Legenda Pedang Naga Puspa

Legenda Pedang Naga Puspa
Kembali Ke Dunia Luar


__ADS_3

Hari itu terlihat Ki Mahasyura tengah duduk bersila bermeditasi.


Kedua matanya terbuka dia menatap pemuda yang sedang berlatih tidak jauh dari tempatnya.


"Geni kemarilah" ucap Ki Mahasyura memanggil pemuda itu.


"Iya Kek," balas Arya Geni sambil menghentikan latihannya dan melangkah mendekati lelaki tua itu.


Arya Geni duduk dihadapan Ki Mahasyura.


"Sudah saatnya kau kembali ke dunia luar, kau sudah telah menguasai kitab naga puspa sampai tingkat lima kau bisa mengembangkan nya ke tingkat lebih tinggi atau bahkan tingkat sempurna mengikuti petunjuk kitab tersebut" ucap Ki Mahasyura pelan.


Bagi Arya Geni waktu begitu cepat dan kebersamaannya selama ini membuat mereka berdua semakin dekat. Wajar apabila dia merasa ragu harus meninggalkan kakek itu sendirian.


"Kenapa kakek tidak ikut aku kembali ke dunia luar saja" balas Arya Geni.

__ADS_1


Pria paruh baya itu tersenyum, "Bagiku tempat ini merupakan tempat paling damai dan tentram jauh dari keramaian dan keserakahan manusia akan haus dengan kekuatan" ucapnya pelan.


Pemuda itu tidak membantah semua ucapan gurunya itu.


"Aku akan memberikan pedang ini kepadamu kuharap kau bisa membawa dunia persilatan dalam kedamaian" Ki Mahasyura menarik nafas.


"Kau sendiri tahu bahwa pedang ini menjadi rebutan pendekar dunia persilatan, sangat berbahaya apabila jatuh kepada orang yang mempunyai hati jahat karena akan menjadi malapetaka bagi dunia persilatan. Semoga kau bisa menjaganya dan bisa menguasai jurus pedang naga puspa sampai tingkat akhir." Ki Mahasyura memberikan sebuah pedang terbungkus kain putih kepada Arya Geni.


Terlihat Arya Geni bergetar saat menerima pedang pusaka yang selama ini diperebutkan oleh para pendekar dunia persilatan itu.


Ki Mahasyura memegang pundak Arya Geni, terdengar dia berkata pelan, "Hari ini bukanlah hari akhir, bukan pula awal dari suatu akhir, tapi hari ini baru akhir suatu awal dari perjalanan yang masih panjang. Pergilah arungi laut kehidupan, bila lautmu berwarna merah penuh darah, jangan engkau hirup darah yang mungkin menjadi racun bagi kehidupanmu, bila lautmu tenang membiru, jangan biarkan ia menjadi merah karena darah"


Arya Geni menjadi terharu setelah mendengar nasehat gurunya itu.


"Semua nasehat kakek akan saya ingat" ucap Arya sebelum sujud beberapa kali dihadapan gurunya itu.

__ADS_1


Pemuda itu menghentakkan keduanya kakinya melesat melayang ke udara meninggalkan jurang tanpa dasar.


"Kau akan memikul beban besar dipundak mu Nak, semoga kau adalah pendekar dalam ramalan itu, aku ingin melihat kau menjadi pendekar terkuat di dunia persilatan, dan aku harap kau tidak melakukan kesalahan apa yang telah aku lakukan dulu" gumam Ki Mahasyura dalam hati mengantar kepergian pemuda itu yang telah menghilang ke udara.


Pemuda itu melesat ke atas sangat ringan bagai seekor burung sedang terbang menandakan bahwa ilmu meringankan tubuhnya sudah hampir mencapai sempurna.


######


Halo semua para senior saya selaku author BPNP mengucapkan selamat membaca tulisan receh ini,


mohon untuk memberikan dukungan kritik dan sarannya agar author bisa memperbaikinya kedepannya.


Saya mengucapkan selamat menjalankan ibadah puasa kepada teman-teman bagi yang menjalankannya.


Semoga Allah memberkati kita semua pada bulan Ramadhan kali ini dan mengingatkan Anda: "Berbahagialah sekarang orang-orang beriman, yang merendahkan diri dalam doa mereka , dan yang menjauhkan diri dari kata-kata sia-sia, dan yang melakukan sedekah, dan yang menahan nafsu mereka."

__ADS_1


__ADS_2