Legenda Pedang Naga Puspa

Legenda Pedang Naga Puspa
Markas Lembah Tengkorak


__ADS_3

Arya Geni berdiri disalah satu cabang pohon mengamati salah satu markas Lembah Tengkorak. Menurut informasi yang berhasil didapatkan dari perampok yang dia sandera, markas ini memiliki sekitar seratus lima puluh anggota lembah tengkorak.


Arya Geni sebelumnya mengira dirinya akan mendatangi sebuah benteng yang kokoh atau setidaknya memiliki pagar dari kayu namun nyatanya namun nyatanya yang dia lihat markas ini hampir tidak berbeda dengan perkemahan biasa.


"Sepertinya mereka hidup berpindah-pindah karena mungkin mereka diincar oleh pihak dari pemerintah. Sehingga tidak ada alasan untuk mereka membangun markas permanen di daerah ini." Gumam Arya Geni.


Arya Geni menyipitkan matanya, kemampuan melihat yang tidak miliki setiap orang merupakan kelebihannya dalam melihat dari jarak yang cukup jauh. Arya Geni bisa melihat para perampok tersebut sedang bersiap-siap meninggalkan markas dengan senjata mereka. Arya Geni menebak para perampok yang berhasil lari sebelumnya telah sampai ke markas ini dan menceritakan semuanya.


Arya Geni langsung melesat ke arah markas Lembah Tengkorak dengan kecepatan penuh.


Dugaan Arya Geni sebelumnya benar, para perampok di markas ini sedang bersiap-siap untuk kembali menyerang desa yang baru ditinggalkannya. Biarpun demikian, para perampok ini sama sekali tidak siap ketika mendapatkan serangan.


Beberapa perampok yang menjaga markas tidak sempat bereaksi saat sebuah bayangan menghilangkan nyawa mereka. Arya Geni tidak menghentikan langkahnya setelah membunuh beberapa perampok tersebut, dia bergerak lincah menghabisi setiap perampok yang dia ditemui.


Meskipun badai telah berlalu dan hujan telah berhenti namun langit di daerah ini masih dipenuhi awan gelap yang menutupi cahaya matahari. Kecepatan membunuh Arya Geni yang begitu cepat membuat para perampok terlambat bereaksi.


Hanya dalam waktu sekejap puluhan perampok sudah terbaring tidak bernyawa akibat serangan Arya Geni.


"Ada penyusup ...." seru salah satu perampok sebelum tubuhnya langsung terjatuh ke tanah.


Puluhan perampok yang berada di dalam perkemahan langsung bereaksi ketika mendengar suara tersebut.

__ADS_1


Arya Geni merapatkan giginya karena kehadirannya sudah diketahui. Maka dia tidak lagi berniat menutupi hawa kehadirannya. Kekuatan mengerikan langsung meluap dari tubuhnya ketika dia mencabut pedang naga puspa.


"Aku kira kau tidak membutuhkan aku .." Ejek naga Kreshna dalam pikiran Arya Geni.


"Diam kau besi karatan!" bentak Arya Geni menekan energi pedang naga puspa karena sudah menyadari bahwa tidak bisa menggunakan pedang tersebut berlama-lama.


"Kau!" Naga Kreshna mengumpat kesal karena baru kali ini ada yang berani membentaknya.


Puluhan pasang mata yang menatap pemuda itu berkeringat dingin karena pamor kekuatan pedang yang sedang genggam pemuda tersebut mengeluarkan hawa panas membuat nyali beberapa perampok langsung menciut.


"Kenapa kalian diam saja! bunuh pemuda itu" seru salah satu dari perampok.


"Baiklah maju kalian semua!" Arya Geni melesat secepat kilat seolah menghilang dari pandangan tidak dapat dilihat oleh mata biasa.


Arya Geni yang terlihat adalah sebuah bayangan yang bergerak lincah diantara kepungan para perampok, dia yang memiliki tenaga dalam yang besar dan memiliki senjata yang mampu memotong senjata lawan seperti kertas sama sekali tidak sedikitpun mengalami kesulitan saat menghabisi satu demi satu perampok.


Arya Geni menjelma menjadi dewa kematian, tidak ada satupun perampok yang selamat ketika sudah berada dalam jangkauan pedang Arya Geni. Mereka langsung terjatuh ke tanah hanya dalam satu serangan serta waktu yang singkat.


Pimpinan markas Lembah Tengkorak merapatkan giginya ketika satu persatu anggotanya berjatuhan. Semua laporan yang didapatkan dari anggotanya ternyata benar adanya. Dia menyesali karena sempat tidak percaya, namun semuanya sudah terlanjur dia juga tidak mungkin selamat jika harus berhadapan langsung dengan pemuda itu.


Pimpinan tersebut berpikir satu-satunya jalan sekarang adalah kabur untuk melaporkan masalah ini ke markas besar Lembah Tengkorak.

__ADS_1


Para perampok yang tersisa mengumpat karena tidak menemukan pemimpin mereka lagi, mereka hanya bisa pasrah ketika nyawa mereka satu persatu diambil pemuda iblis itu.


"Apa kau benar-benar manusia?"


Naga Kreshna menelan ludah dan menggeleng pelan, menyaksikan pembantaian tersebut. Bukan dia belum pernah menyaksikannya, karena bersama pengguna sebelumnya dia juga pernah melakukan hal serupa, akan tetapi cara membunuh yang dilakukan Arya Geni sangat kejam dan tidak memiliki keraguan sama sekali dalam menghabisi setiap nyawa lawannya membuat dirinya merinding. Seolah pemuda tersebut menikmati setiap pembunuhan yang dilakukannya.


"Kenapa? bukankah kau menyukainya?" Arya Geni terkekeh.


Hanya dalam waktu relatif singkat hampir seluruh perampok yang berada di markas tersebut sudah terbaring tidak bernyawa. Hanya beberapa perampok yang berhasil kabur.


Arya Geni menghela nafas panjang dan menyarungkan kembali pedang miliknya.


"Sial lagi-lagi pedang ini membuat tenaga dalamku terkuras!" umpat Arya Geni kemudian bermeditasi untuk memulihkan kondisi tubuh.


Setelah sekitar sepuluh menit dia membuka matanya dan merasakan kondisinya kembali pulih.


Dia bangkit untuk memeriksa markas tersebut, mungkin ada beberapa gadis-gadis yang belum mereka juga. Karena mengingat para perampok ini juga mengumpulkan gadis-gadis dari desa yang mereka kuasai untuk dijual pada para bangsawan.


Tidak butuh waktu lama untuknya menemukan satu kurungan yang dibuat dari kayu berisi belasan gadis yang tidak memiliki sehelai benang pun pada tubuh mereka.


Arya butuh beberapa detik untuk menguasai dirinya kembali karena bagaimanapun dia merupakan pria yang normal ketika melihat kondisi mereka.

__ADS_1


__ADS_2