Legenda Pedang Naga Puspa

Legenda Pedang Naga Puspa
Bertemu Kakek Misterius


__ADS_3

Seperti yang kita ketahui saat pertarungan didekat jurang tanpa dasar tubuh Mantili melayang ke arah jurang.


Untuk menolong agar tubuh gadis muda tidak jatuh kejurang dia bergerak cepat dan berhasil mendorong menjauhi jurang. Namun sialnya dia salah berpijak yang menyebabkan dirinya jatuh ke jurang.


Mata Arya Geni terbuka perlahan, wajahnya tampak meringis saat merasakan beberapa tulangnya patah.


Dia mencoba berdiri tetapi tidak mampu karena tubuhnya seolah menolak mengikuti perintah.


"Dimana aku?" lirihnya melihat sekelilingnya, terdapat beberapa obor didinding sebagai penerangan.


Dia mendapati dirinya terbaring disebuah batu dan tubuhnya sudah dibaluri oleh obat-obatan.


Arya Geni mencoba mengingat kejadian yang terjadi tapi ingatan hanya sampai dia terjatuh ke dalam jurang.


Beberapa saat kemudian terdengar suara langkah kaki mendekatinya. Seorang pria paruh baya membawa beberapa buah ditangannya. Pakaiannya lusuh dan rambutnya putih, dia menoleh ke Arya Geni sambil tersenyum.


"Kau sudah bangun Nak? tanya pria paruh baya itu.


Arya Geni mengangguk sambil kembali mencoba duduk.

__ADS_1


"Kau beruntung masih hidup setelah terjatuh dari jurang, banyak orang yang langsung tewas setelah jatuh dari jurang itu, kalau bukan tubuhmu yang istimewa mungkin kau sudah mati," ucap pria itu pelan.


Arya Geni menoleh pria paruh baya dengan sesaat sambil mengernyitkan dahinya.


"Apakah kakek yang menyelamatkan aku?" tanya Arya Geni.


Pria paruh baya itu menoleh, "Apakah ada orang gila yang mau tinggal ditempat busuk selain aku," jawabnya sambil tertawa keras membuat Arya Geni tersenyum tipis.


"Kek dimana ini?" Arya Geni bertanya bingung.


Pria paruh baya itu kembali tertawa mendekati Arya Geni dan memberikan buah untuk mengisi perutnya.


Arya Geni mengernyitkan dahinya dan kembali bertanya penuh penasaran, "Sudah berapa lama kakek tinggal di tempat ini?"


Pria paruh baya itu berpikir sejenak, "Aku tidak menghitungnya, apa kau ingin kembali? sebenarnya menurutku tempat yang lembab dan busuk ini lebih nyaman daripada dunia di atas sana."


Arya Geni kembali dibuat bingung oleh pria paruh baya itu.


"Siapa namamu Nak, dan kenapa kau bisa terjatuh ke dalam jurang? pria itu mengamati Arya Geni.

__ADS_1


Arya Geni tersenyum kemudian mengingat kembali kejadian yang dialaminya. Kemudian menceritakan semua yang dialaminya sebelum terjatuh ke dalam jurang.


Pria tua itu tertawa mendengar cerita Arya Geni.


"Makanya kalau kau tidak siap dengan resikonya jangan coba memainkan dua perasaan wanita sekaligus" ucap pria itu.


Arya Geni menggigit bibirnya ucapan pria tua itu seolah menyindirnya yang gagal bercinta.


"Apakah kakek tahu jalan keluar dari tempat ini?" tanya Arya Geni pelan.


Arya Geni sempat melihat pria paruh baya itu membawa buah-buahan, dia yakin kakek itu sering keluar masuk untuk mencari makanan.


Pria paruh baya itu menatap Arya Geni dengan lembut, "Apa kau yakin ingin kembali ke dunia luar sana? Percayalah di dalam gua ini merupakan tempat nyaman untuk mu," ucapnya


"Maaf kek, tapi sepertinya aku harus kembali, masih banyak hal yang harus aku lakukan sebelum tubuh lemah ku ini perlahan mati, banyak orang yang harus aku balas kebaikannya."


Wajah orang-orang yang baik kepadanya termasuk kakeknya Ki Ranubaya melintas dalam pikirannya. Dia akan mati penuh penyesalan karena belum berbakti kepada orang yang telah merawatnya sejak kecil itu.


"Pulihkan kondisimu dulu Nak, jika kau memang berisi keras ingin kembali dari tempat ini, setelah kau benar-benar pulih kita akan memikirkan caranya," Pria tua itu bangkit menatap Arya Geni, "Kau tau nak, takdir kadang tidak dapat diduga siapapun," dia tersenyum penuh makna dan pergi meninggalkan Arya Geni.

__ADS_1


__ADS_2