LEGENDA PENDEKAR DUA DUNIA

LEGENDA PENDEKAR DUA DUNIA
131.KEMBALI KE KERAJAAN.


__ADS_3

Tak terasa seminggu pun berlalu dengan sangat cepat.


Saat Kim thian ber tiga meninggalkan kota tahun 2022, dan kembali ke kerajaan dibarat, sesampai nya didepan istana, seseorang memanggil nya.


Mereka ber tiga Berbalik, dia melihat Li bing bing yang bertanya, “Hai ,kemana saja kalian? ,Kami sudah menunggu lama?”


“Iya ,kami sudah lama menunggu kalian disini?". Kata Angela baby.


"Cantik nya!, Siapa namamu?” ,tanya Ju jingyi kepada Gong Nio, tapi mata nya ke arah Kim thian.


"Hai Gong Li" ,perkenal kan saya pangerang Zhang yugi dari kerajaan zhang.


Gong Li tersenyum dan berkata, “Kalian semua telah bepergian dan menunggu kami selama beberapa hari, dan pasti sangat lelah sekarang. Kenapa tidak istirahat saja disini?".


"Istirahat dulu?,kami sudah istirahat beberapa hari" ,kata mereka semua


"Murid muridku ,kirim mereka untuk beristirahat,kami juga ingin beristirahat sehabis bepergian ”, perintah Kim thian kepada para murid nya yang kebetulan ada disana.


“Nona nona dan tuan tuan, lewat sini.” murid murid Kim thian berjalan keluar dari belakang pintu dan memberi isyarat pada semua orang untuk mengikuti mereka.


“Kalau begitu kami tidak akan mengganggumu. Hanya, kami masih segar sehabis istirahat" ,kata mereka.


"Pergi duluan," tidak lagi menatap Kim thian ber tiga. Mereka dengan cepat mengejarnya untuk membawanya ke tempat tinggal sementaranya

__ADS_1


“Mereka agak penuh semangat muda, jangan bawa ke hati.” Kim thian memberi nasehat.


Gong Li.


Gong Li menatap mereka semua yang menuju perumahan istana, rambut mereka yang hitam berkilauan di bawah sinar matahari. Selain putih kulit seluruh tubuhnya


Wajah nya yang sangat tampan, dan ekspresinya yang tenang dan penuh senyuman, dia benar-benar memberikan pesona yang memikat banyak gadis, kata Gong li didalam hati nya dengan rasa cemburu, sedang kan mata nya memandang wajah Kim thian.


Kim thian tersenyum sambil memeluk Gong Li dengan erat.


Gong nio yang melihat nya ,wajah nya langsung memerah.


"Aku ingin menemui ayahanda dan bunda" ,kata nya kepada Gong li yang dibalas anggukan.


Ceria,percaya diri dan tidak sabar, dengan tenang berperilaku di masyarakat, seperti dia sudah mengalami semua pahit getir nya hidup didunia.


“Apakah Anda memerlukan bantuan saya untuk menyiapkan undangan?”,tanya Kim thian.


“Jika Anda tidak memiliki hal lain untuk dilakukan, Anda dipersilakan untuk membantu saya.” ,Gong Li menjawab.


Kim thian benar-benar ingin membantu membuat undangan yang sudah dia pesan secara diam diam di percetakan undangan.


Setelah keduanya pergi ke ruang tidur,Kim thian mengeluar kan 5000 undangan, mereka meneliti sampai malam dan memberi nama para putri dan pangeran yang sudah datang kesini.

__ADS_1


Tepat sebelum makan malam, para putri dan pangeran pun datang untuk mereka pergi makan, baru kemudian Gong Li dan Kim thian akhirnya meninggalkan ruang tidur dan menuju ruang makan.


Sesampainya di ruang makan, Gong Li melihat banyak nya orang yang hadir di meja makan.


“Yang Mulia, pangeran Gong, apakah Anda haus? Bagaimana kalau minum air?” Suara Li bing bing terdengar memecah kan suara.


Menarik perhatian Gong Li.


Gong Li menoleh, kebetulan melihat Li bing bing meletakkan secangkir air


di depan Kim thian. Tubuhnya bergerak mendekati Kim thian dengan senyum menggoda.


Suasana hati Gong Li langsung layu. Dia melihat ke senjata besar di dada Li bing bing dan kemudian melihat dan membanding kan ke


roti kecilnya sendiri, mau tidak mau cemberut saat dia menatap tajam ke arah Kim thian.


Kim thian sudah tahu melalui indra ke enam nya. Dia memindai ke Gong Li dan melihat bibir nya yang cemberut.


Tiba-tiba, dia merasakan tatapan marah, dan ketika dia menoleh untuk melihat, Gong Li sudah mengalihkan pandangannya,


Berpaling. Dia segera bangkit dan berjalan ke arahnya.


Melihat Kim thian mengabaikannya dan berjalan untuk berbicara dengan Gong Li segera setelah dia muncul, Li bing bing menjadi marah

__ADS_1


__ADS_2