Legenda Pedang Naga Puspa

Legenda Pedang Naga Puspa
Perguruan Anggrek Merah


__ADS_3

Perguruan Anggrek Merah merupakan perguruan misterius dan tersembunyi di hutan larangan.


Hutan larangan sendiri merupakan hutan paling angker dan tak sedikit pendekar dunia persilatan lebih memilih menghindar daripada memasukinya. Karena banyak pendekar yang nekad memasuki hutan tersebut tidak pernah kembali lagi.


Sosok misterius yang memimpin perguruan tersebut masih belum terungkap konon pendekar tersebut seorang wanita, namun belum ada yang bisa membuktikannya tentang kebenarannya.


Perguruan Anggrek Merah malam itu dibuat geger karena segel pelindung yang selama ini menutupi keberadaan perguruan tersebut telah hancur oleh aura kekuatan yang tiba-tiba memenuhi perguruan tersebut. Belum selesai rasa terkejut mereka ketika cahaya merah laksana meteor dari langit meluncur turun bersamaan situasi berubah mencekam akibat aura besar yang mengintimidasi setiap orang.


"Gunakan tenaga dalam kalian jangan sampai kehilangan kesadaran" teriak seorang wanita berambut putih.


Tepat setelah meteor jatuh ke tanah sebuah ledakan membuat tanah berhamburan dan menciptakan kawah besar.


Asap putih membumbung tinggi memenuhi kawah tersebut.


Para pendekar Anggrek Merah kembali bernafas normal setelah kekuatan yang menekan mereka perlahan menghilang.


Wanita berambut putih melesat ke arah jatuhnya meteor tersebut. Dalam sekejap mata dia sudah berdiri di atas kawah tersebut.


Perlahan namun pasti asap putih mulai menghilang dan samar-samar terlihat seorang pria tanpa sehelai benang sedang telungkup di dalam kawah tersebut.


"Apa yang kalian lihat" ujar wanita rambut putih itu kepada para pendekar anggrek merah.

__ADS_1


Para pendekar Anggrek Merah terlihat tidak berkedip memandangi tubuh yang tanpa sehelai benang itu.


Setelah berkata demikian wanita itu melesat turun kemudian menutupi tubuh pria muda itu dengan selembar selendang.


"Dia masih hidup tapi detak jantungnya sangat lemah," gumam wanita itu setelah memeriksa pemuda itu.


"Mantili, Lastri cepat bawa pemuda ini ke ruang perawatan!" ucap wanita itu kemudian melesat.


...******...


Galuh Parwati ketua Perguruan Anggrek Merah itu beberapa hari ini terlihat mengurung diri di kamarnya.


Wajahnya terlihat memucat karena terlalu bekerja keras mencari cara agar dapat menyembuhkan pria muda yang ditolongnya.


"Masuk, Lastri" Balas Galuh Parwati.


Muncul seorang gadis muda yang cantik berpakaian ungu. Sambil membawa makanan dan buah-buahan.


"Guru terlalu berkerja keras sampai-sampai melupakan kondisi guru sendiri, aku bawakan makanan dan buah-buahan untuk, Guru" ucap gadis muda.


"Terimakasih Lastri, Maaf merepotkan dirimu" Balas Galuh Parwati sambil tersenyum.

__ADS_1


"Sudah kewajiban saya, Guru" ujar Lastri.


" Oh ya, bagaimana kabar saudara perguruan mu, Mantili?" ucap Galuh Parwati pelan.


"Adik belum kembali, Guru" ucap Lastri.


"Baiklah silahkan lanjutkan latihan mu, apabila dia sudah kembali katakan bahwa aku berada diruang perawatan" ucap Galuh Parwati.


"Baik, Guru" balas Lastri menundukkan kepala sebelum melangkah pergi.


Setelah muridnya itu pergi dia pun melangkah pergi menuju ruang perawatan.


"Ketua" ucap para penjaga ruang perawatan menundukkan kepala memberi hormat setelah melihat Galuh Parwati.


Galuh Parwati membalas dengan anggukan sebelum melangkah masuk ke dalam ruang perawatan.


Setelah didalam ruang perawatan wanita rambut putih itu melangkah menuju tempat berbaring nya seorang pemuda yang masih tidak sadarkan diri.


Wanita berambut putih itu terlihat menatap tubuh pemuda itu sebelum menempelkan telapak tangan ke dada.


Terlihat aura biru muncul disekitar telapak tangan kemudian merambat ke seluruh tubuh.

__ADS_1


"Aneh, tidak ada respon sedikit pun" gumamnya setelah menarik kembali semua energinya setelah tidak ada reaksi dari tubuh pemuda itu.


__ADS_2