Legenda Pedang Naga Puspa

Legenda Pedang Naga Puspa
Mulai Menyerang


__ADS_3

Pada malam yang gelap nampak terlihat dua bayangan hitam melesat dari cabang pohon ke cabang pohon yang lainnya. Gerakannya begitu ringan menunjukkan kedua bayangan tersebut bukanlah pendekar sembarangan.


Kedua bayangan tersebut berhenti kemudian bersembunyi disalah satu pohon mengamati perguruan naga puspa.


"Penjagaan mereka sangat ketat Kakang"bisik Sakawuni.


Memang Nampak terlihat puluhan pendekar naga puspa berpatroli didalam perguruan sehingga tidak ada celah sedikitpun untuk menyusup.


"Mari kita kejutkan mereka" ucap Arya Geni.


"Hei ini tidak sesuai rencana bodoh" Sakawuni mendengus kesal karena Arya Geni telah melesat terlebih dahulu.


*****


Di dalam ruangannya Ki Sadewa terlihat gelisah setelah mendapat laporan bahwa para pendekar lembah hitam telah keluar dari wilayahnya tanpa tahu penyebabnya.


Pria paruh baya tersebut sangat khawatir kalau kedatangan para pendekar lentera merah beberapa hari yang lalu merupakan bala bantuan untuk kelompok Ki Ageng yang berencana akan merebut kembali perguruan naga puspa darinya.


Awalnya dia sangat percaya diri dengan keberadaan para pendekar lembah hitam namun tanpa ada penjelasan mereka menarik diri.


Perasaannya pun menjadi tidak tenang


takutnya Ki Ageng dengan kelompoknya akan segera melakukan penyerangan dalam waktu dekat ini.

__ADS_1


####


"Penyusu...." Belum sempat dia menyelesaikan ucapannya kepalanya telah jatuh ketanah kemudian menyemburkan darah.


Para penjaga yang lain langsung mencabut pedangnya dan langsung menyerang secara membabi buta kepada seorang pemuda yang telah melakukan serangan tiba-tiba.


"Hahahaha bagus ayo temani aku bermain penghianat" ujar Arya Geni yang langsung bergerak menyambut para pendekar naga puspa.


Tanda peringatan bergema ke seluruh penjuru perguruan membuat para pendekar langsung berlarian menuju sumber keributan.


Tidak berselang lama sebuah ledakan terdengar dengan terbukanya pintu gerbang utama yang telah dijebol oleh kelompok Ki Ageng.


Hanya beberapa detik saja perguruan naga puspa sudah menjadi arena perang saudara. Suara dentingan senjata beradu disertai jerit tangis para pendekar yang gugur menggema membuat pilu.


Trang


Ki Ageng menangkis serangan tersebut,"Ku pastikan kalian mendapatkan ganjaran karena telah berkhianat" balas Ki Ageng berkata dingin.


Keduanya kembali terlibat dalam pertarungan.


Kemunculan para pendekar lentera merah semakin membuat para penghianat naga puspa tersudut.


####

__ADS_1


Ki Sadewa terkejut ketika mendengar suara keributan dimana-mana dia pun langsung keluar dari ruangannya namun baru beberapa langkah dia terpaksa menghentikan langkahnya.


Seorang pemuda telah berdiri yang wajahnya pamiliar sedang menatapnya tajam. "Maaf tuan muda kita pernah berselisih sebelumnya" Ki Sadewa bersikap hati-hati karena dia tidak ingin gegabah karena melihat aura membunuh pemuda tersebut sangat kuat.


"Hahahaha apa kau takut tua Bangka" ujar Arya Geni tersenyum dingin.


Ki Sadewa mengerutkan keningnya karena merasa tidak memiliki perselisihan dengan pemuda tersebut dia kembali berkata hati-hati, "Apa tujuan pendekar muda sebenarnya?" ujarnya.


"Aku datang untuk mengambil nyawamu" ujar Arya dengan nada mengancam.


"Bocah laknat" Ki Sadewa tidak bisa lagi menahan amarahnya dia langsung menyerang Arya Geni.


"Majulah tua bangka" ujar Arya Geni menyambutnya.


#####


"Mampus kau penghianat"


Sebuah kepala menggelinding di tanah, Ki Ageng segera membersihkan pedangnya setelah berhasil memenggal Birawa.


Ki Sadewa menarik nafas beberapa kali dia menatap sekitarnya nampak kelompoknya sudah hampir memenangkan perang saudara. Pria itu hanya tersenyum masam menatap para mayat-mayat yang bergeletakan menghasilkan bau anyir.


Tidak berselang lama perang tersebut berakhir setelah Ki Sadewa mati mengenaskan ditangan Arya Geni. Sebagian anak buah Ki Sadewa langsung membuang senjata menandakan untuk menyerah.

__ADS_1


__ADS_2