LEGENDA PENDEKAR DUA DUNIA

LEGENDA PENDEKAR DUA DUNIA
87.PINDAH RUMAH.


__ADS_3

Lantai 4 sampai lantai 10 ternyata isi nya kamar kosong semua.


Kim thian dan ke dua istrinya lalu kembali ke lantai pertama ,disana ternyata sudah menunggu para gadis tawanan.


"Ehhh, mengapa kalian belum pulang?" ,tanya Lan lan.


"Kami sudah tidak punya siapa siapa lagi ,semua keluarga kami dibunuh semua, bagaimana kalau kami ikut penolong saja?" ,kata para gadis.


"Baiklah kalian bisa ikut kami, kamar kalian di lantai 4 sampai lantai 10 ,kalian boleh memilih sendiri kamar nya" ,kata Lin lin mengambil keputusan.


"Ini uang 1 juta tael emas ,kalian bisa membeli baju dan makanan ,kami seminggu lagi baru pindah kelangsini, rumah kami dipinggir kota sendiri sebelah timur" ,kata Kim thian.


"Ehhh, mengapa menunggu seminggu ,nggak pindah sekarang saja?" ,protes Lan lan.


"Seminggu itu untuk menunggu muridku, begitu mereka kembali kita langsung pindah ,jika kita pindah sekarang ,mereka nanti pusing mencari kita" ,Kim thian menjelas kan.


Kim thian dan istri nya kemudian berjalan keluar dari rumah wali kota ,sesampai nya dipintu dia melihat ada seorang yang sudah sangat tua sekali melayang diudara .


Dia lalu melayang dengan santai menghampiri oramg tua jompo ini.


"Siapakah kakek ini?" ,


"Apa kamu yang membunuh seluruh keluarga Tan?, saya leluhur nya" ,jawab sikakek.


"Ya ,betul ,saya yang membunuh mereka" ,jawab kim thian.

__ADS_1


Kali ini, Si kakek tidak banyak bicara. Dia segera mengeluarkan pedang yang tidak biasa. Pedang itu terlihat sangat tajam dan berkilauan dengan cahaya bening cerah. Tapi ini bukan poin penting. Pedang itu sebenarnya cukup pendek. Panjangnya harus kurang dari 1,5 kaki dan lebar satu inci, yang bahkan lebih tipis dari belati. Di ujung pedang, sepertinya ada benda seperti bola yang sepertinya terbuat dari logam.


Memikirkannya secara logis, pedang seharusnya sangat tajam. Dibandingkan dengan bola, kekuatan melukainya harus jauh lebih tinggi. Namun, Dia tahu bahwa bagi prajurit yang telah mencapai levelnya, senjata yang mereka gunakan seperti level nya ,semakin tinggi level mereka ,senjata bahkan tidak diperlukan lagi . Bagi mereka, prioritas mereka adalah memastikan bahwa mereka bisa melepaskan serangan mereka lebih baik dari biasanya. Mengenai apakah senjata mereka tajam atau tidak, ini tidak terlalu penting.


Dia mengalihkan pandangannya ke pedang pendek yang dipegang lawan. Seperti kata pepatah “Jika anda mengenali dirimu sendiri, anda juga akan mengenali musuhmu.” Hanya dengan melakukan itu Anda akan memenangkan lebih dari 100 pertempuran. Begitu Kim thian melihat pedang pendek itu, dia segera merasakan rasa dingin di punggungnya. Dia tidak pernah berharap lawan menggunakan sesuatu seperti itu.


Ternyata pedang ini memiliki Kemampuan untuk melumpuhkan lawan ,dapat dianggap sebagai salah satu kemampuan paling berharga yang pernah dimiliki seorang pejuang. Itu adalah jenis kemampuan yang sangat langka. Biasanya, seseorang hanya akan berhasil mendapatkan kemampuan ini dengan mendapatkan Hati Mati Rasa dari binatang iblis dan selanjutnya menyempurnakannya. Terlebih lagi, kemampuan untuk melumpuhkan lawan juga tidak sebaik memiliki langsung Mati Rasa Hati dari binatang iblis.


Namun ini tidak berguna buat dia ,sebab semua bagian tubuh nya telah dimurnikan dengan energi murni ,semua kotoran dan racun telah dibuang ,jadi pedang ini tidak akan berguna untuk dirinya ,pedang ini akan sangat berguna bila tubuh musuhnya belum dibersihkan dari kotoran dan racun ,sebab pedang ini membangkit kan kotoran dan racun yang ada ditubuh musuh untuk mengunci mereka serta melumpuh kan nya.


Kim thian tidak mengeluarkan senjata apa apa , dia hanya mengandal kan jari tangan nya ,sebab musuh nya hanya level 150 .


“Apakah kamu siap? Saya akan memberi Anda hak istimewa untuk bergerak terlebih dahulu. Saya khawatir begitu saya mulai bergerak, Anda bahkan tidak akan bisa melakukan banyak hal. ” si kakek tersenyum sambil berkata.


"Silah kan kakek dulu yang menyerang" ,tawar Kim thian dengan santai..


Si kakek tidak terlalu mempermasalahkan hal ini. Seolah-olah dia berpikir sangat buruk tentang anak muda ini. Begitu sosoknya bergerak, dia segera muncul di sebelah Kim thian dan menyerang dengan pedang nya. Kim thian menangkis pedang sikakek dengan gerakan sederhana menggunakan kedua jari nya yang luar biasa ,seperti prediksi nya ,dia tidak terpengaruh apa apa . Hal ini membuat heran si kakek.


Pang!


Kim thian membuat si kakek mundur tiga langkah pada saat yang bersamaan.


Si kakek sangat terkejut. Alasannya karena dia merasa kultivasi nya sudah tudak ada yang menandingi lagi


,juga kecepatan senjata nya naik beberapa kali lipat. Si kakek sangat terkejut, tetapi dia ahli dalam menutupi perasaannya. Dengan demikian, dia tampak lebih seperti dia hanya bermain-main dengan Kim thian. Matanya ketika dia melihat Kim thian hanya menunjukkan penghinaan murni terhadapnya

__ADS_1


Kali ini, si kakek akhirnya bergerak lebih cepat. Sosoknya begitu cepat sehingga meninggalkan bayangan di belakang yang sangat panjang seperti kilat yang tidak kelihatan bayangan nya..


Sayangnya baginya, dengan kultivasi nya saat ini, bayangan yang sangat cepat ini terlihat lambat ,dengan sangat mudah Kim thian memblokir nya. Satu-satunya hal yang dilihat nya hanyalah satu orang yang berlari biasa.


Si kakek sangat penasaran ,karena lawan nya masih anak anak ,dia sebenar nya merasa malu bertempur dengan anak anak ,maka nya dia hanya diam saja di langit ,tidak masuk kedalam rumah.


Si kakek yang penasaran bergerak dengan kecepatan yang luar biasa ,dia meningkat kan kecepatan nya 2 kali lipat. Kecepatannya sangat cepat sehingga tidak bisa dijelaskan dengan kata-kata. Satu-satunya hal yang dilihat Kim thian adalah kilatan cahaya yang menuju tubuhnya.


Si kekek tidak hanya berhenti di situ, dia segera mulai menebaskan belatinya lagi dan lagi berulang kali.


Kim thian terlihat sangat tenang. Lawannya tidak secepat dia, namun dia memiliki teknik bertarung yang memungkinkan dia untuk meningkatkan kecepatannya beberapa kali. Untungnya, teknik pertempuran hanya bekerja sesaat. Waktu di mana teknik berlangsung harus sangat singkat.


Si kakek sangat terkejut. Awalnya, dia berpikir bahwa hanya beberapa pukulan yang diperlukan untuk mengalahkan lawannya. Tapi sekarang, sepertinya dia mungkin meremehkan si anak kecil ini. Namun demikian, ini tidak penting ,bagaimana pun cara nya dia harus mati ,mata ganti mata ,gigi ganti gigi ,nyawa ganti nyawa ,itu lah prinsip si kakek.


Si kakek sekali lagi muncul dengan Aura Angin samar di sekelilingnya. Kim thian segera tahu bahwa lawannya akan menggunakan teknik dari sebelumnya. Namun ditingkat kan lagi kecepatan nya ,ha ha ha ,mungkin ini jurus kesayangan sikakek dari sejak muda ,mungkin juga dengan jurus nya ini dia dulu nya menjadi tidak terkalahkan.


Namun ,terkadang keinginan tidak sama lagi dengan kenyataan ,tubuh sikakek sudah sangat tua ,ditambah lagi sikakek mungkin sudah puluhan tahun hanya berkultivasi ,hanya duduk diam terus menerus , nafas nya menjadi senin kemis ,nafas nya seperti lokomotip tua tempo dulu, ngos ngos an.


"Ayo kek semangatttttttt ,ingat semua keturunan mu yang telah kubunuh" ,Kim thian memberi semangat kepada sikakek.


Benar saja ,wajah sikakek menjadi merah dan bertambah merah karena marah ,dia lalu mengerahkan seluruh tenaga murninya dan menyerang Kim thian ,sangat cepat sekali ,namun sayang nya ini adalah serangan nya yang terakhir ,sikakek langsung putus nafas nya karena kemarahan nya dan juga umur nya yang sudah sangat tua ,tubuh sikakek langsung ambruk dan jatuh ketanah.


Kim thian lalu turun dan memeriksa ,ternyata sudah mati dengan mata melotot ,dia lalu mengusap mata nya beberapa kali baru tertutup.


Kim thian kemudian mengambil pedang yang sangat bagus ini ,juga cincin penyimpanan nya.

__ADS_1


__ADS_2