Legenda Pedang Naga Puspa

Legenda Pedang Naga Puspa
Mencari Kitab Langit dan Bumi


__ADS_3

Nampak terlihat para pendekar berkumpul di aula utama perguruan Naga Puspa.


"Kami mengucapkan terima kasih kepada para pendekar yang telah membantu kami merebut kembali apa yang seharusnya kami miliki" ujar Ki Ageng sambil memberi hormat kepada para pendekar yang hadir.


"Tidak usah sungkan tetua ini semua tidak sebanding dengan jasa perguruan naga puspa di masa lalu" jawab Ranajaya tersenyum ramah.


"Benar tetua kita sudah lama bersahabat jadi tidak perlu sungkan lagi"


Tiba-tiba nampak terlihat salah satu murid perguruan naga puspa datang dengan tergesa-gesa memasuki aula pertemuan.


"Lapor tetua seseorang telah menerobos perguruan" ujar salah satu pendekar naga puspa dengan wajah pucat.


Belum sempat Ki Ageng membalas tiba-tiba aura membunuh memenuhi ruangan yang mengintimidasi para pendekar yang berada didalam ruangan.


Seseorang telah berdiri diantara para pendekar dengan aura yang meluap-luap dengan tatapan tajam membuat para pendekar berkeringat dingin.


"Selamat datang tetua maaf tidak menyambut kedatangan anda" ujar Ki Ageng memberikan penghormatan kepada Jaladra tetua pertama perguruan lembah hitam.


Jaladra tidak menanggapinya melainkan menatap tajam ke arah Sakawuni yang menundukkan wajahnya penuh ketakutan.


Situasi menjadi hening untuk beberapa saat sebelum Jaladra menarik kembali auranya sehingga situasi menjadi normal kembali.

__ADS_1


"Wuni.." ujar Jaladra pelan namun menatap tajam.


Sakawuni sempat melirik Arya Geni disebelahnya sebelum berdiri kemudian menghampiri pria paruh baya tersebut.


Jaladra sempat menatap tajam Ranajaya yang tersenyum penuh kemenangan membuat pria paruh baya hanya bernafas pelan sebelum menghilang membawa Sakawuni.


"Kekuatan nya sungguh menakutkan" gumam Arya Geni menarik nafas setelah Jaladra menghilang.


"Apakah lembah hitam akan datang untuk membalas dendam tetua" Ujar Ki Ageng yang masih cemas.


"Saya rasa untuk sekarang-sekarang mereka tidak akan berani karena menurut kabar yang aku terima mereka sedang mengalami situasi rumit akibat beberapa perguruan ingin menjatuhkan lembah hitam" balas Ranajaya.


"Semoga saja" Ujar Ki Ageng menghela nafas karena dia sadar dengan keadaan kekuatan yang ada sekarang tentu dia pasti akan sangat sulit untuk menang apabila Perguruan Lembah hitam melakukan serangan.


####


Dua bulan purnama berlalu setelah berhasil merebut kembali Perguruan Naga Puspa. Arya Geni memutuskan untuk berkelana mencari kitab Langit dan bumi agar bisa menyembuhkan gurunya Ki Ranubaya yang sedang terbaring sakit.


"Kau yakin akan pergi mencari kitab itu?"


"Aku sudah bertekad dalam hatiku, ini adalah tugasku untuk membalas kebaikan Kakek guru" Jawab Arya penuh keyakinan.

__ADS_1


"Kemana kau akan mencarinya?"


Arya nampak terdiam dia menyadari bahwa mencari kitab Langit dan bumi tanpa tahu dimana keberadaannya seperti mencari jarum ditumpukkan jerami sangat sulit dan mustahil. Namun walaupun demikian dia sudah bertekad akan mencarinya walaupun ke dalam jurang sekalipun.


"Semoga kau berhasil Nak" Gumam Ki Ageng menatap Arya Geni yang telah pergi meninggalkan Perguruan Naga Puspa.


"Sekarang semuanya tergantung keberhasilan tuan muda" ujar Darma.


"Sangat sulit dan mungkin dia tidak akan kembali dalam waktu dekat" Balas Ki Ageng sedikit ragu.


"Kita doakan saja semoga tuan muda berhasil tetua"


"Sura kau telah kembali" Ki Ageng menatap salah satu murid naga puspa yang tiba-tiba muncul.


"Maap tetua baru bisa menemui anda" balas Sura sambil memberi penghormatan.


"Apakah ada kabar yang kau bawa sehingga kau datang sebelum waktunya"


"Mengenai itu," Sura segera menyerahkan sebuah gulungan dari balik bajunya kepada Ki Ageng.


"Perketat penjagaan semua jalur masuk perguruan!" Perintah Ki Ageng sambil melangkah pergi.

__ADS_1


"Baik Tetua" balas Darma dan Sura bersamaan.


__ADS_2