
"Lihat desa ini melakukan perlawanan" Salah satu anggota perampok lembah tengkorak menunjuk pintu gerbang desa yang terbuka sedikit.
Celah pintu gerbang itu hanya cukup untuk satu ekor kuda melewatinya dalam satu waktu.
"Mereka sungguh bosan hidup, habisi mereka semua!" Pimpinan perampok berseru dengan lantang.
Perampok Lembah Tengkorak menghentikan kuda mereka ketika telah berada cukup dekat dengan gerbang desa. Belasan perampok turun dari kuda lalu maju untuk membuka gerbang lebih besar.
Ketika para perampok ini cukup dekat dengan pintu gerbang, sesuatu yang melesat dengan cepat mengarah pada beberapa dari mereka, seketika semua perampok yang terkena sesuatu tersebut tumbang ke tanah sambil menjerit kesakitan tetapi tidak bisa mengeluarkan suara.
Para perampok yang berdiri menjadi kaget saat memandang rekan-rekan mereka yang jatuh ketanah sekarang memegangi leher mereka. Terlihat ada kerikil yang menancap di setiap leher perampok yang tumbang ke tanah.
"Senjata rahasia? Salah satu perampok yang masih berdiri berseru namun selesai ia berkata demikian sebuah kerikil kecil melesat menancap di lehernya.
Belasan perampok itu sama sekali tidak mengetahui alasan mereka kehilangan nyawa, sementara rekan-rekan mereka yang di atas kuda terkejut melihat belasan perampok tersebut jatuh ke tanah dan tidak bangkit kembali.
"Apa yang terjadi?" Pimpinan perampok berusaha mencari sosok yang telah menyerang orang-orangnya.
__ADS_1
Pada saat yang sama Arya Geni sedang berada didinding desa. Dia memang melempar beberapa kerikil yang sudah dialiri tenaga dalam pada belasan perampok itu dari atas dinding desa.
Arya Geni melompat dari atas dinding dan berhadapan langsung dengan para perampok tersebut.
"Hanya seorang pemuda, Apa mungkin dia yang membunuh saudara-saudara kita?"
Arya Geni tersenyum mendengar para perampok mulai berbisik sesama mereka sambil tetap waspada, Arya Geni memang menutupi kemampuannya dengan tidak menunjukkan dirinya memiliki tenaga dalam besar. Sehingga Tindakannya itu berhasil membuat para perampok sedikit ragu.
"Hahahaha ternyata mereka meremehkan kemampuan kita dengan mengirim pemuda biasa untuk melawan kita, tunggu apalagi cepat habisi pemuda itu" Seru pimpinan perampok dengan nada merendahkan setelah tidak merasakan tenaga dalam dari dalam tubuh pemuda itu.
Arya Geni tersenyum kecut, mengetahui dua puluh orang yang sedang berlari ke arahnya.
"Jangan biarkan pemuda ini lolos!" Dua puluh perampok sudah berada cukup dekat dengan Arya Geni, mereka berpikir pemuda itu tidak bergerak karena ketakutan.
"Maju kalian? Arya Geni bergerak secepat kilat bahkan seolah menghilang dari pandangan. Dia tidak berniat menutupi lagi kekuatan nya.
Para perampok tersentak merasakan kekuatan mengerikan dari dalam pemuda tersebut yang berhasil membuat tubuh mereka tidak bisa bergerak seolah tertimpa beban sangat berat.
__ADS_1
Arya menggunakan senjata milik salah satu perampok yang berhasil direbutnya untuk membunuh para perampok yang menyerangnya. Dia terlalu cepat dan kuat untuk dihentikan oleh para perampok. Sehingga hanya dalam hitungan detik satu persatu dari dua puluh perampok berjatuhan di tanah meregang nyawa.
Pimpinan perampok hanya menelan ludah karena untuk pertama kalinya melihat seseorang yang membunuh tanpa ada keraguan.
"Tidak kusangka penduduk desa ini berhasil mengundang pendekar sehebat ini, pantas saja mereka berani melakukan perlawanan." Pimpinan perampok tersebut hanya bisa merapatkan giginya karena kesal.
Tindakan Arya Geni yang tidak lagi menutupi kekuatannya berhasil membuat para perampok gentar. Aura pembunuh meluap dari tubuhnya membuat sebagian pendekar berkeringat dingin.
Lebih dari seratus pasang mata kini menatap Arya Geni penuh ketakutan, mereka semua menyadari bahwa pemuda tersebut telah menyembunyikan kekuatannya sebelumnya.
"Apa yang kalian takutkan, jumlah kita lebih banyak!" Seru pimpinan perampok yang melihat beberapa anggotanya mulai ragu.
Pimpinan perampok berpikir bahwa seberapa kuat pun pemuda itu mustahil bisa mengalahkan semua anggotanya jika menyerangnya secara bersamaan.
Semua perampok berloncatan dari kudanya dan melakukan serangan secara bersamaan ke arah pemuda tersebut.
Arya Geni menghela nafas karena melihat semangat para perampok yang tidak memiliki rasa takut sama sekali seolah tidak memperdulikan perbedaan kekuatan yang dimiliki.
__ADS_1