Legenda Pedang Naga Puspa

Legenda Pedang Naga Puspa
Cinta Dibawah Sinar Bulan Purnama


__ADS_3

"Boleh bergabung?" tegur wanita muda kepada seorang pemuda yang tengah duduk memandangi indahnya bulan purnama di langit malam.


Mendengar ada yang menyapanya pemuda tersebut menoleh dan menemukan seorang wanita muda berdiri tidak jauh sambil menatapnya.


Namun sebelum Arya Geni menjawab wanita muda itu sudah terlebih dahulu menghampiri kemudian duduk disampingnya yang membuat jantung pemuda itu berdetak kencang.


Untuk beberapa saat tidak ada suara keluar dari mulut keduanya sampai pada akhirnya terdengar lirih Dewi Nawang Wulan.


"Langit senang saat datangnya awan


bintang tersenyum saat adanya rembulan


mentari hadir melengkapi kecerahan


komet pun jatuh merasa kegembiraan


dan putaran bumipun seakan tentram


Bulan purnama yang berselimut bintang


terang benerang bersinar terang


awan hitam seakan hilang


di pancarkan bulan yang begitu benerang


dan dihapuslah kegelapan


Warna warni menghiasi bumi


bulan purnama telah kembali


memancarkan keindahan hati


dan memberi cahaya abadi


cahaya yang indah seindah cahaya pelangi


Saat rembulan tersenyum


bintang pun ikut gembira


dan awan seakan bahagia

__ADS_1


bahagia memberi canda dan tawa


Ingin rasanya melihat bulan seperti ini


senyum manis berseri-seri


cahaya cerah menyinari hati


memberi keindahan hari


dan melengkapi semangat bumi"


Arya Geni terpukau tatkala mendengar syair gadis muda disampingnya itu. Dia tidak menyangka gadis yang selalu terselip sebilah pedang dipunggung nya ternyata pandai bersyair juga suaranya keluar syahdu masuk menusuk jiwa membuat hatinya terasa damai dan tentram.


"Ternyata Nyai pandai bersyair," ucap Arya Geni merasa kagum.


Dewi Nawang Wulan menjadi salah tingkah sehingga menundukkan wajahnya yang mulai memerah, "Kakang pandai memuji,"katanya tersenyum simpul,"Oh ya kenapa kakang tidak bergabung sama yang lain?"


"Itu karena aku lebih suka udara diluar sin, Nyai" ucapnya."Nyai sendiri kenapa tidak ikut bergabung?"


"Seperti yang Kakang katakan bahwa udara diluar membawa ketenangan" Jawabnya memejamkan mata menarik nafas panjang.


Apa yang dilakukan gadis itu terlihat jelas dimata Arya Geni. Wajahnya yang cantik putih mulus tanpa noda terlihat bercahaya karena terkena sinar bulan membuat perasaan dihatinya semakin menjadi-jadi terpanah oleh busur panah asmara.


Terlalu anggun wajah mu


Rupawan dipandang sesuai keinginan


Ku ucapkan salam perkenalan


Manis bibir merah mu


Semakin indah daya pikat


Aroma pandangan atas kehadiran


Meninggalkan seberkas keheningan


Cara mu melihat sejuta rasa


Keindahan paras mu membuat tak berdaya


Imut cantik mengemaskan

__ADS_1


Makna dalam rasa


Perkenalan ini mengusik kalbu


Tersembunyi dibalik langit biru


Indahnya dirimu


Aku terjebak dalam perkenalan ini


Adakah engkau nyata


Menghampiri hati yang kosong


Bisakah kita saling berdekatan


Sedekat dekatnya


Tapi kau membuat aku tak berdaya"


Arya Geni terhanyut dalam perasaan yang terus menggebu-gebu menggelora mengisi jiwanya. Hati dan perasaan jiwanya tidak bisa lagi dibohongi bahwa dia sedang terhanyut dalam lautan perasaan cinta.


"Kakang" Sebuah suara membangunkannya dari lamunannya.


"Ehhh, maaf," ucapnya sambil mengalihkan pandangannya ke atas.


Dewi Nawang Wulan tersenyum simpul melihat ekspresi wajah pemuda itu. Semenjak pertemuan yang pertama sebenarnya ada sesuatu dalam diri pemuda itu yang membuat ia tertarik.


"Apa aku terlihat cantik" ucap Dewi Nawang Wulan sambil mendekatkan wajah cantiknya.


Baru saja ia bisa menguasai dirinya karena terbawa perasaan kini wajah itu sekitar beberapa senti didepan wajahnya.


"Aaaaa ... tentu," ucapnya gugup, "Mungkin terlalu cantik untuk seorang manusia kau nampak bidadari dari khayangan" gumamnya dalam hati sambil mengalihkan pandangannya.


Gadis muda itu menempelkan jari telunjuk ke dagu terlihat sedang memikirkan sesuatu tak lama berselang lama tampak tersenyum sendiri. Kemudian berkata pelan,"Apa kakang mencintai aku?" ucapnya.


Seluruh jantungnya terasa copot mendengar pernyataan yang tidak pernah terduga sebelumnya itu. Dia sendiri tidak mengetahui perasaan apa yang sedang merasukinya itu apa bisa disebut cinta atau hanya sebatas mengagumi saja.


Dia hanya tersenyum kemudian menganggukkan kepalanya.


Apa yang terjadi selanjutnya membuat pemuda itu kembali bergejolak dengan gelombang lautan asmara dalam jiwanya ketika tiba-tiba gadis muda itu memeluk tubuhnya erat.


"Terimakasih" sebuah bisikan ditelinga nya.

__ADS_1


__ADS_2