Ranubaya.
"Luar biasa ternyata benar sesuai apa yang pernah aku baca" Lirih Sakawuni sambil mengeluarkan sebuah kitab lusuh kemudian membukanya.
"Bagaimana apakah ada cara untuk mengobati kakek" ujar Arya penuh harap.
"Tenaga dalam langit dan bumi," balas Sakawuni antusias ketika menemukan sebuah catatan terakhir.
"Tenaga dalam langit dan bumi apa itu sepertinya aku baru mendengarnya" Arya mengerutkan keningnya namun dia merasa lega karena ada cara untuk mengobati kakek gurunya.
"Kitab itu sudah lama musnah dari dunia persilatan karena sangat berbahaya " Ki Ageng muncul lalu duduk diantara keduanya.
__ADS_1
"Paman" Keduanya secara bersamaan menundukkan wajah memberi hormat
"Apa maksud paman?" ujar Arya Geni penasaran.
"Tenaga dalam langit dan bumi merupakan ilmu tenaga dalam tingkat tinggi yang tidak dapat dipelajari oleh sembarangan orang bahkan sebagian pendekar yang terlalu memaksa untuk mempelajarinya hanya sia-sia tubuhnya hancur sebelum menguasainya" Ujar Ki Ageng menjelaskan.
"Apakah sesulit itu sehingga tidak ada yang bisa menguasainya" Sakawuni merasa aneh.
"Benar hampir mustahil untuk dipelajari oleh orang biasa karena hanya pemilik tubuh sempurna seperti orang yang telah menciptakan kitab tersebut" Balas Ki Ageng.
"Tubuh sempurna" Arya dan Sakawuni saling berpandangan.
"Guruku tidak pernah menjelaskan tentang tubuh sempurna tersebut secara pasti bahkan seolah dia menutupinya dan memintaku untuk melupakannya"
"Aku akan mencarinya dan mencoba untuk mempelajarinya" ujar Arya tiba-tiba membuat Ki Ageng terkejut.
"Niatmu baik nak tapi ini terlalu berisiko untuk nyawamu kita akan mencari cara yang lain untuk menyelamatkan ketua" ucap Ki Ageng.
"Tidak paman aku akan tetap mempelajarinya meskipun nyawaku sebagai imbalannya" ujar Arya tanpa ada keraguan sedikitpun.
"Hei bodoh kau tidak boleh bermain-main dengan nyawamu sendiri" ucap Sakawuni.
__ADS_1
"Tunjukkan kemana aku harus mencari kitab tersebut paman" ujar Arya serius.
Ki Ageng terdiam dia menggelengkan kepalanya karena dirinya juga tidak mengetahui keberadaan kitab tersebut.