Legenda Pedang Naga Puspa

Legenda Pedang Naga Puspa
Ruang Rahasia


__ADS_3

Arya terharu setelah mendengar cerita tersebut, dia dapat merasakan semua penderitaan yang dialami Nyai Marsinah.


Suaminya meninggalkan dirinya lima puluh tahun yang lalu, selama itu dia harus hidup sendirian jauh dari keramaian.


"Nenek tidak usah khawatir setelah kembali ke dunia luar aku berjanji akan mencari keberadaan tuan Ajisaka"


"Tidak perlu nak, aku tidak yakin suamiku masih bisa selamat setelah pergi kesana" Nyai Marsinah nampak sudah merelakan suaminya itu.


"Tempat itu berbahaya, tapi kenapa tuan Ajisaka pergi kesana?"


Nyai Marsinah menarik nafas panjang sebelum berkata, "Kamu percaya semua ilmu kanuragan di Nusantara ini, tidak datang begitu saja bukan?"


Arya mengangguk setuju dengan pernyataan Nyai Marsinah.


"Benar Nak .....


Suamiku bercerita ilmu kanuragan di Nusantara ini berawal dibawa oleh para pedagang.


Dulu mereka tersesat disalah satu hutan di Nusantara. Dan tanpa sengaja mereka menemukan sebuah tempat yang mereka sebut sebagai Hutan Tak Berujung.


Di hutan tidak berujung itulah mereka menemukan sebuah catatan yang berhasil mereka pelajari selama bertahun-tahun.

__ADS_1


Setelah mereka kembali ke dunia luar perlahan namun pasti ilmu kanuragan mulai dikenal dan berkembang di nusantara serta menyebar dengan sendirinya..


Namun seiring berjalannya waktu ilmu kanuragan berkembang sangat pesat dan sifat serakah mulai merasuki orang-orang yang mempelajari ilmu kanuragan. Mereka berlomba-lomba untuk mencari keberadaan hutan tak berujung meskipun harus saling bunuh sesama teman atau lawan"


"Sebenarnya aku juga ingin pergi ke sana Nek" ucap Arya pelan.


Nyai Marsinah terkejut, "Apa tujuanmu pergi ke tempat itu?"


"Aku mencari kitab langit dan bumi untuk mengobati guruku yang sedang sakit"


"Sebaiknya kamu batalkan niatmu itu, tempat tersebut sangat berbahaya yang akan mengancammu"


Nyai Marsinah hanya menggelengkan kepala, "Kenapa pemuda memiliki sifat keras kepala sepertimu kakang" gumamnya.


"Baiklah nak aku tidak bisa mencegah keinginanmu tapi kamu harus lebih kuat dulu karena bukan tidak mungkin kamu akan bertemu dengan para pendekar sakti disana"


Nyai marsinah berjalan melangkah mendekati sebuah batu besar disalah satu sudut ruangan.


Tidak lama dia kembali ditangannya membawa sebuah kitab lusuh.


"Ini adalah kitab yang berisi seluruh ilmu kanuragan peninggalan suamiku, kau dapat mempelajarinya untuk memperkuat kemampuanmu" Nyai Marsinah memberikan kitab itu kepada Arya.

__ADS_1


"Aku tidak bisa..." Arya sedikit ragu.


"Kamu jangan menolak karena ini permintaan terakhir suamiku saat berpamitan denganku"


"Permintaan tuan Ajisaka" Arya mengernyitkan dahinya.


"Benar suamiku berpesan jika suatu hari ada seorang pendekar yang berhasil menemukan tempat ini maka dia telah menjadi muridnya dan harus mempelajari isi kitab miliknya"


"Tapi.. Nek"


"Kau pikir dengan pedang naga puspa yang belum kau kuasai bisa sampai ke tempat itu dengan mudah" Suara Nyai Marsinah meninggi sorot matanya tajam.


"Baiklah lah nek aku akan menerimanya" Arya segera mengambil kitab tersebut buru-buru takut menyinggung Nyai Marsinah yang telah baik kepadanya.


"Bagus! gunakan ruangan ini untuk memahami isi kitab itu selama beberapa hari" ujar nyai marsinah kemudian melangkah pergi meninggalkan ruangan.


"Terimakasih nek aku tidak akan melupakan semua kebaikanmu" Arya menundukkan kepala memberi hormat.


"Nenek Lasmini memiliki pengetahuan yang sangat luas dan satu lagi dia bisa mengetahui pedang yang aku bawa itu sudah membuktikan bahwa dia bukan orang sembarangan tidak mungkin dia memberikan kitab ini tanpa alasan"


"Semoga saja kamu adalah pendekar yang diceritakan guruku dulu" Gumam Lasmini setelah berada diluar ruangan.

__ADS_1


__ADS_2