Legenda Pedang Naga Puspa

Legenda Pedang Naga Puspa
Utusan Iblis Hitam


__ADS_3

Ki Sadewa tampak duduk di kursi kebesarannya yang sudah dia duduki hampir dua belas purnama lamanya. Meski belum lama namun dia merasa bangga karena cita-citanya selama ini menjadi nomor satu di perguruan naga puspa telah tercapai.


Tidak lama pintu ruangan diketuk oleh salah satu tetua perguruan.


"Ketua, ijin melaporkan sesuatu," ucap Birawa pelan.


"Masuklah!" balas Ki Sadewa.


"Cepat katakan kabar apa yang kau bawa?" tanya Sadewa.


"Utusan dari Iblis Hitam sudah menunggu anda diruang tamu!" ucap Birawa pelan.


"Iblis hitam? aku akan segera kesana!" Raut wajah Ki Sadewa berubah serius.


Birawa menundukkan kepala sebelum melangkah keluar ruangan.


****


Di dalam ruang tamu perguruan naga puspa.


"Maafkan ketidak tahuan saya tidak menyambut tetua" ujar Ki Sadewa menundukkan kepala.


"Aku datang kemari untuk menyampaikan ini" Lingga memberikan sebuah gulungan dari balik bajunya.


"Nona Sakawuni pergi dari perguruan?" Ki Sadewa mengernyitkan dahi karena baru pertama kali mendengar bahwa Ki Kuncoro memiliki seorang putri.

__ADS_1


"Aku tidak waktu menjelaskan, kuharap kau segera menemukannya!" Lingga berdiri kemudian melangkah pergi.


"Aku akan mempersiapkan jamuan untuk tetua!" ujar Ki Sadewa.


"Tidak perlu aku tidak berencana untuk tinggal lebih lama disini, dan satu lagi kalau sampa nona Sakawuni terluka maka kalian yang harus tanggung jawab!" Lingga sengaja mengeluarkan aura membunuh yang pekat.


Ki Sadewa menelan ludah merasakan tubuhnya tidak bisa bergerak beberapa saat sebelum pria tersebut menghilang.


"Birawa, kerahkan sebanyak mungkin pendekar kita untuk mencarinya!" ucap Ki Sadewa setelah pendekar itu menghilang.


"Baik ketua," Birawa menundukkan kepala kemudian melangkah pergi.


Ki Sadewa meremas gulungan tersebut menggeram marah kini dia menyadari bahwa keputusan bersekutu dengan iblis hitam merupakan kesalahan terbesarnya, meskipun dia berhasil menduduki posisi sebagai ketua namun kenyataannya dia tidak bisa bergerak bebas karena akan selalu berada dalam bayang-bayang perguruan iblis hitam.


Tiba-tiba nampak beberapa orang berlari ke arahnya dengan nafas tersengal-sengal.


Ki Sadewa menaikkan alisnya melihat beberapa pendekar tersebut. Namun tiba-tiba dia tersentak ketika dua orang sedang membopong seseorang pemuda yang dikenalnya.


"Apa yang terjadi?" tanya Ki Sadewa melihat anaknya terluka.


"Kami telah bertarung dengan para pendekar lentera merah, ketua" ucap salah satu pendekar.


"Lukanya tidak terlalu parah, bawa dia keruang perawatan" ucap Ki Sadewa setelah memeriksa Dewangga.


"Kurang ajar lentera merah berani menyerang putra secara terbuka, hidupku tidak akan tenang sebelum membunuh mereka semua" Ki Sadewa mengepalkan kedua tangannya menggeram marah.

__ADS_1


Ki Sadewa menarik nafas panjang dia berusaha mengendalikan diri karena saat ini bukan saat yang tepat untuk balas dendam karena keadaannya.


****


"Apa yang akan kau lakukan?" Sakawuni melihat Arya Geni yang cuma berdiam diri.


"Sebagai murid perguruan aku harus memenuhi kewajibanku," balas Arya Geni.


"Itu artinya kau akan merebut kembali perguruan tersebut?" tanya Sakawuni.


"Kau sudah mengetahui jawabannya"


Sakawuni nampak melihat tidak ada keraguan di wajah pemuda tersebut.


"Kalau begitu aku akan ikut membantumu." Ujar Sakawuni.


Arya Geni mengernyitkan dahi sambil menatap gadis itu, "Aku tidak akan melibatkan orang lain dan kau bukankah ...." belum sempat Arya Geni melanjutkan ucapannya sudah dipotong.


"Anak ketua iblis hitam, kau lupa bahwa aku kabur karena tidak sejalan dengan ayahku bukan. Lagipula aku harus membalas semua pertolonganmu meskipun harus berkhianat pada kelompokku sendiri" ucap Sakawuni tanpa ada keraguan sedikitpun.


"Apa kau sudah gila bagaimana mungkin aku akan membiarkan itu terjadi meskipun kalian sekutu tetua Sadewa aku tidak menyetujui kalau jika ada antara anak dan ayah harus bertikai" Protes Arya Geni tidak menyetujui.


Sakawuni menatap kagum walaupun baru sebentar bertemu dia bisa melihat ada sesuatu yang menarik dalam tubuh pemuda tersebut.


"Aku akan tetap melakukannya walaupun kau tidak menyetujuinya"

__ADS_1


__ADS_2