
"Ada apa Tuan?" tanya Arya Geni.
Lelaki tua itu seolah tersadar dari lamunannya, dia terlihat ragu sebelum akhirnya buka suara, "Maaf tuan muda, setelah hujan reda saya mohon tua segera meninggalkan desa ini."
Arya Geni kembali mengerutkan dahinya ketika kembali diminta untuk meninggalkan desa ini.
Jika ada dua orang berbeda mengatakan hal serupa, sudah pasti ada alasan dibaliknya.
"Maaf Tuan, bisakah anda menjelaskan alasan berkata demikian?" tanya Arya Geni sambil tersenyum "Jika desa ini memiliki masalah mungkin saya bisa membantu desa ini"
Lelaki tersebut terlihat ragu-ragu, "Apakah tuan muda seorang pendekar?"
Arya melirik pedang yang terbungkus kain disebelahnya. Kemudian tersenyum, "Bisa dikatakan demikian ... Apa anda sedang membutuhkan seorang pendekar?"
__ADS_1
Lelaki itu bukan menjelaskan situasi yang sedang dihadapi desa ini melainkan tiba-tiba berlutut dan memohon, "Tuan pendekar, jika memang demikian bisakah anda membawa anak gadis saya meninggalkan desa ini dengan kemampuan anda? Kumohon bantu anak gadisku keluar dari desa ini."
Dari reaksi lelaki tersebut, Arya Geni sudah memiliki gambaran situasi yang terjadi.
Arya Geni menenangkan lelaki tua itu, Memintanya untuk menceritakan masalah yang dihadapi desa ini. Beberapa bulan yang lalu desa ini didatangi sekelompok perampok bersenjata lengkap, sebagian dari kelompok memiliki ilmu beladiri tinggi dan membuat para penjaga desa tidak bisa berbuat apa-apa.
Kelompok perampok ini tidak menjarah secara langsung melainkan meminta agar setiap bulan desa ini memberikan upeti yang tidak sedikit jumlahnya. Jika warga desa tidak mampu memenuhinya, sepuluh anak gadis akan diambilnya.
Ketika para perampok meninggalkan desa ini, kepal desa mengirim surat meminta bantuan pada pemerintah dan perguruan aliran putih yang sebelumnya melindungi desa dari ancaman.
Kelompok perampok tersebut menjadi murka karena desa ini melanggar larangan yang mereka berikan, kepala desa dibunuh dan kepalanya digantung selama tujuh hari ditengah desa sebagai peringatan bagi mereka yang berani melawan.
Tidak sampai disitu para perampok ini mengambil dua puluh gadis untuk dijadikan budak.
__ADS_1
Beberapa bulan telah berlalu sejak hari itu, sebagian besar warga telah kehabisan uang dan beberapa hari lalu para perampok itu menagih upeti mereka namun warga tidak sanggup membayarnya.
Para perampok itu mengancam jika saat mereka kembali ke desa ini tidak bisa membayar upeti yang mereka minta maka semua anak gadis akan diambil sebagai budak dan semua warga yang tersisa akan dibunuh oleh mereka.
Arya Geni menjadi geram karena mendengar cerita tersebut. Meskipun dirinya baru menginjakkan kakinya di dunia persilatan tentu perbuatan perampok tersebut tidak bisa diterima.
"Perampok yang memiliki kemampuan ilmu tinggi, apa mereka memiliki tanda khusus?" Arya Geni berusaha mengendalikan emosinya dan bertanya lebih jauh.
"Aku tidak pernah berani berurusan dengan mereka, tetapi kudengar mereka membawa bendera bergambar kepala tengkorak..." Jawab lelaki tua.
Raut wajah Arya Geni menjadi serius. Bendera tersebut merupakan simbol dari Kelompok Lembah Tengkorak, satu dari tiga kelompok perampok terbesar yang paling besar di Kerajaan Majapada.
Sebelum nya dia pernah mendengar nama kelompok itu dari Ki Ageng. Karena tetua itu selalu bercerita tentang keadaan dunia persilatan untuk menambah wawasan Arya Geni.
__ADS_1
"Jika para perampok sudah berani terang-terangan itu artinya keadaan dunia persilatan memang sudah tidak aman lagi" batin Arya Geni