
Disaat suasana sangat hening karena kekalahan yang dialami oleh Soma murid kedua dari perguruan lentera merah.
"Kau memang tidak berguna Soma" Tiba-tiba sebuah suara mengagetkan semua orang yang ada di sana termasuk Arya Geni.
Arya Geni menoleh dia sangat terkejut setelah melihat seorang pria tengah berdiri memandanginya dengan tajam.
"Sejak kapan? kenapa aku tidak bisa merasakan hawa kehadirannya?" Arya Geni menyipitkan matanya. Untuk mengukur kemampuan pria tersebut.
"Ku akui kemampuanmu sangat tinggi anak muda, namun sungguh disayangkan kau memiliki aura membunuh sangat kuat dan sangat berbahaya apabila terus dibiarkan" Setelah berkata demikian pria tersebut langsung menyerang.
Ranajaya langsung menyerang membuat Arya mundur beberapa langkah. Serangan cepat Ranajaya membuat Arya berada dalam posisi bertahan.
"Lumayan" Ranajaya kembali meningkatkan kecepatannya tubuhnya tiba-tiba menghilang dari pandangan Arya.
"Tapak penghancur tulang" Dalam hitungan detik Ranajaya muncul dibelakang Arya Geni.
Arya Geni melompat ke samping menghindari serangan yang diarahkan kepadanya.
Ranajaya kembali menyerang dengan kekuatan penuh. Setiap serangannya mengandung tenaga dalam yang sangat tinggi.
"Pedang pemusnah raga" Pedang mengarah cepat ke arah Arya. Dia melompat mundur beberapa langkah bersiap menyambut serangan Ranajaya.
"Trang" Suara pedang beradu di udara. Tubuh Arya terpental beberapa meter ke belakang. Terlihat darah segar keluar dari sudut bibirnya.
__ADS_1
Kekuatannya sangat mengerikan, bahkan tenaga dalamku tidak mampu mengimbanginya" Arya menyeka darah disudut bibirnya.
"Kau sudah tahu perbedaan kekuatan kita bukan" Ranajaya tertawa penuh kemenangan.
Arya mengambil inisiatif menyerang, tubuhnya melesat ke arah Ranajaya. "Pedang naga puspa tingkat lima" Serangan pedangnya lebih cepat.
"Menyerang dengan jurus yang belum kau kuasai sepenuhnya hanya sia-sia"
Ranajaya dapat menangkis semua serangan Arya dengan mudah. Ranajaya kembali meningkatkan kecepatannya dan menyerang dengan sekuat tenaga. Jurus pedang pemusnah raga mendesak Arya Geni ke belakang.
Nafas Arya Geni mulai tidak beraturan, tenaganya terkuras habis menangkis serangan Ranajaya yang sangat cepat.
"Sial, kemampuannya jauh diatasku, aku harus melakukan sesuatu"
"Kuakui kemampuanmu sangat mengagumkan, tetapi sampai kapan kau akan berlari seperti tikus"
Ranajaya kembali menyerang tak memberi waktu Arya bernafas. Beberapa tebasan pedang tidak mampu dihindari Arya Geni. Tubuhnya kembali mengeluarkan darah segar.
Sakawuni melihat pertarungan tidak seimbang dengan cemas, dia yakin Arya tidak akan mampu menerima beberapa jurus lagi dari Ranajaya.
"Apa yang harus aku lakukan?" Raut wajah Sakawuni dipenuhi kekhawatiran.
"Aku harus berhati-hati serangannya semakin lama semakin cepat." Arya mengatur nafasnya sesaat.
__ADS_1
"Kau membuat aku senang anak muda, aku akan memberikan kematian yang cepat sebagai imbalannya."
Ranajaya kembali menyerang Arya dengan cepat, kali ini pedangnya dialiri tenaga dalam yang lebih besar.
Arya bergerak menyambut serangan tersebut. Dia merapal sebuah jurus.
"Tanpa tenaga dalam yang besar hanya jurus pedang naga puspa hanya jurus biasa"
Tiba-tiba gerakan pedang Arya berubah didetik terakhir.
"Pedang langit : Naga langit Murka" Ranajaya tersentak kaget, dia mencoba menghindari serangan cepat Arya namun sudah terlambat. Dia mengarahkan pandangannya mencoba menangkis serangan pedang naga langit murka.
Belum sempat pedang Ranajaya menangkis jurus tersebut sudah terlebih dulu mengenai tubuhnya dan membuatnya terpental beberapa meter.
"Jurus apa yang digunakannya" Ranajaya tidak percaya dengan apa yang dilihatnya seandainya dia tidak melindungi tubuhnya dengan tenaga dalam mungkin saat ini dia telah terluka parah.
"Apa jurusku mengenainya?" Arya menatap Ranajaya sambil mengatur nafas. Dia hampir mencapai batas.
Ranajaya menghilang dari hadapan Arya dan muncul tiba-tiba disebelah kanan Arya. Belum sempat mengayunkan pedangnya lengan Arya sudah dipegang Ranajaya.
Tenaga dalam Ranajaya mendesak masuk ke tubuh Arya membuat Arya menjerit kesakitan. Pedang naga puspa lepas dari genggaman tangannya.
"Kau membuatku terkejut anak muda, saatnya aku melenyapkanmu" Tangan Ranajaya mengeluarkan asap putih.
__ADS_1
"Tapak Perenggut Sukma" Serangan Ranajaya tepat mengenai punggung Arya. Mendapat serangan dari jarak dekat membuat tubuh Arya ambruk ke tanah tak sadarkan diri.