Legenda Pedang Naga Puspa

Legenda Pedang Naga Puspa
Tempat Persembunyian


__ADS_3

Tepat setelah Arya Geni dan para pendekar lentera merah menghilang nampak terlihat puluhan pendekar naga Puspa bermunculan.


"Cepat menyebar! aku yakin mereka masih berada disekitar sini" Ujar Birawa meminta para pendekar naga puspa untuk menyebar setelah tidak menemukan apa yang dicarinya.


Tidak menunggu lama para pendekar naga puspa langsung menyebar menyisir seluruh hutan.


"Aneh cepat sekali mereka menghilang" gumam Birawa sambil terus mengamati area bekas pertarungan.


****


Beberapa orang terlihat sedang berkumpul didalam sebuah gua sedang mengadakan pertemuan tertutup. Mereka adalah para tetua perguruan naga puspa yang masih setia terhadap Ki Ranubaya.


"Tetua Seto bagaimana kabar dari pendekar lentera merah?" Ageng menatap salah satu tetua perguruan.


"Seharusnya hari ini bantuan dari mereka sudah datang namun para penjaga belum melihat tanda-tanda kedatangan mereka" jawab Seto.


"Aku sudah menduga permasalahan kita ini sangat rumit karena melibatkan perguruan iblis hitam dan tidak mudah untuk mendapatkan sekutu yang bisa diajak bekerjasama" Ageng sedikit menarik nafas.


"Kita tidak boleh berputus asa ketua, walaupun nyawa taruhannya kita harus memperjuangkan apa yang harus kita miliki" Darma salah satu tetua paling muda berkata lantang.


"Benar ketua" Para tetua perguruan berteriak bersahutan.

__ADS_1


Ageng tersenyum puas setelah melihat orang-orang disekitarnya masih memiliki semangat yang tinggi untuk merebut kembali perguruan naga puspa.


"Aku sangat berterimakasih kepada semuanya karena kalian masih memiliki tujuan yang sama" Ageng menundukkan kepalanya.


Ageng sendiri diangkat menjadi ketua perguruan untuk sementara waktu setelah melalui perundingan. Diangkatnya Ageng sebagai ketua sementara cukup beralasan karena dia sendiri merupakan wakil ketua sebelumnya jadi tidak ada yang menolak dengan pengangkatannya itu.


Pertemuan tersebut berakhir setelah Ageng memaparkan rencana-rencananya untuk merebut kembali perguruan naga puspa dari tangan Ki Sadewa.


Setelah para tetua perguruan membubarkan diri, Ki Ageng kemudian berjalan ke salah satu sudut gua kemudian menekan salah satu batu yang menonjol. Tidak berselang lama terdengar suara dinding gua bergetar bersamaan dengan terbukanya sebuah ruangan rahasia.


Ki Ageng kemudian berjalan memasuki ruangan tersebut. Tampak terlihat di tengah-tengah ruangan tersebut seseorang pria paruh baya sedang terbaring dengan mata terpejam.


Cukup lama Ki Ageng menatap pria paruh baya tersebut tampak diwajahnya tergambar sebuah penyesalan yang sangat mendalam.


****


"Bagaimana?" Ranajaya menatap salah satu kepercayaannya.


"Pasukan pengalihan telah berhasil mengalihkan mereka, Ketua" jawabnya.


Ranajaya bernafas lega karena rencananya untuk membagi pasukan untuk mengecoh para pendekar naga puspa sepenuhnya berhasil.

__ADS_1


"Sepertinya kita bisa melanjutkan perjalanan" ucap Arya Geni.


Ranajaya mengangguk kemudian memerintahkan pasukannya untuk kembali melanjutkan perjalanan.


Tanpa mengendurkan kewaspadaan mereka kembali melanjutkan perjalanan.


"Sepertinya kita kedatangan tamu" Arya Geni siap bergerak andai Ranajaya tidak menahannya.


"Tenang tuan, mereka bukan musuh" bisiknya.


Tidak berselang lama lima orang berloncatan dari atas pohon mendarat tepat didepan mereka.


"Kedatangan tetua sudah lama kami tunggu" ucap salah satu dari mereka menundukkan kepalanya kemudian diikuti yang lainnnya.


"Maafkan atas keterlambatan kami tuan Darma" Balas Ranajaya.


"Tidak usah sungkan tetua, mari anda sudah ditunggu oleh ketua kami" ucap Darma sambil bergerak menjadi petunjuk arah jalan.


Setelah beberapa saat kemudian akhirnya mereka sampai ke sebuah lembah.


"Jadi selama ini kalian bersembunyi dilembah ini" Ranajaya berdecak kagum.

__ADS_1


"Memang tempat ini sudah diperhitungkan sebelumnya seandainya terjadi sesuatu pada perguruan" ujar Darma.


__ADS_2